Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
115


__ADS_3

Arga keluar dari kamar istirahat nya setelah melaksanakan shalat ashar. Dan kembali duduk di kursi kebesaran menghadapi lembaran lembaran berkas di atas meja untuk di periksa.


Sekertaris Tang yang sedari tadi mendapat notifikasi di ponsel, bahwa bi ane mengirim sebuah video akhirnya menghampiri arga untuk melaporkan nya.


"Tuan," panggil sekertaris Tang setelah diri nya berdiri di depan meja arga.


Arga mengangkat pandangan nya untuk menatap Tang.


"Ini laporan kegiatan nona selama di rumah," ucap Tang lalu menyodorkan ponsel ke atas meja kerja Arga.


Arga melirik ponsel Tang yang menyala menampilkan sebuah video namun masih harus di tekan putar untuk menjalankan video tersebut, arga lalu menatap Tang kembali.


"Ada apa di ponsel mu Tang? Tunjuk kan," pinta Arga.


Sekertaris Tang maju lalu menekan tombol putar untuk menjalankan video tersebut yang menampilkan Misa dan Egi tengah makan berdua di meja makan dengan posisi duduk berhadap hadapan hanya terhalang meja makan saja.


Setelah memutarkan video untuk Arga. Tang kembali berdiri di tempat nya.


Rahang Arga mengeras ketika melihat pertunjukkan itu.


"Tang kau mau menunjukkan kemesraan nya romisa dengan egi ke hadapan ku hah," teriak Arga mulai tersulut emosi nya.


Tuan, ini bukan kemesraan apa nya yang bisa di katakan mesra. Mereka hanya makan bersama. Kenapa bisa membuat mu jadi begini.


Melihat wajah Arga mulai menggelap, Tang berinsiatip untuk menenangkan nya.


"Tuan, dengarkan lah dahulu apa yang mereka bicarakan," ucap Tang untuk menenangkan Arga.


Arga menghembuskan napas nya kasar lalu dengan sedikit enggan melihat kembali video tersebut dan mendengarkan percakapan egi dan misa, kali ini bukan kegeraman lagi yang di tunjukkan arga dalam raut wajah nya tp ada senyuman di sudut bibir nya.


"Aku yakin egi akan menyerah jika di beri ucapan seperti itu oleh romisa," ucap arga setelah mendengarkan percakapan Misa dan Egi.


Saya pikir juga begitu tuan. Tp meskipun begitu mendengar kata terakhir yang di ucapkan tuan egi seperti nya tuan egi akan tetap berusaha sebelum menemukan pengganti nona.

__ADS_1


"Tang, kali ini aku maafkan egi dekat dekat dengan romisa. Tp lain kali tidak. Perketat terus pengawasan romisa sampai egi tidak bisa lagi mengobrol dan punya waktu berdua seperti itu dengan romisa," titah Arga dengan tegas.


"Baik tuan."


"Tang... kenapa romisa tersenyum seperti itu pada egi?" ucap Arga dengan nada kesal setelah melihat kembali video nya.


Tuan kenapa masalah hal sepele seperti ini saja kau jadi gusar.


Namun Tang tidak mengeluarkan sepatah kata nya hanya terdiam dan memperhatikan arga.


"Aku kesal sekali Tang.." geram Arga dan hendak melempar ponsel Tang.


Segera Tang dengan sigap nya bergerak mendekati arga. "Tuan," celetuk Tang dan mengambil ponsel nya dari pegangan tangan arga.


Ponsel saya tuan. Sudah yang keberapa tuan melemparkan ponsel saya. Apa tuan tidak kasihan terhadap saya yang terus menerus gonta ganti ponsel akibat imbas keamarahan tuan.


Sekertaris Tang memasukkan ponsel nya ke dalam saku jas nya untuk mengamankan dari amarah arga.


Sedang Arga menatap Tang tidak bersahabat.


"Maaf tuan, saya hanya mengambil ponsel saya," ucap Tang dan berdiri di hadapan arga.


Dengan tangan saling menumpu di atas meja dan jemari saling mengait. Arga menatap Tang dengan tatapan tajam lalu mendengus kesal.


Melihat Arga menatap nya seperti itu Tang berpikir akan kembali ke pekerjaan nya karena takut kena imbas kekesalan arga lagi.


"Tuan, seperti nya saya akan kembali bekerja," ucap Tang berdiri tegak lalu menunduk hormat hendak berputar melangkah.


"Tang kau... Siapa tuan di sini. Kau atau aku!" teriak Arga masih dengan kekesalan nya menghentikan pergerakan Tang.


Tuan, kenapa cemburu mu selalu merepotkan. Seperti nya jika terjadi laporan tentang nona yang bisa membuat kesal lebih baik saya tidak memberikan nya pada tuan. Tp jika tidak, itu semakin membuat nya murka. Membuat saya serba salah.


Huh.. sekertaris Tang menghela napas nya lelah lalu Tang kembali membalikkan badan nya dan menatap arga.

__ADS_1


"Anda adalah tuan saya," ucap Tang tegas.


"Kau berani keluar ruangan ini sedang aku masih belum selesai berurusan dengan mu," bentak Arga lalu bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah Tang.


Memang apa lagi urusan saya di sini tuan. Pantas saja nona menangis ketika tuan menyatakan perasaan nya. Jika tuan masih bersikap labil seperti ini.


"Tidak tuan," ucap Tang lagi dan menunduk.


Arga menepuk keras pundak Tang lalu berjalan ke arah sofa dan melemparkan tubuh nya ke sofa tunggal.


"Tang, aku sedang kesal ambilkan air es, biar suasana hati ku dingin," gumam Arga setelah diri nya menyenderkan kepala pada senderan kursi dan memejamkan mata nya.


Sekertaris Tang menghela napas lega karena tuan nya tidak jadi marah lagi.


Kenapa sikap tuan sering berubah ubah. Dan sekarang seperti anak kecil yang merajuk karena mainan nya di ambil orang. Benar benar merepotkan. Hebat nona bisa menahan hati dan diri nya menghadapi tuan yang labil seperti ini.


"Baik tuan," ucap Tang lalu berjalan menuju pantry dapur yang dekat dengan ruangan nya Tang.


Karena ruangan Tang berada di samping ruangan Arga hanya terhalang dengan pintu geser sehingga cukup mudah menuju keruangan nya.


"Minuman nya tuan," ucap Tang dan meletakkan segelas air es di atas meja hadapan Arga.


Arga membuka mata nya lalu menegakkan duduk dan meraih gelas di hadapan nya. Lalu menenggak air hingga tersisa setengah nya.


"Seperti nya aku harus melakukan tahap berikut nya lagi untuk menaklukan hati romisa," gumam Arga lalu menyeringai misterius.


Apa yang akan tuan rencanakan lagi untuk nona. Hmm... nona sebaik nya nona siap2 dengan rencana tuan kali ini.


"Tang, kau ikuti perintah ku dan ikuti jalan cerita nya nanti ketika aku pulang ke rumah," tegas Arga menatap Tang lalu kembali meminum air di gelas.


"Baik tuan."


Semoga saja tuan tidak melakukan hal hal aneh lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2