Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
41


__ADS_3

"Ekhem... bagaimana keadaan bu Misa?" tanya Egi sambil mengamati wajah Misa.


Misa tersenyum ke arah nya dan hendak membuka mulut untuk melontarkan jawabannya. Namun tiba-tiba...


Sreet.


Arga berdiri di hadapan Misa sehingga menghalangi pandangan Egi terhadap gadis cantik yang terduduk di sofa itu. Karena tubuh mungil Misa tertutup penuh oleh tubuh besar tegap Arga.


"Eh." Heran Misa menatap tubuh besar menjulang tinggi di hadapannya. Ada apa lagi dengan si singa? Kenapa dia malah menghalangi pandangan ku?


"Dia baik, kau tidak melihat nya." Jawab Arga dengan nada dingin dan tatapan tajam.


Egi menatap kesal pada laki-laki di hadapannya. Lalu ia beralih menatap tak terbaca memberikan isyarat ke arah Asyila yang tubuhnya tak tertutupi oleh Arga.


"Kakak ipar temenin syila nonton film yuk," ajak Syila memecah suasana mencekam di ruangan itu.


"Boleh syila," balas Misa.


"Tidak boleh!" tegas Arga berbalik menghadap ke keduanya.


Syila memberenggut kesal. "Kakak pelit, boleh yaah... boleh yaaah," pintanya menatap melas.


"Humph...," Arga mendengus memalingkan wajah, lalu akhirnya ia mengangguk kecil. "Tapi di kamar ini saja."


"Baiklah... baiklah... yang penting Syila bisa menonton film bersama kakak ipar imut," ucap Syila antusias.


Kemudian dia menarik lengan Misa agar terbangun dari duduknya. "Yuk, kakak ipar kita pindah ke sofa tv," ajak Syila melangkah ke arah sofa ruangan televisi.


Misa mengikuti langkah kakinya menuju sofa tv. "Syila sepertinya enak nonton film nya di bawah deh, biar bisa sambil selonjoran," ucap Misa saat melihat Asyila duduk di sofa panjang. Dia mendudukkan diri di atas karpet yang terhampar.


"Ah, benar juga kata kakak ipar." Asyila ikut duduk di atas karpet samping Misa.


Sedangkan Arga dan Egi mengikuti mereka ke ruang tv dan duduk di sofa panjang belakang kedua wanita


itu.


"Kakak ipar lihat lah kak Arga sama kak Egi seperti bodyguard saja di belakang kita," bisik Syila di telinga Misa.


Misa melirik dari sudut mata nya ke arah belakang. Lalu ia mengangguk kan kepala di sertai senyuman.


"Ya sudah, sini remotnya, Syila yang pilih filmnya," ucap Syila mengambil remote tv di atas meja kecil dekat bufet hias.


"Awas kakak di belakang jangan ganggu kami." Peringatan Syila menunjuk jari nya ke arah dua pria tampan itu, sedang yang di beri peringatan hanya diam menunjukkan wajah tanpa ekspresi.

__ADS_1


Syila mulai memilih film ke sayangan dan pilihannya yang jatuh pada film asal korea, sehingga menampilkan wajah ganteng dan imut artis korea.


"Syila suka artis korea?" tanya Misa sambil melihat layar tv.


"Iya kakak ipar... bagaimana mungkin Syila nggak suka, lihat lah wajahnya imut-imut kan?" Celoteh Syila menunjuk gambaran wajah pria tampan nan imut di layar tv.


Misa tersenyum menanggapinya tanpa menjawab atau mengangguk.


"Kakak ipar suka k-pop?" tanya Syila.


Misa mengernyitkan alis nya bingung.


"Apa itu k-pop?" tanyanya polos.


Syila tertawa geli melihat wajah bingung Misa.


"Itu loh kakak ipar, artis boy band dan girls band korea."


"Oh...," Manggut-manggut kecil. "Kakak kurang tahu Syila, karena terlalu padat waktu Kakak jadi nggak sempat menyalakan tv untuk menonton hal seperti itu," ujar Misa jujur.


Asyila mendesah kecewa. "Ah, kakak ipar nggak asyik, nanti kalau kakak udah lihat film ini, kakak bakal suka dech."


Sedang Arga dan Egi bukan layar tv yang mereka tatap melainkan gadis cantik di bawah atas karpet itu.


"Filmnya udah di mulai kakak ipar." Antusias Syila menatap berbinar.


Kemudian Asyila merebahkan kepalanya di pangkuan Misa yang memang saat itu Misa sedang menselonjorkan kakinya.


Arga yang melihat Syila merebahkan kepala di pangkuan Misa, ia turun dari sofa dan ikut bergabung duduk di atas karpet di samping tubuh Misa.


Dengan gerakan pelan perlahan Arga melingkarkan tangannya di pinggang ramping gadis cantik itu, lalu menyenderkan kepala di kepala Misa.


Seketika membuat Misa terhenyak, melirik ke sudut mata nya. Ini tidak adiknya, tidak kakaknya senang sekali menempeli tubuh ku. Untuk Asyila sih tidak apa-apa, tapi untuk si singa sentuhannya itu selalu membuat jantung ku berperang.


Sementara Egi yang sedari tadi mengamati, hanya bisa mengepalkan tangan dengan tatapan tajam penuh kekesalan melihat apa yang di lakukan kakaknya.


Ada senyuman kepuasan di bibir Arga saat melirik wajah Egi yang berhasil dibuatnya kesal tidak bisa berkutik.


"Kakak ipar lihat wajahnya imut sekali kan? Duuuh gemes deh ganteng banget sih," Syila mengoceh di pangkuan Misa.


"Tapi kalau cewek nya, kakak ipar juga tidak kalah imut dan cantik... maka nya Syila suka gemes sama Kakak ipar. habisnya wajah kakak ipar imut banget dan kinclong," celoteh Syila lagi lalu beralih menatap ke atas ke arah wajah Misa.


Alisnya berkerut saat mendapati Arga di samping Misa. "Kak Arga kapan kesitu? Awas yaa jangan ganggu kita lagi nonton."

__ADS_1


Arga hanya menatap Syila tanpa berkata sepatah kata pun.


Lalu syila kembali lagi menonton ke layar tv. "Waaah... kakak ipar lihat idol itu, grup band ini sedang populer loh kak, lihat lah wajahnya ganteng-ganteng kan?" Antusias Syila lagi dengan mata berbinar.


"Iya Syila, ganteng-ganteng," timpal Misa dengan mata masih menatap ke layar tv.


Mendengar pengakuan itu, sontak Arga menatap ke arah Misa dengan pandangan kesal ada kilatan amarah dari sorot matanya. Dia bangkit dari duduknya dan mengambil remote tv yang kebetulan remot tv tersebut tergeletak di karpet yang tidak jauh darinya. Lalu...


Klik.


Arga memencet tombol untuk mematikan tv sehingga membuat Asyila bangkit dari pangkuan Misa dan refleks berteriak.


"Kakak kenapa di matiin!" teriak Ayila.


"Syila berani berteriak di depan Kakak!" Ucap Arga tak kalah meninggi nan tajam.


Syila menundukkan kepalanya. "Maaf kakak, Syila salah," ucapnya lemah merasa bersalah.


"Keluarlah, Kakak ipar mu butuh istirahat," titah Arga dengan tatapanmasih menatap tajam.


Asyila beranjak dari duduknya. "Maafin Syila Kakak, Syila ke kamar dulu," ucapnya lagi masih menundukkan kepala lalu berjalan dengan gontai ke arah pintu.


Misa yang menyaksikan, terpaku diam masih terduduk di atas karpet. Adiknya saja tidak bisa berkutik apa-apa dengan aura menyeramkannya si singa, apa lagi aku.


Sedang Egi masih terduduk di sofa menatap Misa.


"Kenapa kau masih duduk. Keluar!" tegas Arga dingin ke arah Egi.


Egi bangkit dari duduknya, sejenak ia saling tatap menatap tajam dengan Arga sejenak kemudian berlalu meninggalkan kamar menyusul Syila.


Arga duduk di sofa tv. "Kemarilah," titahnya pada Misa yang masih duduk kaku di bawah karpet.


Misa menurut, beranjak berpindah duduk di samping pria tampan itu.


Arga mengusap lembut kepala Misa. "Duduklah di sana." Jemari Arga menunjuk ke ujung sofa.


Misa menurut lagi duduk di ujung sofa sehingga dekat dengan lengan sofa.


Dengan gerakan tiba-tiba Arga merebahkan kepalanya di pangkuan Misa lalu menarik sebelah tangan gadis itu untuk di letakkan di kepalanya.


"Usaplah," titah Arga lagi.


Misa menurut mulai menggerakkan tangannya yang sedikit kaku, mengusap dengan lembut rambut kepala pria tampan di pangkuannya.

__ADS_1


Kenapa sekarang sikapnya kembali lagi ke bayi besar, setelah mode singa nya tadi menyala?


BERSAMBUNG...


__ADS_2