
Sekembali nya misa dan arga dari kandang singa. Kini mereka telah memasuki kembali rumah utama. Dan arga masih setia memeluk pinggang ramping misa.
Misa menghela napas pelan membayangkan bagaimana bisa singa putih itu bisa di katakan hewan peliharaan sedang misa selama hidup nya hanya bisa memelihara kucing dan kelinci itu pun sewaktu misa masih duduk di sekolah SMA.
"Suamiku.. singa nya.." ucapan misa menggantung.
Karena Arga menyentuh bibir misa dengan jemari nya,
" jika kau sedang dengan ku. Jangan memikirkan hal lain," tegas arga ada kilatan tidak suka di sorot mata arga.
Cih!! Bagaimana aku nggak ke pikiran singaaa sedang kembaran mu yang nyata ada di sini. Aku nggak tenang rasa nya. Apalagi ketika kembaran mu itu mengaung dan menatap tajam ke arah ku... tuhaaann sadarkan lah orang di samping ku.. hiks hiks.
Misa mengangguk pelan lalu kembali mensejajari langkah kaki arga. Kali ini alis misa mengernyit heran lagi.
"Suamiku. Kita mau langsung ke kamar?" tanya misa karena mereka berjalan ke arah kamar nya.
Arga mengangguk mengiyakan.
Ya tuhaan es kelapa ku.. kenapa nasib ku begini amat. Dari pagi sudah di kagetkan dengan kemesuman s singa.
Sekarang aku pun ingin meminum es kelapa malah kelapa utuh nya yg di belikan cesa dan ini di kasih kejutan dengan kedatangan nya kembaran s singa.. ayah, bunda, misa ingin minum haus.. hiks hiks.
Misa menghentikan langkah nya yang sudah menaiki anak tangga. Membuat arga ikutan menghentikan langkah nya.
Misa memberanikan diri menatap arga.
"Suamiku, aku ingin minum. Haus," pinta misa.
Arga mengusap puncuk kepala misa dengan lembut lalu mengelus pipi misa.
Hey singa aku haus pingin minum air bukan haus usapan mu.
"Ikut," titah arga kembali memeluk pinggang misa dan menuntun nya kembali berjalan menaiki anak tangga.
__ADS_1
Ikut ikut kemana singaa... aku ingin minum kenapa masih ke arah kamar. Dan kenapa sih senang sekali tangan mu di simpan di situ singaa.
Kini misa dan arga telah sampai di kamar.
Arga langsung mengunci pintu kamar nya dan menuntun misa berjalan ke arah sofa tv.
Tampak di meja depan sofa sudah tersedia segelas besar es kelapa lengkap dengan cemilan lain nya.
Hmm jadi ini maksud nya ikuti ke kamar. Ternyata s singa masih punya hati nurani untuk ku.
"Duduklah," titah arga.
Misa langsung duduk di sofa dekat lengan sofa. Arga membuka kan kerudung misa. Lalu setelah nya mengambilkan gelas es kelapa dengan dua pipet itu dan kini es kelapa itu telah di hadapan kedua nya.
Apa maksud nya ini. Jadi aku harus minum 1 gelas berdua gitu. Ya tuhaan kenapa tingkah s singa semakin kesini semakin aneh saja.
"Minumlah," titah nya lagi arga mengarahkan satu pipet itu ke bibir misa. Karena misa sangat haus dan menginginkan es kelapa itu. Akhirnya misa menyeruput nya.
Arga sempat terkekeh sebentar lalu ikut menyeruput es kelapa tersebut dengan pipet satu nya lagi.
Singaa.. kalau aku lagi nggak haus. Nggak mau aku minum berdua seperti ini. Karena tangan mu itu tidak bisa diem singaa.
Setelah menghabiskan setengah dari minuman nya. Arga menyimpan kembali gelas itu ke atas meja lalu merebahkan tubuh nya di sofa dengan kepala di rebahkan di pangkuan misa. Arga menarik tangan misa dan meletakkan nya di rambut.
"Usap," titah nya.
Misa menurut mengusap lembut kepala arga.
Pasti s singa ada mau nya nih.
Arga mengelus wajah misa yang berada di atas nya. Dan sesekali memainkan rambut nya misa.
"Romisa, kau suka hadiah nya?" tanya arga.
__ADS_1
Suka dari mana nya singaa.. sedang itu mengejutkan ku. Tp iyain aja deh dari pada s singa mengaung seperti kembaran nya tadi.
Misa tersenyum terpaksa. Lalu mengangguk mengiyakan.
Arga bangkit dari rebahan nya. Lalu menangkup wajah misa dengan kedua tangan nya. Dan mengecup kening misa cukup lama.
Ayah, bunda,.. baru saja jantung ku tenang kenapa sekarang s singa bersikap seperti ini lagi. Membuat jantung ku ingin meledak kembali.
Arga menatap misa sendu dan mengusap usap lembut pipi misa dengan ibu jari nya.
"Aku minta imbalan," ucap nya.
Hey singa. Hadiah dari mu saja sudah membuat ku ketakutan. Masa masih meminta imbalan. Imbalan apa lagi.
"Imbalan.." tanya misa heran.
Arga mengagguk pelan. Lalu mendekatkan wajah nya ke wajah misa dan mengecup sekilas bibir misa.
Singa senang sekali kau mengerjai ku seperti itu. Apa kau senang jika aku terkena penyakit jantung.
"Buatkan aku makanan untuk makan malam," ucap arga setelah puas beberapa kali mengecup bibir misa.
Apa susah nya sih tinggal bilang gitu saja singa. Nggak harus bersikap seperti itu.
"Suamiku ingin apa, agar aku masak kan?" tanya misa.
"Apa aja," balas arga lalu bangkit dari duduk nya dan mengusap puncuk kepala misa.
Apa aja. Biar ku kasih air kobokan baru tau rasa kamu singaa.
"Siapkan air hangat," titah nya lagi lalu berlalu menuju ruang ganti meninggalkan misa yang masih terbengong.
Misa menghela napas nya panjang.
__ADS_1
Rasa nya hari ini cukup melelahkan. Oh iya obat percepat haid mana yah. Semoga saja manjur obat ini. Agar aku terselamatkan dari s singa.
BERSAMBUNG...