Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
66


__ADS_3

Masa ujian semester telah tiba. Egi dan Asyila sibuk mempersiapkan bahan untuk ujian semester agar mendapatkan nilai yang bagus.


Sedangkan Misa sebagai guru, setiap ke sekolah pun hanya sampai setengah hari karena waktu yang di perlukan lebih singkat di bandingkan dengan mengajar seperti biasanya, selebihnya semua pekerjaan memeriksa tugas dan hal lainnya mengenai anak didik. Misa membawa ke rumah agar lebih leluasa mengkoreksi.


Gadis cantik berseragam guru itu sedang berjalan melewati lorong kelas menuju kelas yang akan di awas nya, karena sekarang tugas Misa bukan sebagai pengajar tapi sebagai pengawas para murid selama waktu ujian berlangsung untuk menghindari para murid mencontek.


Dan seperti biasa Cesa selalu mengikuti Misa agar sampai kelas dengan selamat dan barulah diri nya menuju kelas yang akan di awas nya.


"Cesa. Kelas yang di awas kamu bagian kelas mana?" tanya Misa di sela langkah kaki.


"Kelas XI 1 Bu Misa." Jawab Cesa tegas.


Langkah kaki Misa terhenti tepat di depan pintu kelas yang terbuka lebar. "Hmm... gitu, sepertinya saya sudah sampai. Terimakasih Cesa, sudah mengantar. Saya masuk dulu," ucapnya lalu masuk ke dalam kelas setelah mendapati anggukkan kepala dari gadis yang mengantarnya tadi.


Misa memasuki ruangan kelas. "Assalamualaikum, pagi anak-anak." Salam Misa setelah diri nya berada di meja depan pojok kelas.


"Walaikumsalam Bu Misa," serempak para murid.


Misa meletakkan berkas lembar soal ke atas meja dan membuka lakban yang menjadi ciri soal-soal itu aman tak sembarang di buka oleh orang lain selain yang bersangkutan.


"Akhirnya, aku kebagian di awas Bu Misa. Kan jadi semangat 45 nih mengerjakan soal nya." Celetuk salah satu murid yang biasa jadi raja gombal yaitu Hendri.


"Jangan semangat nya aja, tapi harus benar juga jawaban nya." Timpal Misa, sembari memisahkan lembar soal sesuai tahap kelas yang terbagi menjadi murid XI dan XII.


"Pasti dong Bu, pelajaran ibu kan paling favorit jadi pasti benar semua jawabannya," Hendri semakin senang di tanggapi.


"Ah, lu buluk bisanya cuman ngebual aja tapi nilai lu nggak bagus malah di bawah rata-rata," ucap Ito yang berada di jajaran tidak jauh dari Hendri.


"Emang nilai lo bagus cetol," balas Hendri tak mau kalah.

__ADS_1


Misa berjalan ke meja bagian jajaran depan, ia tampak sibuk membagikan setumpuk kertas LJK dan kertas soal pada murid yang berada di kursi depan agar di bagikan ke kursi belakang.


"Eh, lo pada mau ujian kagak, berisik tau. Gue mau ngerjain nih soal, denger celotehan lo pada kepala gue puyeng duluan." Celetuk teman lainnya yang berada di kursi depan menghentikan celotehan Ito dan Hendri yang mulai menuju perdebatan.


Misa menggeleng kecil beberapa kali lalu ia menghampiri meja Hendri yang terlihat akan menyerang meja temannya itu. Misa menatap Hendri dengan tajam.


Misa memberikan tatapan tajam peringatan. "Hendri." Ucapnya tegas.


Hendri menoleh, ia tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuk leher yang tidak gatal." Iya Bu Misaa pujaan hati Hendri."


Misa tersenyum terpaksa. Lalu...


Brak.


Meletakkan dengan kasar kertas soal ujian dan LJK ke atas meja Hendri. "Kerjakan," tegas Misa lalu berlalu menuju meja lainnya untuk membagikan kertas soal ujian.


"Omigat, omigat jantung Hendri. Bagai kena ribuan panah melihat senyuman Bu Misa tadi." Cerocos Hendri memegangi dada nya.


Misa kembali melirik ke arah mereka. "Sudah jangan berisik. Waktu ujian sudah di mulai. Cepat kerjakan soal nya, dan jangan sampai ibu lihat ada yang mencontek." Tegas Misa kemudian beranjak menuju meja nya, setelah soal dan LJK telah terbagi semua.


Seketika suasana kelas menjadi hening, tenang dan para murid mulai mengerjakan soal ujian dengan fokus.


*****


Sementara di kantor Arga.


Seorang pria tampan tampak sibuk dengan laptop dan tumpukan berkas di meja nya. Dia menekuni


semua pekerjaan kantor dengan fokus dan serius.

__ADS_1


Sekertaris Tang memasuki ruangan tuannya itu, sembari menenteng dua buku yang berbeda sampul di sebelah tangannya. Buku itu satu bersampul warna putih dan satu nya lagi bersampul biru tua.


"Tuan." Panggil Tang setelah dirinya berada di depan meja.


Arga mengangkat pandangan nya pada pria yang memanggil tadi. Dia menatap tanpa menyahuti, menunggu Tang menyampaikan maksudnya.


Tang maju beberapa langkah, ia meletakkan dua buku itu ke atas meja hadapan Arga. Kemudian ia mundur kembali ke tempat semula.


"Itu buku yang tuan minta, sampul biru adalah buku panduan **** sedangkan sampul putih buku panduan istri bahagia untuk keluarga harmonis." Jelasnya.


Kedua bola mata Arga melirik buku itu lalu kembali menatap Tang.


"Apakah dengan buku ini. Aku akan berhasil Tang?" tanya Arga tegas.


Mengangguk kecil mengiyakan. "Buku itu sangat terkenal bagi para pengantin baru yang belum pengalaman," Jelas Tang.


Tangan Arga terulur meraih kedua buku tersebut, ia tampak membolak-balikkan nya dengan alis berkerut heran.


"Kenapa sampul nya polos gini?" tanyanya masih membolak-balikkan buku.


Sekertaris Tang menundukkan pandangan. "Sudah dari toko nya tuan, seperti itu." Bohong Tang.


Padahal itu di sengaja tuan, supaya jika tuan membaca nya di luar ruangan atau di rumah, tidak akan memalukan tuan sendiri. Karena saya yakin jika orang melihat tuan membaca buku seperti itu yang bersampulkan dari asli buku nya. Sudah pasti mereka akan tertawa seperti yang saya lakukan.


Pria tampan itu mengangguk paham. "Baiklah, terimakasih Tang kau selalu bisa di andalkan." Kata Arga kemudian ia bangkit dari duduk nya.


Hah... menghembuskan napas panjang sejenak, memegang kedua buku. "Dan tolong kau periksa berkas-berkas ini, aku ingin membaca nya sekarang." Sambung Arga sambil keluar area meja, lalu ia berjalan menuju kamar istirahat yang berada di samping ruang kerja.


Setelah kepergian Arga.

__ADS_1


Tang berjalan mendekati meja, merapihkan tumpukan berkas di atas meja. "Tuan, tuan, memang kalau lagi kasmaran seperti itu. Sungguh merepotkan." Gumamnya kemudian berbalik keluar ruangan dengan tangan menenteng setumpuk berkas. Menuju ruangannya sendiri yang berada di depan ruangan Arga.


BERSAMBUNG...


__ADS_2