Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
117


__ADS_3

Arga telah selesai membersihkan diri nya dan melaksanakan shalat isya di ruang ganti. Sedang misa tampak terduduk di sofa tv dengan punggung menyender ke lengan sofa. Ada sebuah buku di pegangan tangan nya yang sedang di baca romisa.


Arga melemparkan handuk kecil bekas mengusak rambut nya yang basah, ke keranjang handuk di ruangan tengah kamar. Lalu berjalan menghampiri misa.


"Letakkan buku mu!" titah Arga setelah diri nya duduk di hadapan misa.


Misa menoleh sejenak pada arga lalu kembali melanjutkan bacaan nya.


Melihat misa tidak mendengarkan perintah nya. Arga menarik buku dari pegangan tangan misa lalu melemparkan ke atas meja.


"Suamiku.." celetuk Misa terlonjak atas perlakuan arga.


Kenapa kau tidak bisa membuat ku senang sebentar sih singaa. Menyebalkan sekali.


Arga menatap tajam ke arah misa sehingga membuat misa menciut.


"Kenapa kau tidak mendengarkan perintah ku! romisa," tegas Arga kesal.


Baru juga kau berbaikkan. Kenapa sekarang kau mulai mengaung. Seharus nya aku tadi tidak menyuruhnya mengaung biarkan saja dia diam seperti orang bisu.


"Maafkan aku suamiku.." gumam Misa pelan dan menunduk.


Melihat Misa seperti ketakutan Arga mengusap lembut rambut misa dan menarik nya ke dalam rangkulan tangan agar lebih merapat pada diri nya.


"Temani aku nonton," ucap Arga lalu menyenderkan kepala misa agar berada di bahu nya.


Misa menghela napas pelan dan mengangguk kecil.


Baiklah...baiklah.. lebih baik aku menurut dan tidak membuat nya semakin kesal. Dari pada nanti dia mengaung dan menatap ku tajam seperti singa.


Arga mengambil remote tv yang ada di atas meja kecil lalu mulai menyalakan tv. Arga memilih film berganre romansa karena arga tahu jika romisa akan takut jika menonton film horor atau action seperti waktu itu, yang membuat misa terus ketakutan dan berteriak karena menonton film berganre horor, action.

__ADS_1


Tidak ada perbincangan di antara kedua nya mereka fokus menatap layar tv yang memutarkan sebuah film.


Arga dengan sayang nya mengusap lembut rambut misa yang ada di senderan bahu nya dan sesekali mengecup puncuk kepala misa.


Lama mereka berdua menonton tv namun tidak ada perkataan yang terucap dari bibir kedua nya, hanya suara dari benda kotak di hadapan mereka yang menjadi wakil dari keheningan di ruangan tersebut.


Dan tidak berselang lama tatapan mata kedua nya menjadi tidak fokus pada film yang di tonton. Karena kedua nya di rundung rasa kantuk dan akhirnya tertidur dengan posisi kepala misa menyender di bahu arga sedang kepala arga menyender di kepala misa dan kedua nya sama sama menyenderkan punggung ke senderan sofa.


Sementara tv masih menyala menonton mereka berdua yang tertidur pulas.


----------


Gema adzan subuh berkumandang membangunkan kedua nya yang masih tertidur dalam posisi semalam.


Misa menggeliat kan sebelah tangan lalu mengerjapkan mata nya perlahan dan ketika sudah sepenuhnya terbuka, mata misa terbelalak kaget karena melihat arga tertidur dengan posisi duduk dan masih merangkulkan sebelah tangan ke bahu misa.


Sedang arga yang merasakan pergerakan dari misa ikutan terbangun dan perlahan mengerjapkan mata nya lalu hendak menggerakkan leher dan kepala.


Melihat arga seperti kesakitan misa berhambur menyentuh leher arga.


"Apakah sakit suamiku?" tanya Misa perhatian.


Arga mengangguk pelan.


"Rasa nya pegal sekali," ucap Arga sambil menggerak gerakkan kepala ke kiri dan ke kanan.


Misa berinsiatip memijit pelan bahu arga sampai ke bagian lengan atas untuk mereda kan rasa pegal yang di rasa oleh arga.


Salah sendiri nggak ngebangunin. Jadi nya ketiduran deh di sini.


"Romisa," panggil Arga.

__ADS_1


"Iya suamiku."


"Syila akan pulang hari ini," ucap nya.


"Benarkah? Bukan nya masih ada beberapa hari lagi untuk masuk sekolah," ucap Misa ada nada bahagia dari nada suara nya karena mendengar syila akan pulang. Dan hal itu di sadari oleh arga.


Arga mengangkat sebelah alis melirik misa yang berada di samping nya yang sedang memijit bahu.


"Kenapa kau sesenang itu mendengar syila akan pulang? Seharusnya kau bersikap seperti tadi jika menyambutku pulang," tutur Arga mencubit ujung hidung misa.


Jelas aku senang syila pulang. Karena hanya syila yang bisa membuat rumah ini rame.


"Wajar jika aku senang suamiku, dia kan adik perempuan mu," jawab misa.


Arga memegang tangan misa yang sedang memijit bahu sehingga membuat misa menghentikan pergerakan tangan nya.


Lalu arga menatap kedalaman kedua sorot mata misa dan perlahan arga mendekatkan wajah nya ke arah wajah misa sampai hembusan napas mereka bertemu lalu arga menangkup kepala misa dengan sebelah tangan.


Hal tersebut membuat misa reflek memejamkan mata nya karena seakan misa tahu maksud arga.


Arga tersenyum dan menahan kekehan nya karena melihat misa memejamkan mata rapat rapat dan dengan jahil nya arga menjentikkan jari ke kening misa, sehingga membuat misa terlonjak kaget dan mengerjap kan mata dengan cepat.


"Aww..." ringis Misa mengusap kening nya yang terasa panas.


"Kenapa kau memejamkan mata mu, ternyata otak mu mesum juga romisa," ucap Arga lalu beranjak dan meninggalkan misa yang masih terbengong.


Hey.. singaa.. enak saja kau mengatai otak ku mesum. Jelas2 kau tadi akan berbuat mesum terhadap ku. Haish kenapa jadi aku yang di tuduh mesum. Dan kenapa juga aku pakai acara memejamkan mata segala. Gerutu Misa dalam hati sambil menghentakkan kaki.


Sedang arga yang sudah ada di dalam kamar mandi tertawa pelan karena melihat respon romisa ketika di jahili oleh nya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2