
Setelah seminggu an lebih misa menikmati masa liburan panjang nya. Namun, misa menikmati masa libur nya hanya dengan berdiam diri di rumah saja, karena misa tidak di izinkan oleh arga untuk ikut serta berlibur bersama syila dengan alasan jika ayah putra akan pulang dalam beberapa bulan lagi dari masa penyembuhan nya. sedang syila sudah berangkat ke singapur ketika hari libur di mulai. Dan egi pergi touring bersama teman teman nya untuk mengelilingi wisata alam yang ada di indonesia.
Kini misa tengah terduduk di taman anggrek halaman depan rumah arga dan sedang memberikan makan pada ikan ikan yang ada di dalam kolam ikan dekat tanaman anggrek nya.
Sementara Arga telah berangkat bekerja ke kantor nya sejak pagi tadi.
"Heran aku, kenapa bisa aku terkurung seperti ini di hari libur panjang ku. Rasa nya aku kangen rumah panti, rumah lama ku, dan jalan jalan bareng rina menelusuri tempat makan untuk menjajal kuliner," gerutu Misa di sela gerakan tangan nya melemparkan pakan ikan ke kolam.
"Rindu nya masa itu," celoteh nya lagi lalu menghela napas pelan.
"Egi bisa antar bu misa jalan jalan," ucap Egi yang sedari tadi mendengarkan dan memperhatikan misa yang menggerutu kesal.
Misa memutar kan badan nya menengok kebelakang.
"Eh, egi... sejak kapan kamu ada di situ?" tanya Misa heran, karena setau misa egi sedang perjalanan touring ke wilayah bogor.
Namun egi tidak menjawab pertanyaan misa malah berjalan mendekati misa lalu duduk di batu dekat kolam.
"Apa bu misa mau jalan jalan biar egi temani?" tanya Egi lagi menatap misa.
Penawaran nya sih menggoda mengajak jalan jalan. Tp, sekaligus bencana buat nanti nya. Karena s singa sudah memperingati jika aku tidak boleh terlalu dekat dengan laki laki lain selain diri nya. Tp bukan nya s egi adik nya jelas tidak apa apa kan.
__ADS_1
Misa masih tampak berpikir dengan tawaran egi yang menurut nya kesempatan diri nya untuk mengunjungi panti atau menjelajah kuliner.
"Hmm.. seperti nya tidak bisa," ucap misa mantap lalu kembali menaburkan pakan ikan ke kolam dan tampak ikan ikan hias yang sangat cantik mengkerubung berkumpul untuk memakan apa yang misa taburkan.
Egi melempar kerikil kecil ke kolam ikan yang di dapat nya dari sekitar pesisir kolam.
"Apa karena kakak?" tanya Egi menebak penolakan misa.
Misa mengangguk pelan mengiyakan.
Egi mendengus kecewa dengan jawaban dari misa.
Kaka, mengapa kaka menciptakan dinding pembatas yang kokoh di antara egi dengan misa.
Egi kembali menatap misa.
"Tadi," jawab Egi singkat lalu kembali melempar kan kerikil ke kolam.
"Hey, egi jangan melempar kerikil ke kolam. Lihatlah kerikil nya mengenai ikan ikan itu," cegah Misa karena egi hendak melemparkan kembali batu nya.
Seketika egi menghentikan gerakan tangan nya dan melempar ke arah lain.
__ADS_1
Misa menghembuskan napas nya karena melihat sikap egi yang selalu acuh dan dingin.
Andaikan syila ada di sini. Pasti akan terasa ramai rumah ini. Karena hanya syila yang selalu membuat suasana menjadi ceria.
Misa bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah tanaman anggrek nya untuk memeriksa setiap bunga anggrek nya agar tidak terkena hama. Namun tiba tiba detak jantung misa berdetak tak karuan dan kepala nya tiba tiba jadi limbung sehingga membuat pandangan nya menjadi sedikit kabur.
Ada apa dengan diri ku. Kenapa rasa nya beberapa hari ini aku sering merasakan pusing dan lelah. Apa aku terkena anemia yah?
Egi yang menoleh ke arah misa dan melihat raut wajah misa yang berubah seperti menahan sakit menghampiri nya karena panik.
"Bu misa tidak apa apa?" tanya Egi yang sudah ada di hadapan misa.
Misa yang sedari tadi memegang kepala nya dengan sebelah tangan nya. Misa menoleh mendongak melihat wajah egi yang tampak khawatir lalu menggelengkan kepala nya pelan.
"Saya tidak apa apa egi, seperti nya karena cuaca mulai panas jadi kepala saya sedikit pusing," tutur Misa lalu tersenyum tulus.
Namun egi masih tetap merasa khawatir melihat ke dalam sorot mata misa yang masih menahan sakit nya.
Ya tuhan.. ayah, bunda, ada apa dengan misa. Kenapa serasa nya sangat pusing dan terasa lelah tubuh misa.
"Kalau begitu. Bu misa segeralah masuk ke dalam rumah, tidak baik lama lama berdiam diri di bawah matahari yang cukup terik seperti ini," titah Egi menghalau misa dengan gerakan tangan nya namun tetap tidak menyentuh misa.
__ADS_1
Misa mengangguk pelan dan menurut melangkah kan kaki nya menuju ke dalam rumah nya.
BERSAMBUNG...