Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
95


__ADS_3

Arga sedang berjalan menuju kamar nya untuk melihat keadaan misa apakah sudah terbangun dari tidur nya atau belum.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka, arga memasuki kamar nya.


Pandangan arga langsung terfokus pada misa yang tampak sedang menyemprot bunga anggrek dengan posisi membelakangi arga. Rambut hitam panjang misa tergerai indah menghiasi badan nya yang ramping dan mungil.


Dengan jalan ke hati hatian arga mendekati misa.


"Romisa." Panggil arga.


Misa terperanjat dan refleks berbalik dengan tangan menyemprotkan air ke wajah arga.


"Romisa. Apa yang kau lakukan," geram arga karena tiba tiba wajah nya di semprot air.


"Maaf suamiku.. aku tidak sengaja. Aku hanya kaget," ucap misa dan menelisik wajah arga.


Dia nggak bakal mengamuk kan. Melihat wajah nya sih seperti nya nggak bakal marah.


Arga mengusap wajah nya yang penuh cipratan air dengan sebelah tangan.


"Mata ku perih." Ucap arga dengan mengerjapkan mata nya cepat dan mengusek mata.


Misa dengan sigap mendekati arga dan berjinjit untuk menangkup wajah arga dengan kedua tangan nya.


"Bagian mana yang perih. Biar aku tiup," ucap misa mengusap kedua mata arga dengan jari nya.


Arga tersenyum lalu menarik pinggang misa agar lebih merapat kepada nya.


"Romisa, semalam kau memeluk ku erat seperti ini. Dan aku ingin kau lakukan lagi sekarang." Pinta arga tersenyum jahil.


Apa mungkin aku bersikap seperti itu. Ya tuhaan itu memalukan sekali jika benar.


Misa tersipu malu dan tidak berani menatap arga. "Aku tidak mengingat nya suamiku." Balas misa jujur.


"Meskipun kau tidak mengingat nya. Lakukan romisa. Aku menginginkan nya," pinta arga masih memeluk pinggang misa yang ada di hadapan nya.


Kenapa pagi2 sudah bersikap seperti ini. Ini memalukan.


"Tapi..suamiku.." ucapan misa terpotong karena arga menatap nya tajam.


Singaa jangan menatap ku seperti itu. Kau sama saja seperti kembaran mu jika sedang menatap ku seperti itu.


Dengan gerakan ragu misa melingkar kan tangan nya ke pinggang arga. Dengan sigap arga membawa tubuh misa ke dalam pelukan nya. Dan memeluk nya sangat erat.

__ADS_1


Tidak ada percakapan di antara kedua nya hanya detak jantung yang sangat kencang saling bersahutan dari kedua nya. Arga menundukkan kepala nya di antara lekukan leher misa agar lebih dalam menghirup aroma tubuh misa yang sangat arga sukai.


Singaa mau sampai kapan kau akan memeluk ku. Napas ku sudah mau habis. Aku tidak bisa bernapas.


Lama arga memeluk misa dengan sangat erat. Seakan arga tidak mau berjauhan dan kehilangan misa.


"Sua...miku aku tidak bisa ber..napas. kau me..meluk ku terlalu erat." Ucap misa terbata karena napas nya sudah sesak.


Arga melonggarkan pelukan nya dan melepas kan pelukan namun masih setia memeluk pinggang misa untuk memberikan jarak di antara kedua nya agar bisa melihat wajah misa.


Misa mengatur napas nya untuk mengisi kembali paru2 nya yang ke kurangan oksigen.


Arga mengangkat dagu misa dengan jemari sehingga wajah misa mendongak ke arah nya.


"Romisa, mulai sekarang sampai waktu libur tiba, kau istirahat lah di rumah." Tutur arga pelan.


Misa mengernyitkan alis nya. "Kenapa harus istirahat suamiku. Aku.." Lagi lagi ucapan misa tergantung karena arga menatap nya lagi dengan sangat tajam.


Baiklah..baiklah singaa.. tp jangan menatap ku seperti itu lagi. Seperti akan memakan ku saja kau singa.


"Baik suamiku, aku akan istirahat di rumah." Ucap Misa lagi dan seketika tatapan arga meredup lalu mengusap lembut sebelah wajah misa.


"Dan soal urusan mu di sekolah biar pengawal mu yang mengatur nya," tutur arga lagi yang di balas anggukkan kepala misa.


Maksud nya cesa pengawal ku. Jadi selama ini cesa supir ku ternyata sekaligus mata2 nya s singa dong. Yasudah lah toh aku tidak melakukan kesalahan yang akan merusak nama baik nya ini dan Semoga saja rina tidak mencurigai ku jika aku tidak masuk sekolah lagi.


Kenapa tiba2 lagi sih singaa baru saja jantung ku normal sekarang kau bersikap seperti ini lagi.


Misa hanya mengangguk kaku sebagai jawaban iya.


Arga melepaskan rangkulan tangan nya di pinggang misa serta jemari nya di dagu misa lalu berjalan hendak melangkah ke arah pintu.


Misa yang sudah memakai kerudung blus nya mengekori arga dari belakang.


"Suamiku," panggil misa setelah diri nya berada di samping arga mensejajari langkah arga.


Arga menolehkan wajah nya ke arah misa.


"Apakah aku bisa bertemu cesa, untuk menjelaskan apa yang harus di urus nya?" Tanya misa.


"Tidak perlu. Dia sudah mengerti dg apa yang harus di kerjakan nya." Tegas arga lalu merangkulkan lengan nya di pundak misa.


Misa mengangguk kan kepala nya mengerti dan tidak bersuara lagi.


Semoga saja semua nya berjalan lancar.

__ADS_1


-------------------------


Misa dan arga kini telah sampai di meja makan dan duduk di kursi nya masing2.


"Kaka ipar.. bagaimana keadaan nya. Sudah baikan kan. Nggak ada yang luka kan," celoteh syila memandangi misa teliti.


Misa tersenyum. "Kaka baik baik saja syila," ucap misa menatap syila dan tidak sengaja tatapan nya melirik egi yang duduk di samping syila.


Misa mengernyitkan alis nya heran.


Kenapa wajah s egi babak belur begitu. Apa kemarin terjadi sesuatu.


Pikir misa karena misa saat keadaan trauma nya dia dalam keadaan tidak sadar.


"Egi kenapa wajah mu biru2 begitu?" Tanya misa penasaran.


Arga menatap tajam ke arah egi agar tidak membicarakan masalah kemarin.


"Kaka ipar nggak tahu. Kan ka egi kemarin habis...." ucapan syila terpotong oleh sanggahan egi.


"Habis tauran." Celetuk egi singkat dan memberikan tatapan tajam pada syila.


Seakan syila mengerti. "Iya kaka ipar. Hebat bener kan ka egi bisa tauran dan selamat dari tauran itu." Syila meyakinkan misa.


Apa bener tp kenapa perasaan ku berkata telah terjadi sesuatu kemarin dan seperti ada ingatan yang hilang dalam pikiran ku tentang kejadian kemarin, yang aku ingat itu hanya pak dani datang ke hadapan ku lalu menarik tangan ku dg kasar dan selebih nya aku sudah tidak ingat lagi. Apa aku pingsan yah sewaktu itu. Tp ya sudahlah toh nggak penting juga.


"Hmm begitu.. jangan ikut tauran nggak baik egi. Kamu kan sebentar lagi akan lulus," tutur misa di sela mulut nya mengunyah makanan.


"Ekhm.." Arga berdehem untuk mengalihkan suasana.


"Makanlah dan habiskan," titah arga.


Yang di balas anggukkan kepala oleh misa.


"Kaka ipar setelah sarapan kita santai di halaman belakang yuk. Syila sudah lama nggak main di halaman belakang rumah." Ajak syila.


Misa menghela napas pelan dan menatap arga meminta persetujuan. Sedang arga hanya membalas nya dengan tatapan dingin dan kembali mengunyah makanan nya.


Seperti nya akan asyik jika yang mengajak nya syila. Tp semoga saja syila tidak mengajak nya ke kandang singa jantan itu.


Misa mengangguk mengiyakan."Boleh syila."


"Asyiiik ka arga dan ka egi juga ikut yah biar rame. Yaa itung itung jadi bodyguard nya kita ya kan kaka ipar." Celoteh syila menatap arga dan egi bergantian.


Arga dan egi yang di tatap syila hanya mengangguk kan kepala nya pelan.

__ADS_1


Hehe... lucu sekali sih s singa dengan adik nya bisa nurut sama syila.


BERSAMBUNG...


__ADS_2