
Malam sudah tiba. Misa dan arga telah selesai makan malam dan kini kedua nya sedang berjalan menuju kamar nya.
"Kakak ipar..kakak ipar.." Syila berlari kecil ke arah Misa dan langsung menggaet lengan kiri Misa yang kosong.
"Ada apa Syila?" tanya Misa dengan nada suara tenang.
"Syila boleh tidur bareng kakak ipar nggak. Syila juga kan mau jagain dede bayi dan kakak ipar," ucap Syila manja dan melirik Arga yang ada di samping kanan Misa.
Misa tersenyum. "Boleh syila," jawabnya.
"Tidak boleh!" tegas Arga membuat kedua nya menghentikan langkah kaki dan menoleh ke arah Arga.
"Syila janji deh nggak bakal ngedengkur atau menguasai kasur sendirian," melas Syila menatap sendu ke arah Arga.
Arga menggeleng kecil. "Tidak boleh, ya tidak boleh syila," tegas Arga lalu melangkahkan kaki nya kembali sambil menarik bahu misa.
"Suamiku, biarkan saja syila untuk.." ucap Misa namun terhenti karena Arga menatap nya tajam.
Syila yang tidak gencar dengan keinginan nya. Ia kembali mengikuti Misa dan Arga.
"Kakak boleh yah.." rengek Syila.
"Tidak!" tegas Arga.
"Kakak boleh dong..pelit amat sih, entar dede bayi nya kecil loh," rengek Syila lagi sambil terus mengikuti langkah kedua nya.
Namun Arga tidak menggubris rengekan syila.
syila..syilaa..ada2 saja, memang kalau bayi itu badan nya pasti kecil. dan kenapa juga s singa bersikap seperti itu pada adik nya, Kan kasihan syila.. sepertinya aku harus melakukan sesuatu, tp di tatap tajam seperti itu oleh dia membuat ku tidak bisa berkutik. Bagaimana yah..
Dan kini Misa dan Arga telah memasuki kamarnya.
Brakk..
Pintu tunggal di tutup oleh Arga sebelum syila masuk mengikuti kedua nya.
"Kak Arga pelit ish sebel... syila kan hanya ingin tidur bareng kakak ipar bukan kak Arga. Huh.. kakak ipar bujuk kakak dong...yah kakak ipar bujuk kakak yaaah, syila tunggu dech di sini sampai kakak ipar bisa bujukin kak Arga yang pelit," celoteh Syila di depan pintu ruangan luar kamar Misa.
Karena tidak ada jawaban dari dalam, syila menuju kamar nya dahulu yang pintu nya bersebrangan tidak jauh dari kamar misa.
Bagaimana jika syila benar2 menunggu di depan pintu. Kasihan syila..aku harus bisa membujuk s singa demi syila...
__ADS_1
Misa mendekati Arga lalu duduk di samping nya. "Suamiku. Biarkan syila tidur di sini. Aku juga ingin tidur bersamanya," bujuk Misa sambil memegang lengan Arga yang sudah mendudukkan tubuh nya di sisi ranjang.
Arga menatap Misa lalu menghembuskan napas kasar.
"Romisa.. aku tidak bisa tidur berdesak desakkan," ucap Arga.
"Tp kan tubuh aku dan syila itu kecil pasti muat di kasur ini jika tidur bertiga. Ini kan kasur ukuran king size," Misa masih tetap mencoba membujuk Arga.
"Romisa..." tegas Arga memejamkan mata nya sejenak lalu kembali menatap Misa.
"Suamiku.." balas Misa dengan suara lembut dan mengeluarkan ekspresi memohon.
Arga kembali menghembuskan napas lalu menangkup kedua sisi wajah Misa. "Baiklah. Tp ada syarat nya," ucap Arga tersenyum misterius.
Misa mengernyitkan alis nya heran. "Apa suamiku?"
"Beri aku kiss..di sini, di sini..di sini...." tunjuk Arga pada bagian wajah nya yang harus Misa cium.
Dalam keadaan seperti ini pun dia bisa bisa nya masih berpikiran mesum. Tp apa boleh buat. Kasihan syila menunggu di luar.
Misa menuruti keinginan Arga lalu mencium bagian wajah yang di tunjuk arga dan ketika misa mencium bibir Arga. Dengan sengaja Arga menarik pinggang Misa agar lebih merapat pada nya lalu mengecup bibir Misa cukup lama.
"Kakak ipar..kakak ipar," teriak Syila dari balik pintu menghentikan kegiatan kedua nya.
Arga masih menangkup sisi wajah misa, lalu arga mengusap bibir lembab misa akibat ulahnya dengan ibu jari dan arga mengangguk pelan. "Boleh," ucapnya lalu kembali mengecup sekilas bibir misa.
"Terimakasih suamiku.." girang Misa lalu beranjak keluar kamar melewati pintu kembar dan menuju pintu tunggal di luar kamar.
Misa membukakan pintu tersebut dan syila langsung berhambur masuk ke dalam.
"Kakak ipar syila sudah boleh kan tidur bareng kaka ipar?" tanya Syila sambil menggaet lengan misa.
"Iya syila. Yuk masuk," balas Misa membuat syila semakin girang.
-------
Syila, Misa dan arga sudah berada di atas ranjang untuk siap siap tidur. Namun mereka belum juga terbaring dengan tenang karena Arga dengan syila bagaikan anak kecil yang berebut mainan yang saling tarik menarik tubuh Misa untuk di peluk nya.
"Kakak ipar biar syila yang peluk. Kak arga peluk guling saja sana," ucap syila sambil melingkarkan lengan nya di tubuh misa yang berada di tengah tengah di antara Arga dan Syila.
"Syila, kakak iparmu istri kakak," tegas Arga menarik Misa ke dalam pelukan nya.
__ADS_1
"Pokok nya kakak ipar sama syila," menarik Misa kembali.
"Syila!" tegas Arga menarik Misa kembali.
"Kakak!" sanggah Syila dan menarik lengan Misa.
Sedang Misa yang di tarik sana tarik sini memejamkan mata nya dan mengkeratkan gigi karena geram.
"Sudah cukup. Aku ingin tidur!" teriak Misa geram karena kelakuan kedua nya.
Seketika Arga dan Syila terdiam dan melongo melihat ke arah misa.
Melirik kedua nya terdiam dan menatap misa dengan ekspresi bengong datar. Misa tersenyum canggung ke arah kedua nya.
"Ekhm..." dehem Misa menetralkan kembali suara nya. Namun kedua nya masih menatapnya dengan ekspresi yang sama.
Misa menarik tubuh syila lalu berkata. "Syila biar adil begini saja. Suami kakak memeluk kaka, dan kaka memeluk syila, gimana?" usul Misa tidur menyamping menghadap syila dan merapat ke arah Arga lalu memeluk syila.
"Nah gitu dong dari tadi kakak ipar. Kan enak jadi nya. Wleek ka arga nggak di peluk kaka ipar. Syila yang menang lagi," celoteh Syila senang di dalam pelukan Misa meledek arga.
Arga mendengus tidak menanggapi ocehan syila. Dan dengan satu tarikan. Arga menarik misa agar semakin merapat pada diri nya lalu membenamkan kepala nya di antara tengkuk leher Misa.
"Tidurlah Romisa," gumam Arga pelan di telinga misa lalu mengecup puncuk rambut dan pipi misa.
Misa mengangguk pelan lalu mulai memejamkan mata nya dan tidak butuh waktu lama misa sudah terlelap dalam mimpi nya.
"Kakak ipar kalau nggak pakai kerudung cantik banget yah.. syila minta tidur di sini dapet untung banyak nih. Dapet pelukan kaka ipar, melihat kecantikan kaka ipar yang tersembunyi..hmmm syila jadi semakin sayang deh sama kakak ipar," celoteh Syila yang belum menyadari jika Misa sudah menuju alam mimpi nya.
Tidak mendapat jawaban dari misa syila mendongak menatap misa yang sudah memejamkan mata nya.
"Kaka ipar sudah tidurkah?" tanya Syila.
Namun tidak mendapat jawaban dari Misa karena Misa sudah tertidur pulas.
"Kakak ipar.." panggil Syila kembali dan hendak mencoel pipi misa.
"Syila!" tegas Arga menghentikan niatan syila yang akan mencoel pipi misa.
"Iya..iya..kak Arga pelit," ucapnya lalu syila membenamkan kepala nya di dada Misa.
Arga membenarkan selimut misa dan syila agar menutupi tubuh kedua nya dengan benar, lalu kembali memeluk erat misa dan memejamkan mata nya menyusul kedua nya ke alam mimpi.
__ADS_1
BERSAMBUNG...