
"Cesa mau pesan apa. Biar sekalian aku pesankan" tanya rina setelah diri nya beranjak dari duduk nya untuk menuju ke pantry kantin
"Seperti biasa nya saja bu rina" balas cesa
Mereka bertiga saat ini tengah berada di kantin untuk menikmati waktu istirahat. Setelah mengajar misa, cesa dan rina langsung menuju kantin untuk memesan makanan dan menikmati nya.
Kini mereka bertiga terduduk di kursi meja makan yang biasa menjadi tempat nongkrong mereka jika berada di kantin. Cesa dan rina akan memesan makanan nya sedang misa menikmati kotak bekal yang sudah di siapkan cesa
"Rin.. aku juga pesen 1 mangkuk mie ayam. Seperti biasa nggak pakai daun bawang" celetuk misa sebelum rina benar benar melangkah kan kaki nya
Lagi lagi rina di buat heran sebab misa saat ini sedang menikmati kotak bekal nya dan ingin memesan lagi
Tp karena rina tidak mau bertanya lagi jadi rina langsung mengiyakan pesanan misa lalu berlalu menuju pantry kantin
Sepeninggalan nya rina
"Nona, maaf tp tuan sudah memberitahukan saya agar nona tidak memakan masakan sembarangan selain yang di masak oleh para koki di rumah" tutur cesa membuat misa menghentikan pergerakan tangan nya yang sedang menyuapkan cumi ke mulut nya
Misa menatap cesa tidak bersahabat membuat cesa mengkerutkan kening nya dengan tatapan yang di berikan misa
"Tp saya pengen mie ayam cesa. Tinggal Jangan laporkan hal ini pada suami saya kamu juga nggak akan kena marah cesa" pinta misa lalu kembali mengunyah makanan nya
Cesa berdehem pelan
Nona tidak tahu saja. Semua laporan gerak gerik nona tiap 15 menit sekali harus detail dan sesuai fto yang di kirim oleh mata2 sekertaris Tang
Dan jika saya tidak mengirimkan laporan detail nya di salah satu fto itu saya sendiri yang akan kena hukum nona. Mengertilah posisi saya nona
"Tapi nona.." belum cesa menyelesaikan ucapan nya misa sudah menatap nya
"Cesa. Tenang saja suamiku tidak akan marah pada mu" tutur misa dan menghabiskan dua sendok lagi makanan yang ada di kotak bekal nya
"Alhamdulillah. Ternyata enak sekali yah bekal hari ini. Besok2 bawain menu yang seperti ini lagi yaa cesa" sambung misa lalu menutup kotak bekal nya dan memasukkan nya ke dalam tas bekal
Sedang cesa hanya mengangguk kaku karena melihat misa bisa menghabiskan kotak bekal nya dengan cepat dan tidak seperti biasa nya yang selalu sisa dan bahkan sekarang misa sedang memesan mie ayam satu porsi untuk memakan nya lagi.
__ADS_1
Nona benar benar sudah berubah bahkan porsi makan nya pun untuk sekarang cukup di bilang tidak wajar pikir cesa
"Cesa tolong ambilkan nampan satu nya lagi di pantry tangan ku tidak muat untuk membawa nya" titah rina yang baru datang dan meletakkan nampan yang berisi dua mangkuk bakso
sedang cesa dengan sigap menuju pantry kantin untuk mengambil nampan yang di tinggal rina
Rina menduduk kan diri nya di hadapan misa lalu mengambil salah satu mangkuk bakso yang ada di atas nampan. Alis rina berkerut heran karena tidak melihat kotak bekal misa
"Mis.. kamu tidak menghabiskan bekal nya" tanya rina sambil menumpahkan saus ke mangkuk bakso
"Udah habis rina, dan sekarang aku lagi nunggu mie ayam ku" balas misa dan kebetulan cesa sudah datang kembali dengan membawa nampan berisi satu mangkuk mie ayam dan 3 gelas es teh
"Bu misa mie ayam nya" ucap cesa sambil meletakkan nampan di hadapan misa
Kenapa aku semakin heran yah dengan misa akhir2 ini. Jumlah porsi makan nya benar benar berubah drastis gumam rina dalam hati melihat misa sangat antusias untuk memakan mie ayam nya
Misa hendak meraih botol saus untuk menumpahkan nya ke dalam mangkuk mie ayam. Namun cesa dengan sigap menahan botol saus tersebut
"Bu misa, tanpa saus dan kecap akan lebih enak" ucap cesa menahan botol saus
"justru pakai saus dan kecap akan lebih enak cesa" tukas misa dan menarik botol saus tersebut dengan kasar
"Tapi nona... eh, maksud saya bu misa.." ucapan cesa tergantung karena seketika rina menatap nya heran dan misa menatap cesa dengan tatapan kesal
"Nona.. maksud kamu cesa.. apa jangan jangan kalian menyembunyikan sesuatu dari ku. Misa, ada apa sebenar nya. Aku dengar dengan jelas tadi cesa memanggil mu dengan sebutan nona bukan misa" seloroh rina bertanya lalu menatap misa dan cesa secara bergantian
Misa menghela napas nya pelan lalu balas menatap rina
"Maafkan aku rina. Nanti akan ku ceritakan tp untuk sekarang aku ingin memakan mie ayam ku dulu rina. Keburu nggak enak nih mie nya" celoteh misa sambil menumpahkan saus ke mangkuk mie
"Baiklah, tp kamu hutang penjelasan pada ku misa" tegas nya rina lalu menyuapkan bakso ke mulut nya
Misa hanya membalas nya dengan anggukkan kepala
Sedang cesa mulai memakan bakso nya dan sesekali melirik misa
__ADS_1
----------------
Setelah beberapa waktu kemudian
Misa sudah menceritakan bahwa diri nya telah menikah dan menjadi nona salah satu anggota keluarga yang cukup terpandang. Namun misa tidak bisa menyebutkan siapa laki laki yang menjadi suami nya tersebut ke rina karena misa tahu jika rina mengetahui nya akan jadi ribet urusan nya dan rina pasti akan heboh.
Dan misa memberitahukan jika cesa adalah sopir sekaligus pengawal nya bukan saudara sekandung atau angkat nya yang selama ini misa ceritakan ke rina
"Hmm.. jd gitu. Pantas saja, aku juga merasa heran dengan kedatangan nya cesa secara tiba tiba ke sekolahan. Dan kamu juga misa sering sekali izin untuk tidak mengajar, pindah rumah tanpa memberitahukan dahulu padaku dan tidak jelas pindah rumah nya kemana. Dan ternyata ini alasan nya. Tp mis.. apa tidak bisa beritahukan siapa sih yang jadi suami mu itu sehingga bisa mengadakan pengawal pribadi segala untuk mu. Ayolah kau mau aku jadi mati penasaran mis" tutur rina panjang lebar setelah mendengar misa menceritakan semua nya
Misa menggelengkan kepala nya kuat
"Tidak bisa rina.. nanti jika sudah waktu nya kamu juga akan tahu siapa suamiku. Untuk sekarang maaf. Aku tidak bisa memberitahukan nya" ucap misa menarik kedua tangan rina yang ada di atas meja
Rina menghembuskan napas nya kecewa
"Baiklah, jika itu sangat sulit untuk mu misa. Aku tidak akan memaksa. Kamu menceritakan jika sudah menikah saja aku merasa senang karena kamu masih menganggap ku sebagai sahabat mu" tutur rina dan tersenyum tulus
"Makasih yah rin. kamu selalu bisa mengerti aku" balas misa membalas senyuman tulus rina
Untunglah rina tidak memaksa untuk meminta kejelasan lebih dari nona. Dan kelihatan nya nona telah kembali lagi dari sikap aneh nya menjadi nona yang dulu setelah sejak pagi nona selalu bersikap aneh
Sedang cesa yang sedari tadi hanya mengamati kedua nya mengobrol ada seulas senyuman di bibir cesa melihat kedua nya
Rina teringat sesuatu dan ingin menyampaikan pendapat nya mengenai perubahan misa akhir akhir ini
"Ekhm...misa melihat mu banyak perubahan dengan sikap aneh dan porsi makan mu bertambah seperti itu. Mengingatkan ku pada tante ku yang sedang....." ucapan rina terhenti karena tiba tiba bell tanda waktu istirahat telah berakhir
"Rina bell masuk pelajaran selanjutnya sudah berbunyi. Seperti nya nanti kita lanjutkan lagi pembicaraan nya" tutur misa lalu bangkit dari duduk nya di susul cesa dan rina ikutan bangkit
"Iya misa. Tidak apa. Kita kan sering bertemu setiap hari. Yasudah yuk kita ke kantor dulu" balas rina dan menggaet lengan misa yang sudah berdiri di samping meja
Misa mengangguk lalu mereka bertiga berjalan beriringan menuju kantor guru
BERSAMBUNG...
__ADS_1