Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
122


__ADS_3

Sepeninggalan nya misa dan syila


Arga yang sedari tadi memperhatikan ke pergian nya misa untuk memastikan jika misa pergi ke tempat para pelayan perempuan bukan ke sekumpulan para koki. Kini pandangan mata nya beralih menatap egi tajam yang saat itu egi juga sedang memperhatikan misa dari kejauhan


"Egi" panggil arga tegas


Egi mengalihkan pandangan nya ke arah arga yang ada di hadapan nya lalu menatap dingin ke arah arga


"Kau sudah baca isi amplop yang ada di atas meja, Tang sudah menyimpan nya di ruangan belajar mu" tanya arga memastikan


Egi tersenyum miring ke arah arga lalu dengan bersedekap tangan membalas tatapan arga tak kalah tajam


"Kenapa!! kaka mengusirku untuk menjauh kan egi dari misa. Itu tidak mungkin ka. Bagaimana pun egi tidak akan pergi meskipun kaka mengusir ku" tutur egi dengan nada tenang


Arga sedikit tersulut emosi nya namun bisa mengontrol kembali amarah nya. Sejenak arga berpikir lalu kembali menatap egi tajam


"Ku pikir kau sudah menyerah setelah di beri saran oleh romisa seperti itu" ucap arga tersenyum mengejek


Egi memajukan tubuh nya agar lebih dekat menatap arga


"Untuk merebut egi sudah menyerah karena egi tahu kebahagiaan misa dimana. Tapi untuk selalu dekat dengan nya egi tidak akan menyerah, kaka tahu kan maksud egi" tegas egi menyeringai


Arga terkekeh mendengar ucapan egi lalu menaruh kedua tangan nya di atas meja dengan jemari saling mengait lalu menatap tajam ke arah mata egi


"Ternyata kau belum menyerah juga setelah apa yang di katakan oleh romisa ISTRIKU, ku hargai ke teguhan mu egi" ucap arga menekan kata istri lalu tersenyum ironi


Egi mendengus mengalihkan pandangan nya mengamati misa yang sedang tersenyum senang berceloteh dengan syila di antara para pelayan.


bagaimana bisa misa menyukai kaka nya yang arogan ini pikir egi


Arga melemparkan satu tangkai bunga anggrek yang ada di vas bunga di tengah meja ke arah egi

__ADS_1


"Hey, berhenti menatap nya seperti itu" tegas arga tidak suka karena melihat arah pandang egi ke arah misa


Egi beralih menatap kaka nya dan berdecak pelan. "Kenapa ka!! Egi yang punya mata jd bebas egi mau menatap siapa yang egi suka. Termasuk misa" ucap egi lalu tersenyum miring


Arga menghela napas nya kasar lalu menatap serius pada egi


"Baiklah, kaka beri kau dua pilihan" tutur arga membuat egi menanggapi keseriusan arga


"Apa" tanya egi penasaran


"Keluar atau pengganti. Itu pilihan mu dan waktu penentuan pilihan mu di mulai dari sekarang sampai kau benar2 lulus dari sekolah SMA mu. Bagaimana kau setuju. Jika kau tidak setuju jangan salahkan kaka melakukan cara tegas ke pada mu egi. Dan kau sudah tentu tahu cara tegas itu apa" telak arga membuat egi tidak bisa berkutik apa2


Egi mengkeratkan gigi nya menahan amarah lalu balas menatap tajam arga


"Baiklah egi setuju" ucap nya mantap


Lagi lagi arga terkekeh melihat kegigihan adik nya itu yang tidak pernah mau mengalah jika mengenai romisa


"Ka arga, ka egi. Mau nggak" teriak syila di kejauhan mengalihkan kedua nya menoleh ke arah syila yang mengacungkan hasil panggangan nya yaitu jagung dan sosis


Arga dan egi hanya tersenyum namun sorot mata mereka ke arah misa yang berada di samping syila.


Syila berdecih sebal


"cih!! Di tanya cuman cungar cengir aja. Jawab kek, apa susah nya sebel jadi nya" gerutu syila sambil meletakkan jagung dan sosis ke atas piring


Misa melihat syila menggerutu, misa mencubit pelan ujung hidung syila


"syila, jangan berkata seperti itu pada kaka2 mu. Lebih baik, kita bawa semua ini ke sana, yuk. Di jamin syila nggak akan sebel lagi" bujuk misa mengambil alih nampan besar di atas meja di hadapan nya


Syila tampak girang dan merangkulkan lengan nya di pundak misa

__ADS_1


"Kaka ipar memang is the best dech bisa bikin mood syila selalu senang" ucap syila dan mencium pipi misa


Misa mengangkat nampan besar di atas meja dan hendak melangkah kan kaki nya.


"Nona, biar saya yang bawakan" celetuk salah satu pelayan wanita


Misa tersenyum


"tidak perlu, biar saya saja. teruskan saja kegiatan kalian dan nikmati malam ini" tutur misa tenang


"Tapi nona, tuan akan.." ucapan pelayan wanita, terpotong karena misa segera menyela nya


"Ini permintaan saya, jd jangan takut" sela misa lalu berbalik menghampiri syila yang masih merecoki para pelayan yang sedang memanggang makanan. Lalu mengajak nya untuk ke meja mereka


misa dan syila berjalan ke arah meja mereka yang jarak nya cukup jauh. Dengan misa memegang nampan besar di tangan nya


Arga yang melihat misa membawa nampan besar tersebut menoleh pada sekertaris Tang yang berdiri berada di samping belakang nya.


"Tang kenapa kau membiarkan romisa membawa nampan sebesar itu. Lihatlah tubuh mungil nya tidak sebanding dengan bawaan nya. Ambil alih nampan itu" titah arga tegas


"Baik tuan" ucap tang dan menunduk hormat lalu Tang menghampiri misa dan syila


Setelah berada di hadapan misa dan syila.


"Nona, biar saya bawakan. Anda langsung saja ke meja anda" ucap sekertaris Tang mengambil alih nampan misa tanpa menunggu persetujuan dari misa


Misa akan membuka bibir nya untuk berkata namun syila menarik lengan misa


"Yuk kaka ipar" ucap syila menarik lengan misa sehingga mengurungkan niatan nya untuk berkata pada Tang


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2