Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
119


__ADS_3

Misa, arga dan syila telah sampai di meja makan. Lalu duduk di kursi nya masing masing, sedang egi sedari tadi telah berada di meja makan menunggu ketiga nya.


"Suamiku mau sarapan apa?" tanya Misa setelah diri nya duduk di kursi makan.


"Roti panggang selai kacang," ucap Arga.


Misa mengambil roti panggang dua porsi lalu melapisi nya dengan selai kacang, kemudian misa meletakkan ke piring arga dan piring nya.


Misa memakan sarapan nya dengan sangat lahap seperti belum makan seharian. Arga yang melihat misa makan dengan lahap seperti itu tersenyum senang. Tumbenan romisa makan dengan lahap pikir arga.


Sedang Egi memakan sarapan nya, dan sesekali melirik misa yang tidak jauh dari pandangan nya, yang membuatnya mengkerutkan alis heran.


"Kaka ipar apakah roti panggang nya sangat enak? Syila jadi pengen nyobain dech," celoteh Syila di sela kunyahan nya.


Misa mengangguk dan tersenyum canggung mendengar ucapan syila.


"Iya syila, roti nya enak sekali. Jadi kaka semangat memakan nya," balas Misa, membuat syila mengambil menu roti panggang dan di lapisi dengan selai kacang seperti yang di makan oleh misa.


Misa menghabiskan roti panggang di piring nya dengan cepat. Dan kini misa hendak mengambil kembali roti panggang di antara menu sarapan lain. Namun gerakan tangan misa terhenti karena pandangan nya teralihkan ke yang lain.


Melihat roti dia seperti nya enak sekali, jika aku mengambil nya. Dia tidak akan marah kan?


Misa melirik roti panggang yang baru di gigit satu gigitan oleh arga, yang sedang di pegang oleh arga sendiri. Dan tiba tiba misa menyambar roti arga yang akan arga suapkan ke mulut nya. Tiba tiba tangan arga telah berbelok menyuapkan ke mulut misa dan kini roti itu ada di depan bibir misa.


"Suamiku, roti mu seperti nya sangat enak. Tidak apakah aku menggigit nya?" tanya Misa pada arga yang terperanjat dengan perlakuan misa secara tiba tiba.


Seakan tersadar kembali arga mengangguk mengiyakan apa yang di inginkan oleh misa. Tanpa menunggu lebih lama lagi, misa menggigit roti panggang di tangan arga yang sudah ada di depan bibir nya.

__ADS_1


Arga tersenyum dengan tingkah misa yang menurut nya menggemaskan.


"Jika ingin di suapi bilang lah romisa, jangan seperti itu," ucap Arga di sela mengusap puncuk kepala misa, lalu kembali menyuapkan roti panggang dari tangan nya ke mulut misa.


Siapa juga yang mau di suapi oleh mu. Aku hanya ingin roti mu saja. Hanya itu.


Misa hanya mengangguk mengiyakan. Dan kembali melahap roti arga dengan lahap sampai roti itu tandas. Setelah habis dua porsi roti panggang misa menatap arga.


"Suamiku ingin di ambilkan kembali sarapan nya?" tanya Misa namun arga menggelengkan kepala nya.


"Tidak perlu, aku akan memakan oatmeal pisang kacang," ucap Arga dan mengambil 1 mangkuk oatmeal pisang kacang yang ada di hadapan nya.


"Baiklah, maaf sarapan mu terganggu oleh ku," ucap Misa merasa bersalah.


Arga tersenyum dan mengusap puncuk kepala misa lalu mulai memakan sarapan nya.


Kenapa lagi lagi melihat dia memakan itu, membuat ku menginginkan nya kembali.


"Suamiku, seperti nya enak oatmeal yang kau makan. Bolehkah aku mencicipi nya?" tanya Misa dengan ragu takut arga marah karena sarapan nya selalu di ganggu misa.


Arga mengangguk, lalu menyodorkan untuk menyuapi misa kembali padahal diri nya baru saja memakan satu suapan.


Ada apa dengan misa kenapa dia bersikap manja seperti itu terhadap kaka pikir egi yang sedari tadi memperhatikan kedua nya.


Sedang syila sudah melongo terheran dengan tingkah romisa. Namun, tidak mampu untuk berkata hanya bisa menatap kedua sejoli di hadapan nya dengan tatapan terbengong.


Lagi lagi misa menghabiskan oatmeal nya tanpa sisa membuat arga belum sempat sarapan karena arga harus menyuapi misa.

__ADS_1


"Mau makan apa lagi romisa, biar aku suapi?" tanya Arga karena sarapan nya sudah habis kembali.


Misa menggelengkan kepala nya.


"Tidak suamiku, aku sudah kenyang. Sekarang giliran mu, ingin makan apa biar aku ambilkan?" tanya Misa.


Arga menunjuk satu porsi oatmeal lagi. Lalu misa mengambilkan nya dan meletak kan di piring arga.


"Suapi," pinta Arga memberikan sendok nya pada misa.


Apa dia tidak bisa sendiri? Kenapa harus manja gini sih. Kan malu di depan egi dan syila. Tp bukan kah aku juga tadi seperti itu yah terhadap nya. Sudahlah sudah terlanjur malu lanjutkan saja.


Misa mengambil alih sendok dari tangan arga, lalu mulai menyendok kan oatmeal dan menyuapkan ke mulut arga dan begitu seterus nya.


Sedang egi yang sedari tadi mengamati kedua nya, merasa panas dan geram sehingga menggenggam jemari erat dengan perasaan kesal di hati nya.


"Suamiku, apakah kau tidak pergi bekerja hari ini?" tanya Misa di sela gerakan tangan nya menyuapkan oatmeal ke mulut arga.


Arga mengangguk mengiyakan tanpa mengeluarkan sepatah kata, sedang tangan nya yang tidak mau diam terus menelusuri wajah misa yang ada di hadapan nya, karena posisi kursi arga dengan misa meskipun bersampingan namun mereka memutar badan mereka hingga saling berhadap hadapan.


Hey, bisakah tangan mu itu diam. Aku kesusahan menyuapi mu. Huft. Kenapa sekarang bisa ada di posisi seperti ini. Gimana cerita nya bisa seperti ini.


"Ekhm...ekhem..." deheman Egi dan syila membuat misa menoleh ke arah kedua nya, namun arga segera memutar kembali kepala misa agar wajah misa kembali menghadap ke arah nya.


"Kak arga dan kakak ipar menganggap kita ini apa sih? Memang sih, kalau hidup nya jones itu seperti ini.. kak egi suapi syila dong. Syila pengen seperti kak arga dan kakak ipar suap suapan gitu... suapi syila ka egiii," celoteh Syila manja sambil menggoyang kan lengan egi yang ada di samping nya.


Egi menatap syila dengan tatapan dingin sehingga membuat syila mencebikkan bibir nya sebal.

__ADS_1


Singaa.. aku malu sekali..sudah seperti tembok wajah ku ini.


BERSAMBUNG...


__ADS_2