Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
59


__ADS_3

Rina dan Cesa datang ke meja, dengan tangan mereka membawa nampan. Rina membawa nampan berisi 5 piring kecil cake sedangkan Cesa membawa nampan berisi 5 gelas minuman yang berbeda warna.


"Misa nih aku bawain cake selai kacang kesukaan mu." Rina meletakkan piring kecil yang berisi cake.


"Bu Misa, saya juga bawain minuman. Soal nya minuman ibu kan di minum Bu Rina." Ucap Cesa sambil meletakkan segelas air minum berwarna orange di hadapan Misa.


Misa manggut-manggut kecil di sertai senyuman. "Padahal aku udah kenyang, tapi makasih Rina, Cesa."


"Hmm... masama." Jawab Rina dan Cesa kembali duduk di kursi nya.


Setelah mereka duduk kembali, datanglah seorang pramusaji pria membawakan botol besar dengan semangkuk kecil cabe rawit merah lalu memberikan nya kepada Rina.


"Nih Kak pesanannya." Ucap pramusaji itu memberikan bawaan.


Rina menerima dan tersenyum. "Terimakasih yaa Dek."


Rina meletakkan 1 botol besar yang kosong dan juga semangkuk kecil cabai rawit merah itu di tengah meja.


Dan seketika Misa juga yang lainnya menatap heran pada apa yang ia letakkan.


"Bu Rina, buat apa kamu membawa botol itu kemari?" tanya Pak Dani dengan alis berkerut.


"Buat bikin permainan." Timpal Rina.


"Permainan?" Bingung Cesa.

__ADS_1


Rina menangkup kedua tangan di depan, melirik orang yang berada di meja secara bergantian. "Jadi gini, mumpung kita semua lagi pada ngumpul. Gimana kalau kita main permainan?"


"Permainan apa Rina?" Tanya Misa.


"Truth or Dare nama permainannya."


Misa mengkerutkan kening menatap tanya meminta penjelasan.


Rina menghela napas pelan. "Jadi gini aturan main nya. kita putar botol ini lalu ketika botol ini berhenti berputar dan mengarah ke siapa, dia harus memilih salah satu, jujur atau tantangan. Nah, tantangan nya harus makan 1 cabe ini tanpa minum, dan jika memilih jujur harus menjawab 1 pertanyaan dari orang yang mengajukan pertanyaan. Tapi harus jawab jujur jangan berbohong. Gimana, setuju nggak?" Melirik semua wajah meminta persetujuan.


"Kalau yang jadi korban nya menjawab jujur gimana?" Tanya Pak Dani.


"Yaa yang mengajukan pertanyaan yang makan cabe." Jelas Rina menepuk mangkuk cabai.


"Oke lah." Ucap setuju Pak Dani.


"Saya sih ikut aja," ucap Cesa menimpali.


Dan kini semua orang menatap Misa menunggu persetujuannya.


Misa mengangguk pelan. "Bo-boleh."


"Oke lah kita mulai saja permainan nya, aku yang pertama puterin botol yaah." Antusias Rina memegang badan botol lalu mulai memutarnya.


Botol tersebut memutari melewati Dani, Egi, Misa, Cesa dan akhirnya berhenti mengarah tepat ke arah Rina sendiri.

__ADS_1


"Siapa yang mau bertanya?" Rina mengedarkan pandangannya pada semua yang memutari meja itu.


Namun semua orang hanya saling pandang dan terdiam tak bersuara.


"Nggak ada nih?" tanya Rina lagi.


"Saya Bu Rina." Cesa mengangkat sebelah tangan.


Seketika senyuman sumringah dari bibir Rina terulas. "Wah Cesa, mau tanya apa sama saya?"


"Bu Rina ada tidak di sekitar sini pria yang Bu Rina suka, dan sebutkan siapa?" Tanya Cesa seketika membuat gadis itu membeku dan melirikkan mata ke seseorang yang berada di meja.


"Rina mau truth or dare?" Tanya Misa memberikan pilihan.


"Dare aja deh." Ucap Rina mengambil satu buah cabe rawit merah lalu langsung memakan nya.


"Hah...hah pedas." Celoteh Rina langsung menyambar gelas air.


Misa terkekeh geli melihat wajah Rina yang merah padam. Padahal tinggal jujur aja sih Rin, kalau kamu suka dia.


"Oke... sekarang kita putar lagi botol nya." Pak Dani mengambil alih botol lalu mulai memutar botol nya kembali.


Botol itu terus berputar searah jarum jam, melewati Rina, Cesa, Misa, Egi, Dani dan terus berputar satu putaran lagi yang akhirnya behenti dan mengarah ke arah seorang gadis bergaun peach.


"Misa." Serempak Rina dan Pak Dani.

__ADS_1


"Eh." Terhenyak Misa membeku.


BERSAMBUNG...


__ADS_2