Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
81


__ADS_3

Setelah kedua nya membersihkan diri dan melaksanakan shalat magrib. Misa dan arga turun ke lantai bawah. Karena misa akan memasak kan makan malam untuk arga. Ketika sampai di ujung tangga mereka langsung di sambut oleh sekertaris Tang dan bi ane yang berdiri menghadap nya.


"Bi ane, tugaskan para koki untuk memasak makan malam di dapur samping atau belakang. Karena dapur ini akan ku gunakan. Dan kau Tang, pastikan jangan ada orang yang masuk ke dapur ini sebelum aku selesai," titah arga lalu menarik pinggang misa agar merapat kepada nya.


"Baik tuan," jawab Tang dan bi ane lalu menunduk hormat.


Arga dan misa berjalan menuju dapur.


Kenapa dia masih menugaskan para koki untuk memasak. Huh.. syukurlah. Jadi aku rasa akan membuat masakan nya 1 atau 2 macam saja.


Sesampai nya di dapur arga langsung mengunci pintu geser kaca dan menutup semua gorden nya. Misa mengkerutkan alis nya heran.


"Suamiku, kenapa pintu nya di kunci dan gorden nya di tutup semua?" tanya misa heran.


Namun arga bukan menjawab pertanyaan misa. Malah membuka kan kerudung misa lalu melempar nya pada sampiran kain di dapur.


Kenapa kerudung ku di buka singaa.. nanti jika ada yang lihat gimana.


Lalu arga merapikan rambut misa hendak mengikat nya namun tidak bisa mengikat nya dengan benar.


Singaaa sudahlah jika kau tidak bisa mengikat rambut ku kenapa memaksa sekali.


"Suamiku. Biar aku saja yang mengikat rambut ku," pinta misa dan hendak mengambil alih rambut nya.


"Tidak, biar aku." Tegas arga memaksa.


Misa menghela napas nya.


Mau sampai kapan kau terus membolak balik rambut ku singaa.. kapan akan di mulai memasak nya.


Tidak lama kemudian. Arga telah selesai mengikat rambut misa meskipun bukan ikatan yang rapih tp setidak nya rambut misa sekarang sudah terikat.


"Bisa kan," ucap arga menunjukkan hasil kerja nya dengan bangga arga tersenyum.


Misa melirik hasil kerja arga dari kaca setengah body yang ada di dapur.


Baiklah lumayan. Dari pada nggak sama sekali.


"Iya suamiku, terimakasih." Ucap misa lalu tersenyum.


Arga mengecup kedua pipi misa gemas.


Arga mengambilkan dua apron untuk memasak lalu memakaikan nya pada misa dan diri nya juga.


Eh kenapa s singa pakai apron juga. Apa dia mau ikutan masak. Apa dia bisa memasak.


Misa mulai mengeluarkan bahan bahan masakan yang akan misa buat untuk memasak sup ayam kentang wortel dan mulai mengolah bahan bahan nya. sedang arga senang merecoki misa dengan sesekali mencolek hidung misa dan mencium wajah misa.


Singaa.. tidak bisakah kau diam duduk di kursi bagaimana aku akan memasak jika kau terus mengganggu ku.


"Suamiku, duduk lah di kursi. Lihat saja ketika aku memasak yaah," pinta misa dan menuntun lengan arga agar mengikuti nya ke kursi pantry.


"Aku akan membantu mu," tolak arga dan membuka salah satu bahan masakan yang sudah tertera di meja dapur.

__ADS_1


Kau itu bukan membantu tapi membuat ku risi dan membuang waktu ku singaa. Ingin rasa nya aku berteriak.


"Baiklah suamiku mau membantu ku kan. Tolong potongi wortel ini bisa kan," pinta misa memberikan 1 wadah wortel yang sudah di kupas nya


Arga menatap wortel itu, "beri contoh," ucap nya.


Singaa kau. Nggak bisa masak. Sok sok an mau bantuin.


Misa mencontohkan memotong wortel dengan potongan kotak yang sama panjang dan rapih.


"Seperti ini suamiku, bisa kan." Ucap misa memberikan hasil potongan nya yang rapih.


Arga mengangguk mengerti lalu berlalu menuju salah satu lemari dapur dan mengambil sesuatu dari dalam nya lalu duduk di kursi pantry dan mulai memotong wortel.


Sedang misa sudah mulai sibuk dengan memotong daging ayam dan membuang bagian kulit nya.


Kenapa s singa lama sekali memotong wortel saja. Sedang aku saja sudah selesai dengan membersihkan ayam.


Misa sudah selesai dengan ayam nya dan menghampiri arga yang duduk di meja pantry yang sedang sibuk memotong wortel.


"Suamiku, kenapa memotong wortel saja pakai di ukur dengan penggaris segala," celoteh misa karena melihat arga memotong wortel nya di ukur dengan penggaris.


"Biar sama panjang dan lebar nya," jawab arga yang fokus dengan potongan nya.


Ya tuhaaannn. Pantas saja lama. Ternyata dia benar2 tidak bisa di andalkan.


Misa mengehal napas nya pelan.


"Suamiku biar aku saja yang memotong nya, suamiku duduk dan lihat saja," ucap misa mengambil alih wadah wortel.


Sedang Arga yang tidak mau diam menghampiri misa dan memeluk misa dari belakang lalu meciumi leher dan bahu misa yang terlihat karena tidak memakai kerudung.


Ya tuhaan bagaimana aku akan fokus singaa. Kenapa kau berbuat seperti ini ketika ku memasak.


Misa mengedikkan bahu nya untuk menghentikan arga. Namun arga semakin gencar menggoda misa.


"Romisa, seharusnya seperti ini suami istri itu, menemani istri nya memasak." Ucap arga dan kembali menggoda misa dengan semakin liar.


S singaa belajar dari mana sih hal semesum ini. Kenapa sikap nya semakin menjadi.


Biar ku kerjai kau singaa.


"Suamiku. Setahu ku. Selain menemani istri nya memasak. Suami juga harus mau mencicipi makanan yang sedang di olah oleh istri nya. Apakah suamiku mau mencoba nya?" tanya misa.


Arga menghentikan kegiatan nya yang terus menggoda misa. Lalu beralih memeluk erat misa dan mengembulkan kepala nya di pinggir kepala misa.


"Boleh, akan ku coba," balas nya.


Misa yang sedang memotong bahan masakan tersenyum misterius lalu melirik arga.


"Benarkah?" tanya misa.


Arga mengangguk mengiyakan lalu melepaskan pelukan nya dan beralih memeluk misa dari depan.

__ADS_1


"Baiklah, suamiku tutup mata mu. Nanti ku suapi makanan nya," titah misa.


Arga mengernyitkan alis nya bingung.


"Kenapa harus menutup mata?" tanya nya.


Misa menangkup sebelah pipi arga.


"Agar terlihat romantis."


Arga menatap misa sejenak lalu mengangguk pelan dan akhirnya menurut menutup mata nya.


Misa dengan jail nya menyuapkan potongan buncis di atas setengah sendok bubuk pala ke mulut arga.


Rasain singaa.. rasakan pembalasan ku.


Sedang arga yang tanpa curiga memakan nya dan mengunyah nya. Wajah arga seketika merah menahan rasa pahang dan pedas dari apa yang di makan nya.


"Romisa, apa itu. Kenapa rasa nya seperti ini?" tanya arga.


Misa menahan tawa nya.


"Itu olahan makanan yang akan ku buat suamiku. Kenapa, apa tidak enak?" ucap misa berpura pura sedih.


Arga memaksakan menelan makanan yang ada di mulut nya untuk tidak membuat misa sedih. Lalu arga menangkup wajah misa.


"Enak, teruskan." Ucap arga.


"Apakah suamiku akan mencoba yang lain nya lagi?" tanya misa lagi.


Arga terdiam sejenak lalu mengangguk mengiyakan.


"Tutup kembali mata mu suamiku."


Arga menurut menutup kembali mata nya.


Kali ini misa dengan senyum jahat nya mengambil potongan wortel dan di simpan di atas setengah sendok bubuk lada.


Haha... singaa makan lah. Enak ko. Sangat enak.


Misa menyuapkan potongan wortel itu ke mulut arga.


Dan lagi lagi wajah arga langsung merah menahan rasa pedas di mulut nya dan hendak memuntahkan nya.


Namun misa masih memasang wajah sedih sehingga mengurungkan arga memuntah kan nya.


"Kenapa wajah mu merah suamiku, apakah benar makanan yang akan ku buat tidak enak?" tanya misa masih dengan ekspresi sedih.


Arga menggelengkan kepala. Lalu menutup mulut nya. Dan dengan terpaksa arga kembali menelan nya lagi.


"Romisa. Kau teruskan masak nya. Aku keluar sebentar," ucap arga mengusap lembut kepala misa. melepaskan apron yang di pakai Lalu arga berlalu meninggalkan misa yang menahan tawa.


Haha.. dari tadi seperti itu singaa. Jangan mengganggu ku. Tp kenapa s singa mau menurut aja yah di bodohi.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2