Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
90


__ADS_3

"Dia..diaa..adalah suamiku pak dani. Tolong lepaskan saya. Pak dani tidak boleh bersikap seperti ini terhadap saya," misa berontak dari cengkraman pak dani namun cengkraman tangan dani begitu kuat di pundak nya.


"Seharusnya aku misa, yang jadi suami mu bukan arga putra. Kenapa kamu memilih nya misa. Padahal aku lebih dulu menemukan mu. Izinkan aku menikahi mu misa. Kita pergi jauh dari negara ini dan menjalankan kehidupan baru ke luar negeri," tutur dani merendahkan suara nya dan hendak menyentuh wajah misa. Seketika misa langsung memalingkan wajah nya.


*Apa dia sudah gila. Mengajak nikah pada istri orang dan aku adalah istri sodara nya sendiri. Aku harus lari dari sini. Tapi bagaimana cara nya.


Tubuh mungil ku tidak bisa melawan orang di hadapan ku juga seluruh tulangku rasa nya kaku dan lemas karena takut. Ayah,, bunda misa takut.. cesa tolong cepatlah kembali.. kenapa dia lama sekali hanya mengambil buku saja*.


"Jangan lakukan ini pak dani. Sadarlah pak dani. Saya adalah istri sodara mu. Tolong lepaskan saya," ucap misa memohon dan memberontak.


"Kenapa misa!!! Apa hebat nya arga putra itu. Dia hanyalah seorang pria yang tidak baik memiliki mu misa. Dia sudah tidur dengan banyak wanita di luar negeri ketika dia sekolah di sana. Dan kau wanita baik yang tidak pantas di sandingkan dengan nya. Apa bagus nya arga putra misa. Dia pria arogan dan kejam.. dan diaa...." ucapan pak dani terhenti.


Plakkk.


Dengan keras misa menampar pipi dani sehingga meninggalkan jejak merah di pipi nya.


Mata misa merah penuh amarah dan tubuh nya bergetar cukup hebat menahan rasa takut sekaligus emosi nya.


"Anda bilang suami saya sodara anda. Tp anda tidak tahu semua tentang nya. Saya tahu suami saya orang yang masih suci dan bersih. Dan dia tidak pernah bersikap kasar seperti ini terhadap saya. Memang seorang anak tidak akan jauh sikap nya dari orang tua nya seperti kata pepatah buah tidak jauh dari pohon nya. Anda sama saja seperti ibu anda yang selalu menyebarkan ucapan tanpa melihat fakta sesungguh nya," ucap misa menggebu karena amarah nya sudah di puncak.


Dani lemas mendengar ungkapan misa yang membela arga lalu melepaskan cengkramanya di bahu misa.


Melihat kesempatan itu. Misa berbalik hendak berlari menjauh dari dani namun dengan sigap dani mencengkram lengan misa kuat dan menarik nya untuk mengikuti langkah kaki nya.


Mau apa dia. Sudah menghina s singa. Dan juga menyakiti ku. Apa dia belum puas dengan sikap kasar nya terhadap ku.. ayah.. bunda..tolong misa.


Cesa atau siapa saja tolong aku..


"Ikut aku misa. Kita lari dari sini. Kita bisa menikah dan memulai hidup baru di sana," tegas dani masih menyeret misa.

__ADS_1


Apa kata nya. Apa dia sudah gila. Aku sudah bersuami dan dia ingin menikahi ku. Benar benar sudah tidak waras.


Misa menangis dan memberontak untuk melepaskan cengkraman tangan dani yang kuat di pergelangan tangan nya.


"Saya mohon lepaskan saya, cesa tolong saya.. saya mohon pak dani. Lepaskan saya.." melas misa. Sambil terisak menangis namun dani masih saja tidak menggubris teriakan dan tangisan misa.


"Misa.. jangan menangis. Aku tidak akan menyakiti mu sayaang. Aku hanya ingin kau menangis bahagia ketika kita menikah di sana," ucap dani di sela langkah nya yang menyeret lengan misa.


Dia sudah gila..benar gila..


"Pak dani.. saya sudah menikah. Tolong lepaskan saya. Saya tidak ingin menikah dengan mu..tolong lepaskan saya.. ini sakit..saya mohon," ucap misa lagi di sela tangisan nya.


Namun dani dengan hati dan pikiran nya yang sudah di kuasai rasa ingin memiliki tidak menggubris teriakan misa yang memelas ke pada nya.


Bugh..bugh.


Sebuah tendangan di perut dani yang membuat dani tersungkur ke tanah. Tangan misa terlepas dari cengkraman dani dan Misa langsung menjauh namun karena kaki nya lemas misa berjongkok dengan kedua tangan menutupi telinga nya.


"Kau menyakiti misa. Berani nya kau dani," teriak egi lalu kembali memukuli wajah dani.


"Aku tidak menyakiti nya egi, aku hanya ingin mengambil milik ku dari kaka mu," teriak dani dan dengan tertatih dani berdiri.


"Tp kau menyakiti nya. Lihat. Misa menangis. Kau gila dani," nyolot egi penuh emosi.


Dani terkekeh mengejek, "kenapa!! Bukan nya kau juga sama ingin memiliki misa, hah. Tp seperti nya kau akan kalah dari ku," ucap dani menyeringai.


"Kau gila dani. Mencintai juga bukan seperti itu cara nya. Cara mu itu menyakiti misa. Aku tidak akan membiarkan mu dani.." ucap egi lalu mulai melayangkan tinju nya kembali pada wajah dani.


Dan terlibat lah adu jotos antara dani dan egi di hadapan misa. Di tengah adu jotos nya hujan turun menjadi saksi dengan perkelahian mereka berdua.

__ADS_1


"Bunda..bunda," gumam misa di sela tangis nya.


Cesa yang baru kembali langsung menghampiri misa yang berjongkok menangis lalu cesa memeluk nya erat.


"Nona, maafkan saya. Saya terjebak di dalam kantor guru. Karena ada yang mengunci saya dari luar. Maafkan saya nona," ucap cesa dan memeluk misa erat sedang misa masih menangis histeris dalam pelukan cesa.


Karena air hujan juga perkelahian di depan mata nya. Mengungkap kembali memori kelam dalam otak misa.


Dani dan egi berhenti dari perkelahian nya banyak lebam di wajah kedua nya.


Karena mendengar gumaman misa mereka berdua menoleh ke arah misa yang terisak histeris


Dani langsung berhambur ke arah misa.


"Misa maafkan aku. Tolong jangan takut padaku misa. Maafkan aku," ucap dani meminta maaf.


Misa menggelengkan kepala nya kuat, "saya mohon jangan sakiti saya. Dan bunda saya," gumam misa di sela tangis nya.


Karena memang di otak misa sedang berputar memori tragedi terbunuh bunda nya.


"Cesa cepat bawa ke mobil. Hujan semakin deras, biar aku yang menyetir," titah egi membuka kan pintu mobil penumpang.


Cesa menuntun misa dengan hati hati agar mau masuk ke dalam mobil. Dan syukur nya misa menurut memasuki mobil.


"Egi aku ikut. Aku ingin bersama misa," teriak dani mendekati pintu mobil depan dan menggebrak gebrak kaca mobil yang sudah di kunci dari dalam oleh egi,


dani terus berteriak ingin masuk ke dalam mobil namun egi mengacuhkan nya dan mulai menyalakan mesin mobil untuk meninggalkan pelataran sekolah.


"Egi....arrgghhhh.. misa. Maafkan aku," teriak dani setelah melihat mobil misa meninggalkan pelataran sekolah.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2