Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
85


__ADS_3

Misa baru keluar dari kamar mandi dengan senyuman bahagia terukir di bibir nya.


Ternyata benar obat yang di berikan cesa manjur juga. Buktinya aku sekarang haid. Akhirnya aku terselamatkan dari kemesuman s singaa..


Ceklek.


Pintu kamar terbuka. Arga memasuki kamar nya yang langsung bertemu pandang dengan misa yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


Arga mengunci pintu kamar nya lalu berjalan ke arah sofa dan duduk dengan kepala bersender ke senderan sofa lalu memejamkan mata nya.


Ada apa dengan s singa. Apa dia ada masalah kenapa kelihatan nya seperti ada masalah.


"Kemarilah," titah arga dengan masih memejamkan mata nya.


Misa menurut menghampiri arga dan langsung duduk di samping nya.


Arga membuka mata nya lalu sebelah tangan arga menarik misa ke dalam rangkulan nya.


Eh singaaa kenapa tiba2 lagi seperti ini sih.


"Romisa, bolehkah aku meminta nya malam ini. Hak ku sebagai suami mu," tanya arga sambil tangan mengusap lembut rambut misa.


Haha... tidak akan bisa singaa. Karena aku sedang merah.


"Maafkan aku suamiku. Seperti nya tidak bisa malam ini," ucap misa yang membuat arga menghentikan pergerakan tangan nya yang mengusap rambut misa.


Arga menegakkan punggung nya dari senderan. Lalu mengangkat dagu misa dengan telunjuk sehingga misa mendongak ke arah nya.


"Kenapa?" Tanya nya.


"Karena aku sedang datang bulan suamiku," tutur misa pelan.


Arga menghela napas nya pelan dan melepaskan telunjuk nya di dagu misa. Lalu beralih mengusap lembut puncuk kepala misa.


"Baiklah kau bebas malam ini," ucap arga lalu bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah ranjang.


"Tidurlah romisa," titah arga yang di angguki misa.


Misa mematikan lampu ruangan lalu ikut berbaring di samping arga.


Tiba tiba arga menarik dan memeluk perut misa sehingga misa menyamping ke arah nya lalu arga menenggelamkan kepala nya di dada misa.


Misa terlonjak kaget dengan perlakuan arga. Dan ingin mendorong nya namun. Mengingat arga akan mengamuk jika dia melakukan itu. Misa mengurungkan niat nya. Dan terdiam kaku.


"Usaplah," titah arga menaruh tangan misa ke kepala nya.


"Aku ingin tidur," sambung arga lagi. Dan mempererat pelukan nya. Misa menurut mengusap rambut arga seakan sedang menidurkan balita dalam pelukan nya.


Singaa tidak bisakah sikap mu tidak manja seperti bayi besar. Bagaimana aku bisa tertidur dengan nyaman jika kau memeluk ku seperti ini. Huhf. Benar benar s singaa ini.

__ADS_1


Dan tidak lama kemudian kedua nya tertidur dengan arga masih betah di pelukan nya misa.


-------


Ya tuhan kenapa perut ku sakit banget. Dan rasa nya lemes. Kepala ku juga pusing. Apa ini karena kram perut akibat haid. Tp kenapa sakit nya sehebat ini.


Misa memegangi perut nya karena sakit dan tangan nya naik ke atas lalu menjambak rambut arga kuat yang saat itu kepala arga masih di dada nya..


Arga terperanjat dengan tarikan kuat di rambut nya.


"Aaaaa.. romisa kenapa kau menjambak ku," tukas arga terbangun dari tidur nya dan memegang kepala nya yang di tarik kuat oleh misa.


Namun misa tidak menjawab karena seakan misa tidak memperdulikan sekitar nya akibat rasa sakit yang di rasa nya semakin bergejolak. Misa semakin kuat menjambak rambut arga sehingga arga ikut ikutan mengaduh merasakan sakit di kulit kepala nya.


"Hey, lepaskan tangan mu romisa. Kepala ku sakit," tegas arga lagi mulai kesal.


"Singaa... sakiiitt," celetuk misa beralih memegangi perut nya karena merasakan sakit yang luar biasa.


Setelah terbebas rambut nya dari cengkraman kuat tangan misa, arga menjauhkan kepala nya dan mengusap kepala nya yang terasa perih dan nyeri.


"Aku bukan singa hewan peliharaan mu, tapi aku suami mu romisa," ucap arga di sela gerakan tangan nya yang mengusap kepala.


"Singaaa...saakiit," celoteh misa lagi di sela merasakan rasa sakit nya.


Arga langsung tersadar dengan kata sakit yang di lontarkan misa. Arga langsung berhambur memidai seluruh tubuh misa untuk memastikan dimana bagian yang di rasa sakit nya.


Misa memegang bagian perut yang merupakan sumber rasa sakit nya.


"Romisa, apakah ini yang sakit. Tunggu sebentar, tahan romisa," ucap arga setelah menunjuk bagian yang di rasa sakit oleh misa. Lalu arga memencet tombol intercom telpon rumah di atas meja nakas untuk menghubungi bi ane.


"Bi ane. Cepat panggilkan dokter kevin sekarang juga. Cepat!!" Teriak arga dalam perintah nya.


Arga meraih tubuh misa kembali untuk tetap dalam pelukan nya.


"Romisa, tahan lah." Ucap arga mengusap rambut misa lembut.


"Singaa... ini sakit sekali," celoteh misa lagi mengaduh sakit namun mata misa masih terpejam.


"Kau terus memikirkan hewan peliharaan mu itu di saat keadaan seperti ini. Pikirkan kondisi mu," tegas arga tidak suka.


Misa menangis karena rasa sakit di perut nya semakin menjadi. Lalu mencengkram kerah baju arga kuat.


"Hey, kau marah karena aku melarang mu memikirkan hewan peliharaan mu itu. Jangan seperti ini romisa. Lihat wajah ku. Aku suami mu," ucap arga lagi sedikit meninggikan suara nya satu oktaf lalu arga menahan tangan misa yang semakin mencengkram kuat kerah baju piama nya.


Namun misa tidak menanggapi celotehan arga karena yang misa pikirkan bagaimana cara nya menghentikan rasa sakit yang di derita nya.


"Romisa, tenanglah. Aku ada di sini," ucap arga lagi mencoba menenangkan misa. Dan kembali memeluk misa lalu mengecup dan mengusap lembut rambut misa.


Jangan menangis romisa. Maafkan aku kalau aku sedikit membentak mu tadi hanya karena hewan peliharaan mu. Aku hanya tidak suka kau memikirkan yang lain sementara aku ada di hadapan mu.

__ADS_1


Arga terus menghujani misa dengan kecupan di puncuk kepala misa untuk menenangkan nya. Namun hal itu tidak berhasil meredakan rasa sakit di perut misa. Dan misa hanya bisa mengaduh menahan rasa sakit nya.


"Kenapa si kevin lama sekali datang nya," ucap arga kesal. Dan hendak meraih gagang telpon nya kembali. Namun sebuah ketukan dari pintu kamar mengurungkan niatan nya.


Arga melepaskan pelukan nya di tubuh misa dengan hati hati Lalu mengambil kerudung misa yang berada di sofa dan memakaikan nya pada misa.


Arga menuju ke arah pintu untuk membuka kan nya.


"Tuan, apakah tuan sakit. Dokter kevin sedang dalam perjalanan," ucap bi ane setelah arga membuka kan pintu nya.


"Istri ku yang sakit. Cepatlah kenapa lama sekali s kevin," balas arga dan memijit pelipis nya karena masih merasakan pening akibat jambakan di rambut nya.


"Nona! Sakit apa nona, tuan." Kaget bi ane.


Namun arga tidak menanggapi nya. Dan memilih menuju ranjang nya lagi untuk memeluk misa. Dan membiarkan bi ane masuk.


Bi ane masuk dan melihat misa tampak mengernyit, mengaduh menahan sakit nya.


"Tuan saya ambilkan air hangat dulu untuk nona," ucap bi ane yang di balas angguk kan kepala oleh arga.


Bi ane keluar kamar dan di gantikan dengan syila dan egi langsung berhambur ke dalam kamar.


"Ka arga kenapa di lantai bawah sudah ramai oleh para pelayan. Dan bi ane bilang kaka ipar sakit. Sakit apa kaka ipar kesayangan syila," seloroh syila dan langsung naik ke atas ranjang berhambur ke misa.


Arga dengan posesif nya langsung memeluk misa agar lebih merapat pada diri nya.


"Kau turun saja ke bawah syila. Kaka ipar mu butuh istirahat, dan kau harus sekolah besok." Tegas arga memerintah.


Syila memberenggut kesal, " tp syila ingin lihat dan menemani kaka ipar," ucap syila.


Arga menatap tajam ke arah syila sehingga syila mau tidak mau turun dari ranjang dan berlalu meninggalkan arga, misa dan egi.


Arga menatap egi tidak suka. "Kau juga turun," titah arga.


"Kenapa?" Tanya egi dengan tatapan tajam nya.


"Kau tidak di butuhkan, keluarlah!!" Bentak arga.


Egi mendengus kesal. Mengepalkan kuat tangan nya dan menatap tajam ke arah arga, Lalu menuruti arga keluar kamar meninggalkan arga dan misa yang tampak sudah tekulai lemah.


"Romisa, sadarlah. Aku di sini." Ucap arga lembut dan mengusap wajah misa yang sudah terlihat pucat.


Misa membuka mata nya sejenak lalu tersenyum, "singaaa," celetuk misa lalu kembali memejamkan mata nya.


"Saking suka nya kau mempunyai hewan peliharaan singaa. Sampe2 dalam keadaan mu seperti ini masih sempat nya kau menyebutkan nama nya," ucap arga tidak suka. Namun masih membelai rambut misa lembut dan mengecup puncuk kepala misa beberapa kali.


Bi ane datang menyimpan air hangat di atas nakas lalu kembali keluar dari kamar arga. Karena arga seperti nya tidak mau ada orang lain di kamar nya selain mereka berdua.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2