Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
45


__ADS_3

Di Meja Kantin.


Misa, Rina dan Cesa sedang duduk untuk menikmati makanan.


"Mis, kamu bawa bekal lagi?" tanya Rina saat melihat Misa mengeluarkan kotak bekal serta satu botol minuman dari dalam paper bag yang di berikan Cesa.


Misa tersenyum membuka tutup kotak bekal. "Iya Rina, buat hemat." Alasannya.


Rina manggut-manggut kecil, lalu menghela napas pelan.


"Ya sudah, kamu Cesa mau pesan apa biar sekalian aku pesan kan?" tanya Rina beralih menatap pada gadis cantik yang duduk di samping Misa.


"Seperti yang waktu itu saja Bu Rina pesankan," Jawab Cesa.


"Baiklah, aku pesan dulu yah." Rina bangkit dari duduk nya lalu keluar area meja dan berjalan menuju pantry kantin.


Sepergian Rina, bergantikan Pak Dani datang menghampiri meja mereka.


Pria tampan itu telah berada di samping meja. "Bu Misa sudah makan? Saya bawa kan bekal," tanyanya sambil meletakkan paper bag ke atas meja.


Misa mendongak melihat siapa yang meletakkan paper bag itu, lalu ia melirik paper bag di hadapannya. Alisnya mengernyit heran.


Apa dia tidak lihat, di hadapan ku sudah ada kotak bekal.


"Saya sudah bawa bekal dari rumah Pak, itu buat Pak Dani aja," jawab Misa menunjuk kotak bekal milik nya.


Pak Dani melirik bekal yang sedang Misa kuasai, ia menghembuskan napas kasar.


"Bu Misa, bisakah sekali ini saja kamu menerima apa yang ku berikan?" Melas Pak Dani dengan tatapan sendu.


Seketika membuat Misa tertegun yang di balas menatap heran. Ada apa dengan dia? Kenapa tatapannya seperti itu?


Kemudian ia melirik ke arah Cesa yang sedang menatap dingin ke arah pria itu.


Misa menghela napas pelan.


"Baiklah, terimakasih bekal nya," ucap Misa lemah.

__ADS_1


Seketika pancaran mata pria tampan berseragam guru itu berubah berbinar senang, ia tersenyum lebar.


"Ya sudah, makanlah Bu Misa bekal nya, saya permisi. Assalamualaikum," pamit Pak Dani dan berlalu meninggalkan meja.


"Walaikumsalam."


Misa mengambil paper bag yang di berikan Pak Dani tadi, kemudian ia mengeluarkan kotak bekal di dalam nya dan membuka tutup kotak bekal itu. Misa meletakkan kotak bekal tersebut di tengah-tengah meja makan.


Rina datang membawa nampan dengan dua mangkuk bakso dan dua gelas es teh.


"Mis, tadi aku lihat ada Pak Dani. Mau apa dia ke meja kita?" tanya Rina yang sudah meletakkan nampan berisi dua mangkuk itu di atas meja.


Misa menunjuk kotak bekal yang ada di tengah meja hingga mendapat jawaban ber-oh ria saja dari Rina.


Rina memasuki meja dan duduk di kursi berhadapan dengan kedua temannya. "Bukannya kamu udah bawa bekal Mis, kenapa di terima?" tanyanya dengan alis berkerut heran.


"Udah bilang sih tadi, tapi Pak Dani nya meminta untuk di terima," ucap Misa sambil menyendokkan makanan di kotak bekal ke mulut.


"Cesa nih bakso mu," Rina memberikan mangkuk bakso ke depan Cesa yang langsung di terima oleh sang empu.


"Lah terus siapa nih yang akan makan bekal dari Pak Dani?" tanya Rina sembari mengaduk kuah bakso di mangkuk.


"Buat saya Bu Misa?" Celetuk Cesa yang sudah memakan potongan bakso.


"Iya, kalau bukan buat kalian buat siapa lagi Rina, Cesa, masa aku makan dua kotak bekal sedang isi nya makanan berat semua, sedang kamu dengan cesa kan hanya makan bakso. tolong habiskan yaa," ujar Misa di sela mengunyah makanan.


Rina menganggukkan kepala. "Yaudah deh aku makan nih, Ces bantuin habisin." Mulai menyendok makanan di kotak bekal itu.


Cesa mengikuti apa yang di lakukan Rina, menyendok makanan di kotak bekal tersebut dan mencampurnya dengan bakso.


"Misa, pulang mengajar jalan-jalan yuk. Udah lama aku nggak jalan bareng kamu," usul Rina antusias.


Cesa menatap Rina datar lalu melirik Misa menunggu jawaban.


"Jalan-jalan kemana Rina?" tanya Misa masih sibuk mengunyah makanan.


Rina tampak berpikir sejenak dengan bola mata melirik ke atas.

__ADS_1


"Kalau nggak salah denger, deket sini ada pameran tanaman hias Mis," ucap Rina memberikan ide.


"Yang bener, Rin?" tanya Misa girang.


"Bener Misa, nanti kita ke sana aja."


"Baiklah, tapi sepertinya jangan terlalu sore yah nanti pulang nya."


Rina mengacungkan satu jempol di akhiri senyuman lebar.


Sedang Misa berbisik ke arah Cesa untuk meminta izin pada Sekertaris Tang karena akan pulang terlambat.


Cesa langsung berkirim kabar dengan Tang yang akhirnya mendapat izin langsung.


Di meja kantin Misa, Rina dan Cesa menikmati makanan masing-masing dengan di selingi obrolan seputar pengajaran di sekolah itu. Dan kadang membahas murid yang menurut mereka cukup bandel dan nakal.


*****


Sementara di kantor Arga.


Tang memasuki ruangan tuannya, ia berdiri di hadapam meja. "Tuan, ada kabar dari Cesa," ucap Sekertaris Tang.


Arga menoleh kan kepala nya dan menatap menuntut minta kelanjutan ucapan dari pria di sebrang meja.


"Nona meminta izin pulang terlambat." Lanjut Tang.


Arga mengkerutkan dahi, masih meminta kelanjutan ucapannya.


"Meminta izin untuk jalan-jalan bersama sahabat nya yang bernama Rina."


Hah... menghela napas pelan, Arga menyandarkan punggung ke badan kursi kebesarannya itu.


"Biarkan dia," ucap Arga.


"Baik Tuan." Sekertaris Tang menunnduk hormat lalu berbalik melangkah pergi.


Terulas senyuman di bibir Arga sembari memutar pen yang tengah di pegangnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2