
Misa dan cesa telah sampai di sekolahan dan kini kedua nya sedang berjalan di lorong lorong kelas untuk menuju kantor guru
"Misaaa..."teriakan rina menyambut kedatangan misa dan cesa yang baru saja memasuki ruangan kantor guru
"Iya rinaa" balas misa yang berjalan ke arah meja nya
Rina menghampiri meja misa dan berdiri di hadapan meja.
Rina menelisik pipi misa yang sedikit berisi dan mengernyitkan alis nya heran
"Mis.. sudah lama kita masuk sekolah. Tp aku baru sadar jika pipi mu agak cuby yah. Jadi gemes dech lihat nya" celoteh rina mencoel pipi misa di hadapan nya yang sudah duduk di kursi
Misa meraba wajah nya
"ah, masa.. apa mungkin karena sekarang aku doyan makan. Jadi begini" gumam misa di sela memeriksa wajah nya
"Bagus dong jika doyan makan. Siapa tahu badan mu jadi sama kayak aku, berisi dan tinggi. Haha.." ucap rina menunjukkan tubuh ideal nya ke misa
Misa hanya menggelengkan kepala nya
"mending kalau nanti jadi nya seperti tubuh mu. Lah kalau aku jadi gendut dan pendek gimana" tukas misa sebal
Rina sedikit mengernyitkan alis nya heran. Kenapa misa sekarang jadi suka sekali tersinggung yah. Pikir rina menyikapi sikap misa yang tidak seperti biasa nya
Teng...teng...teng...
Bunyi bell menandakan masuk pelajaran pertama telah tiba.
"Eh, sudah mulai masuk jam mengajar nih. Aku duluan yah mis. Soal nya hari ini aku kebagian di kelas lantai atas" ucap rina lalu mengambil buku ajar ke meja nya
Misa hanya mengangguk kecil mengiyakan dan tidak menoleh atau melakukan hal yang sama seperti rina
__ADS_1
Ada apa dengan misa . Biasa nya dia akan semangat untuk mengajar
Rina menghampiri lagi meja misa
"misa. Kamu nggak ada kelas pagi ini" tanya rina
"Ada rina" gumam misa di sela menyenderkan kepala nya ke senderan kursi
"Kenapa belum siap2 untuk ngajar" kembali bertanya karena masih heran dengan sikap yang tidak biasa nya misa
"Bentar lagi rina.. aku lagi nyaman duduk di kursi ini" balas misa masih dengan posisi duduk nya yang kepala nya bersender ke senderan kursi
Rina yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala nya
Nih anak kesambet apa.. pikir rina
"Yasudah aku duluan yah. Assalamualaikum misaa" pamit rina namun masih belum beranjak dari tempat nya
"Walaikumsalam" balas misa masih dengan posisi nya
"Ada apa rina" tanya misa heran
Rina mencebikkan bibir nya sebal
"Biasanya jika kita akan pergi mengajar kita akan cipika cipiki untuk pamitan mis. Kenapa sekarang tidak" tutur rina merentangkan tangan nya untuk merangkul misa namun misa tidak beranjak dari posisi nya
Misa mengangkat alis nya sebelah
"aku lagi gak mau di ganggu dengan posisi nyaman ini rinaa. Lain kali saja yah" gumam misa pelan yang mengabaikan rina
Rina mendengus sebal....
__ADS_1
Iya benar. Ada yang aneh dengan diri misa. Dia tidak pernah bersikap seperti ini sekalipun diri nya sedang kesal atau marah dia tidak akan mengabaikan ku begitu saja tp ini hanya karena masalah posisi duduk saja dia sampai tega mengacuhkan ku.
"Baiklah. Aku pergi dulu misa" pamit rina dan berlalu meninggalkan misa yang masih asyik dengan duduk nyaman nya
Sepeninggalan rina
Cesa menghampiri misa dan berdiri di samping meja misa
"Nona, sudah waktu nya mengajar" ucap cesa setelah melihat jam yang melekat di tangan nya
"Bentar lagi cesa.. 5 meniiit saja. Aku lagi merasakan kenyamanan ini" ucap misa melirik cesa yang ada di samping nya
Lagi lagi cesa menatap heran dengan sikap misa
Pantas saja sekertaris Tang. menyuruh saya untuk melaporkan lebih detail sikap nona. Jadi ini penyebab nya, karena nona bersikap tidak seperti biasa nya. Memang aneh sih. Dengan sikap nona seperti bukan diri nona
Beberapa menit kemudian
Misa menghela napas nya panjang lalu melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya
"Ya tuhaaan.. jam mengajar sudah lewat 15 menit. Bagaimana ini" gumam misa panik lalu mengedarkan pandangan nya ke sekitar kantor guru yang mulai sepi dan melirik cesa yang masih berdiri di samping meja nya
"Cesa. Kenapa kamu nggak memberitahu ku jika sudah waktu nya jam mengajar. Dan kenapa kamu masih disini bukan nya pergi mengajar" tegas misa di sela gerakan tangan nya mengambil buku ajar nya
"Nona saya sudah memberitahukan nya tadi pada nona. Hanya saja nona berkata masih nyaman duduk di kursi" tutur cesa jujur lalu mengikuti misa yang sudah berjalan ke arah pintu keluar
Misa menoleh ke arah cesa yang berada di belakang nya
"Jadi maksud kamu. Aku yang pemalas gitu" seloroh misa tidak suka dan kembali melanjutkan langkah kaki nya
Cesa menghembuskan napas nya pelan dan menggelengkan kepala nya
__ADS_1
Ada apa dengan nona. Dia tidak pernah bersikap seperti ini selama saya jadi pengawal nya. dan Nona akan selalu bersikap ramah dan anggun meskipun saya melakukan kesalahan. pertama kali nya saya di beri sikap seperti ini oleh nona
BERSAMBUNG...