
Misa dan arga telah selesai membersihkan diri dan melaksanakan shalat subuh nya. Dengan arga shalat di ruang tengah kamar sedang misa di ruang ganti. Karena selama ini misa masih belum mengetahui jika arga suka menjalankan kewajiban nya sebagai seorang muslim.
Di hari ini arga sengaja memakai baju santai yang menandakan diri nya tidak akan pergi bekerja. Dan misa melihat itu tidak mampu bertanya hanya menatap nya heran.
Misa dan arga berjalan untuk turun ke lantai bawah dengan misa berjalan beberapa langkah lebih dulu di hadapan arga. Sedang arga menjadi pengamat dari belakang misa.
Kini kedua nya tengah berjalan menuruni anak tangga untuk menuju meja makan untuk sarapan.
Baru saja langkah kaki misa menuruni anak tangga terakhir. Misa langsung terpaku di tempat nya karena melihat perubahan dalam rumah arga yang di dekor tampak indah. Banyak bunga anggrek yang berwarna warni berjejer di setiap dinding dengan di rangkai sangat indah. Misa mengedarkan kembali pandangan nya. Dan pandangan misa terhenti kembali pada langit langit ruangan yang tampak sangat menakjubkan menurut misa. Karena di atas nya banyak lampu lampu kecil yang berbentuk bunga anggrek berkelap kelip.
Ada apa sebenarnya di rumah ini. Kenapa suasana nya jadi indah seperti ini.
Arga yang melihat misa terpaku di ambang tangga merangkul kan sebelah lengan di pinggang misa lalu menunduk.
"Gimana suka?" tanya Arga di telinga misa.
Misa menoleh pada arga yang berada di samping nya lalu mengangguk semangat mengiyakan.
Jelas aku suka sekali singaa.. ini sangat indah.
Arga dengan gemas nya melihat wajah berbinar misa, mencium pipi romisa.
"Kakak ipar... kakak ipar...huhuhu...syila rindu.. syila kangen berat sama kaka ipar," teriak Syila dari kejauhan dan langsung berhambur memeluk lengan misa dari samping yang kosong, sehingga tampak lah misa di tengah tengah Arga dan Syila.
Misa mengusap rambut syila yang panjang tergerai indah.
__ADS_1
"Kakak juga kangen syila.. bagaimana suka liburan nya syila?" tanya Misa di sela usapan tangan nya.
Syila dengan manja memeluk lengan misa meskipun di pinggang misa ada lengan arga yang sedang merangkul. Itu tidak membuat syila terhalang bermanja pada misa.
"Tidak suka. Soalnya tidak ada kakak ipar sih. Jadi syila memilih pulang lebih awal dari jadwal liburan syila," ucap nya manja dan menggerak gerakkan kepala di bahu misa.
Misa terkekeh melihat tingkah manja syila.
"Kapan syila pulang, kok kaka tidak tahu?" tanya Misa dengan nada tenang.
"Tadi sebelum subuh kakak ipar," ucap Syila.
"Syukurlah syila sampai dengan selamat ke rumah. Oh, iya kabar ayah gimana syila?" tanya Misa mengelus pipi cabi syila.
"Ayah sangat baik, hanya saja masih perlu menjalani beberapa tahap terapi lagi kakak ipar."
"Iya kaka ipar, ayah pasti sehat lagi karena doa nya kaka ipar. Eh, kakak ipar lihat, bagus kan?" ucap syila menunjuk pada lampu lampu yang berada di langit langit ruangan.
Misa mendongak melihat arah tunjuk syila lalu mengangguk. "Iya sangat indah," ucap nya.
"Kaka ipar tahu tidak ini semua dekorasi pilihan nya ka...," ucapan Syila terpotong karena arga segera menyela ucapan nya.
"Syila," panggil Arga tegas.
Syila cengengesan karena di tatap tajam oleh arga.
__ADS_1
Sedang misa melirik arga dan syila bergantian.
Eh, ada apa dengan mereka berdua.
"Oh ya kakak ipar, lampu lampu itu syila yang beli loh dari singapur," mengalihkan pembicaraan.
Misa hanya menanggapi nya dengan senyuman.
"Memang egi mau tunangan yah syila, kenapa di dekor seperti ini?" tanya Misa mengedarkan pandangan nya.
"Iiih..kakak ipar boro boro tunangan, kak egi itu jones sama kayak syila bagaimana bisa mau tunangan. Lagian kaka ipar lupa apa gimana sih. Kan mau pergantian tahun. Dan untuk menyambut tahun baru kita berdoa dan menghias rumah kita dengan suasana seperti ini karena berharap semoga di tahun yang akan datang rumah ini jadi ramai dengan gelak tawa kebahagiaan, gitu kakak ipar... sebetul nya baru kali ini juga sih kakak ipar. rumah ini di dekor seperti ini lagi. Setelah sekian lama ibu meninggal," tutur Syila ada nada bahagia dan sedih yang terselip dalam perkataan nya.
Misa merangkul pundak syila lalu mengusap lembut rambut syila.
"Tp sekarang ada kaka ipar jadi rumah ini hangat kembali ... ya kan kakak," girang Syila kembali sambil melirik arga yang sedari tadi hanya memeluk misa dan sesekali memainkan pipi misa.
Sedang arga yang di lirik syila hanya acuh acuh saja.
"Kakak ipar syila punya oleh oleh loh buat kakak ipar... yuk syila tunjukkan!" ucap Syila sambil merangkul manja pada bahu misa.
Melihat syila bermanja pada misa. Arga segera melepaskan rangkulan tangan syila di bahu misa lalu menarik misa.
"Syila, kakak ipar mu akan sarapan dulu. Kau jangan bersikap seperti ini," tegas Arga merebut misa ke dalam rangkulan nya lalu membawa misa untuk mengikuti langkah kaki nya menuju meja makan.
Misa hanya menuruti mensejajari langkah kaki arga dan tersenyum ke arah syila sebelum diri nya benar benar berbalik.
__ADS_1
"Aaa... kak arga perusak suasana. Sebel..," gerutu Syila menghentak kan kaki nya sambil mengikuti kedua nya untuk menuju ruang makan.
BERSAMBUNG...