
Setelah cukup lama dan menjelaskan panjang lebar ke sekertaris Tang, dokter kevin dan asisten nya akhirnya pulang kembali ke rumah.
Sementara sekertaris Tang memerintahkan bi ane menyiapkan makanan yang di pinta kevin untuk misa
Dan kini tang dengan ragu akan mengetuk pintu di hadapan nya. Yaitu pintu kamar arga. Dengan keberanian dan kekhawatiran nya terhadap misa tang memberanikan diri mengetuk pintu
Tok...tok..tok..
"Tuan.." panggil tang setelah mengetuk pintu
Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar
Sekali lagi tang mengetuk pintu di hadapan nya
"Tuan.." panggil Tang lagi
Dan masih tidak ada jawaban lagi dari dalam kamar
Tang menghela napas nya dan menatap pintu di hadapan nya. Sekali lagi coba pikir tang.
Tang kembali mengetuk pintu di hadapan nya
"Tuan.. apakah tuan masih bangun" tanya tang
Dan hasil nya masih saja tidak ada jawaban dari dalam
Karena tang ingat dengan ucapan dokter kevin jika obat ini harus di berikan nya sekarang pada misa jika misa sudah siuman, dengan keberanian tinggi tang hendak memutar pintu kamar arga
Ceklek
Namun tiba tiba pintu kamar sudah di buka kan oleh arga dari dalam. Membuat tang bernapas lega
Tang masuk ke dalam kamar yang pintu nya sudah di buka, sementara arga telah kembali ke ranjang nya setengah terbaring dengan tatapan terus menatap misa yang masih terpejam
"Tuan. Dokter kevin memberikan obat ini untuk nona, dan harus nona minum jika sudah siuman" ucap tang meletakkan botol obat di atas nakas
Arga mengangguk kecil tidak menjawab atau bergumam
Sekertaris Tang masih memperhatikan kedua nya berdiri tidak jauh dari ranjang
__ADS_1
"Tang.." panggil arga pelan
"Iya tuan"
"Tang.." panggil arga lagi dengan suara parau
"Iya tuan, apakah ada yang di perlukan" tanya tang
Arga menggeleng pelan namun tatapan arga tidak pernah lepas menatap misa yang masih setia memejamkan mata nya
"Tang, benarkah yang di katakan s kevin itu" gumam arga pelan lalu mengusap wajah misa yang sudah tidak terlalu pucat lagi
"Apa yang di katakan dokter kevin. Jika nona sedang mengandung itu adalah benar tuan" tutur Tang membuat arga menoleh pada nya
"Kemarilah" pinta arga pada tang agar mendekat ke pada nya
Sekertaris Tang mendekati ranjang arga dan berdiri di samping ranjang
"Iya tuan, ada apa" tanya heran Tang
Plakk
Arga menimpuk kepala tang cukup keras membuat tang mengusap kepala nya yang sakit dan perih
"Ternyata bukan mimpi. Ini nyata Tang, aku bisa menyentuh mu" ucap arga seakan takjub dengan apa yang di lakukan nya dan melihat kedua tangan nya
Tuan kenapa anda bersikap seperti ini. Memang tuan pikir ini hanya mimpi. Kenapa harus menimpuk saya juga jika tuan ingin memastikan ini bukan mimpi
"Ini bukan mimpi tuan, ini kenyataan bahwa nona sedang mengandung" tutur Tang membuat arga menatap kembali pada tang
"Tang bolehkah aku memukul mu sekali lagi" pinta nya arga
Tidak tuan... saya tidak mau, ini saja masih terasa panas nya pukulan tuan
Plakkk
"Tuan..." ucapan Tang terhenti karena arga tiba tiba memukul lengan atas Tang dengan cukup keras membuat Tang lagi lagi mengusap bagian tubuh nya yang terasa panas akibat pukulan arga
"Benar..ini nyata, aku bisa memukul mu lagi tang. Romisa, istriku hamil..romisa" ucap arga lalu beralih menatap misa dan dengan ke hati hatian mengusap wajah misa
__ADS_1
Tuan ada apa dengan anda. Pantas saja dokter kevin bilang jika diri nya langsung di abaikan oleh tuan ketika mendengar nona mengandung ternyata sikap tuan seperti ini
Tidak berselang lama bi ane membawakan nampan besar yang berisi bermacam menu masakan sehat untuk misa
"Tuan, makanan untuk nona sudah siap" ucap bi ane yang baru datang namun arga masih menatap fokus pada misa dan tidak memperdulikan kedua nya yang ada di dalam kamar
Sekertaris Tang mengisyaratkan dengan mata nya pada bi ane agar menyimpan nampan tersebut di atas meja dekat sofa ruangan. Dan menyuruh nya agar segera kembali ke bawah karena sikap tuan nya sedang tidak ingin di ganggu. Bi ane menurut menunduk hormat lalu pergi meninggalkan ketiga orang di dalam kamar
Sekertaris Tang menghela napas nya lelah lalu menatap arga yang masih setia menatap misa dan mengusap wajah misa
"Tuan.." panggil Tang
Namun Tang di abaikan dan tidak di dengar arga
Benar benar tuan ini. Saya ingin istirahat tuan, ini sudah tengah malam
"Tuan.. jika nona sudah siuman usahakan nona untuk memakan makanan nya. Bi ane sudah menyiapakan makanan nya dan sudah meletakkan di atas meja. Dan jangan lupa obat nya tuan berikan pada nona agar nona cepat pulih dari kondisi nya yang sekarang" tutur Tang panjang lebar
Arga hanya mengangguk pelan dan tatapan nya masih fokus pada misa
"Baiklah, seperti nya urusan saya telah selesai tuan. Jadi saya akan pamit pulang" sambung Tang kembali dan menunduk hormat lalu berbalik hendak melangkah kan kaki nya
"Tang.." panggil arga sehingga mengurungkan niatan tang melangkah kan kaki nya
Tang menghela napas nya lalu berbalik kembali
"Iya tuan"
"Siapkan kamar ku di lantai bawah lengkap dengan segala ruangan. Aku ingin pindah kamar di lantai bawah untuk melindungi dua nyawa yang aku cintai" titah arga tegas dan menatap Tang
"Baik tuan"
"Dan satu hal lagi. Ganti semua pakaian romisa menjadi dress terusan berlengan panjang lengkap dengan kerudung nya" titah arga lagi
"Baik tuan" tegas Tang
"Baiklah kau boleh pergi, aku minta besok pagi sudah siap semua nya" ucap arga lalu kembali menatap misa
"Baik tuan" jawab Tang menunduk hormat dan berbalik lalu berjalan keluar kamar arga
__ADS_1
Kerja lembur lagi.. sungguh melelahkan... apa tidak bisa besok saja tuan.. saya ingin istirahat.. huh gumam Tang pelan setelah diri nya benar benar keluar dari kamar arga
BERSAMBUNG...