
"Ceritakan." Tegas Arga meminta penjelasan lebih.
Misa menghela napas pelan, ia memberanikan diri nya mengangkat wajah untuk menatap wajah Arga.
"Aku-aku pergi ke pesta bersama Cesa juga Rina. Namun di-di pesta aku bertemu dengan Pak Dani juga Egi. Jadi nya kami berlima duduk di meja yang sama dan memainkan permainan yang di namai truth or dare, setelahnya aku langsung pulang." Jelas Misa panjang lebar.
Rasanya aku sedang menjadi saksi mata yang menceritakan suatu kejadian si korban untuk investigasi. Kenapa si singa senang sekali membuat ku seperti ini?
Arga tersenyum menyeringai, ia mengusap lembut puncuk rambut Misa.
"Pindah, kau berat." Titah Arga pada gadis yang masih duduk di pangkuannya itu.
Siapa juga yang betah duduk di pangkuan mu singa?
Misa bangkit dan berpindah menjadi duduk di samping pria itu.
Arga kembali meraih dagu Misa dengan jemarinya.
"Ada-ada apa Sua-suamiku?" Terbata Misa gugup bercampur takut.
Pria tampan itu mengusap-usap sudut bibir Misa dengan ibu jari nya. "Kau sudah lihat?" Tanyanya penuh teka-teki.
Alis Misa sedikit berkerut bingung menatap wajah tampan itu.
"Li-lihat apa suamiku?" Akhirnya pertanyaan itu meluncur dari bibir Misa.
__ADS_1
"Gaun merah." Ucap Arga lalu menyeringai senang.
Senang sekali kau membawa barang wanita simpanan mu ke dalam lemari ku. Sampai-sampai kau tersenyum seperti itu. Kau mau mengejek jika aku ini istri palsu mu.
Gadis itu mengangguk. "I-iya aku... aku melihatnya, ga-gaun siapa itu suamiku?" tanya Misa yang penasaran.
Arga melepas pegangan tangan nya di dagu Misa, kemudian beranjak berdiri.
"Siapkan air hangat." Ucapnya sambil lalu menuju ruang ganti meninggalkan Misa yang terlongo masih di penuhi tanda tanya.
Tidak bisakah dia menjawab pertanyaan ku agar hati ku tidak mengganjal tidak sekesal ini. Huh. Dasar singaa naga. Gerutu Misa dalam hati lalu beranjak ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat.
*****
Di Kamar Mandi.
Arga telah berdiri di belakang Misa mengamati wanita itu dari belakang sedang yang di perhatikan malah asyik memainkan busa sabun di bathub.
"Sudah selesai." Suara Arga.
"Hah!" Terlonjak kaget, Misa mengerjap cepat beberapa kali. Napasnya terlihat memburu masih kaget, ia mengusap dada.
Kenapa dia senang sekali mengagetkan orang.
Melihat Misa terdiam masih membelakanginya, Arga kembali bersuara. "Sudah selesai."
__ADS_1
"Sud-sudah suamiku." ucap Misa sambil bangkit dari duduk jongkoknya, dengan gerakan cepat ia membersihkan tangan yang penuh busa lalu berbalik menghadap pria itu.
Arga yang sudah berjubah handuk melangkah maju ke arah bathub, hingga refleks membuat Misa melangkah maju ke arah berlawanan, ia hendak menuju ke ruang ganti.
"Pakai gaun merah di lemari mu, dan setelah aku mandi pastikan kau sudah memakai nya. Jika tidak. Kau akan tahu akibatnya." Titah Arga seketika membuat langkah Misa terhenti dan mematung berdiri di samping pintu ruang ganti.
Apa maksudnya? Jadi gaun itu punya siapa?
"Kenapa kau masih disini. Mau ikut mandi bersama ku." Goda Arga.
Sontak kedua mata Misa melebar tersadar dari lamunan. "Ah, ti-ti-tidak suamiku. Aku-aku sudah mandi. Aku menyiapkan baju mu dulu." Tergagap Misa gugup.
Ceklek.
Dia langsung memutar handle pintu dan berhambur masuk ke dalamnya.
Meninggalkan Arga yang terkekeh geli melihat.
Punggung gadis itu menempel di daun pintu, masih mematung mencerna maksud Arga.
"Apa tadi dia bilang? Aku harus memakai gaun merah itu? Jadi gaun itu di siapkan untuk ku. Bagaimana ini? Jika aku tidak memakai nya aku tidak tahu ancaman apa yang akan dia lakukan terhadap ku." Oceh Misa.
Gadis itu melangkah ke arah lemari tempat pakaiannya. "Jika aku memakainya, memalukan sekali dan aurat ku... oh tidak tapi jika aku tidak memakainya aku harus siap dengan ancaman dia, yang bisa saja dia langsung menceraikan aku sekarang juga. Dan jika saat ini aku bercerai... akan seperti apa nasib ku? Rasanya aku belum siap, pernikahan ku dengannya kan belum ada setahun. Apa kata Paman, Ayah Putra dan Bibi jika aku di ceraikan saat ini juga."
Misa terlihat mondar-mandir gelisah memutuskan apa yang akan di ambil nya terhadap titah Arga karena titah pria itu sangat ia tak sukai.
__ADS_1
Dan setelah beberapa lama Misa mondar-mandir merenung. Akhirnya ia menyiapkan dahulu pakaian tidur untuk Arga. Kemudian dia keluar ruangan ganti dengan membawa gaun merah di tangan nya.
BERSAMBUNG...