Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
131


__ADS_3

Syila berlari dengan langkah kaki tergesa menuruni anak tangga untuk menuju ke lantai bawah dan pikiran nya ingin ke ruangan kerja arga


"Kaka...kakak...tolong kaka ipar" teriak syila menggema di lantai bawah membuat egi yang sedari tadi sedang duduk santai di sofa panjang di ruang keluarga langsung terjengkat dan menghampiri syila


Begitu pun bi ane yang baru lewat dari ruang tv dan mendengar suara panik syila langsung ikut berhambur menghampiri syila yang masih di anak tangga


"Ada apa syila" tanya egi yang sudah berada di ambang anak tangga menyambut syila yang baru sampe di anak tangga terakhir


Syila menetralkan napas nya dulu yang memburu karena berlari tergesa dan panik


"Anu..kaka ipar..kaka ipar..dia.." ucap syila terbata karena masih di liputi kepanikan nya


Egi mengguncang pundak syila agar segera menjelaskan nya


"Ada apa dengan misa, syila. Cepat katakan" tegas egi dengan nada suara cukup tinggi


"Kaka ipar muntah..muntah.. di kamar mandi" ucap syila setelah diri nya menetralkan napas nya


"Benarkah. Nona..." seloroh bi ane yang sedari tadi berdiri di antara kedua nya dan mengamati syila dan egi


Syila mengangguk mengiyakan


Egi segera berlari ke anak tangga untuk menuju lantai atas di ikuti syila di belakang nya. Sedang bi ane menuju ke ruangan kerja nya arga


Bi ane berlari dengan langkah cepat menuju ruang kerja arga dan sesampainya di depan pintu ruang kerja. bi ane mengetuk pintu ruangan tersebut dengan ketukan tergesa tidak seperti biasanya


Tok...tok..tok..


"Tuan..tuan...tuan.." panggil bi ane dengan nada suara gusar


"Masuk" titah arga dari dalam

__ADS_1


Bi ane langsung masuk ke ruangan arga dan menunduk


"Ada apa bi ane. Sehingga kau mengetuk pintu dengan tergesa seperti itu" tanya arga yang duduk di sofa tunggal


"Anu..tuan..nona...nona.." ucap bi ane terbata karena masih syok dan napas nya masih terengah


"Ada apa dengan romisa, bi ane cepat katakan" tegas arga dengan suara meninggi karena mendengar kata nona dari bibir bi ane


"Nona muntah..muntah..sekarang masih di kamar mandi" tutur bi ane


Seketika arga bangkit dari duduk santai nya lalu melewati bi ane yang berdiri di hadapan nya dan berhambur keluar ruangan kerja untuk menuju kamar nya


Sementara sekertaris Tang menelpon dokter kevin terlebih dahulu lalu setelah nya bersama bi ane menyusul arga untuk menuju kamar arga


-------------------------


Di kamar misa masih di dalam kamar mandi dalam pangkuan syila karena egi tidak berani mengangkat tubuh nya jadi syila memangku kepala misa dalam pangkuan nya. dan egi mengamati kedua nya. egi hanya bisa mendesah pasrah karena tidak bisa berbuat apa apa dalam keadaan seperti ini


Suara pintu kamar di buka kasar oleh arga


"Romisa.." panggil arga gusar dan berhambur ke dalam kamar mandi


"Romisa.. bangunlah" ucap arga melihat misa terkulai dalam pangkuan syila


Arga langsung mengambil alih tubuh misa yang tergeletak di lantai dan kepala yang berada dalam pangkuan syila lalu arga mengangkat misa untuk membawa ke atas kasur


Sedang semua orang yang ada di sana mengikuti langkah arga yang membawa misa. Kini arga telah membaringkan tubuh misa ke atas kasur dan menyelimuti nya. Arga naik ke atas kasur agar berada di samping misa. Dan tidak memperdulikan kedua adik nya, sekertaris tang dan bi ane yang berdiri mengelilingi ranjang


"Romisa.. bangunlah, ada apa dengan mu romisa.. bangunlah" tegas arga sambil mengusap lembut wajah misa yang ada di samping nya


Namun misa masih terkulai lemah tak sadarkan diri dengan wajah nya yang pucat pasi

__ADS_1


Arga menatap tajam ke arah syila


"Syila. Apa yang terjadi. Kenapa kaka ipar mu sampai seperti ini. Jelaskan syila" bentak arga meminta penjelasan


Syila terlonjak kaget dengan bentakan arga. dengan ragu dan tubuh bergetar syila menatap arga


"Syila juga tidak tahu kakak, ketika kita selesai belajar dan berencana menonton tv, tiba tiba kaka ipar berlari cepat ke kamar mandi dan muntah2, terus karena syila panik jadi syila turun ke bawah untuk mencari bantuan. Tp ketika syila sudah kembali. Kaka ipar sudah pingsan dan tergeletak di lantai.." jelas syila menjelaskan kejadian nya


Arga menghembuskan napas nya kasar


"Syila, apa kaka ipar memakan sesuatu yang membuat nya muntah seperti itu" tanya arga mengintimidasi


"Selama belajar kita tidak memakan apa2 kaka. Kita hanya belajar saja" jelas syila dengan suara gemetar nya


Arga kembali menghembuskan napas nya kasar lalu beralih menatap Tang


"Tang..." panggil arga


"Iya tuan"


Arga menatap tang tajam


Seakan tang mengerti dengan tatapan arga. Tang berkata


"Dokter kevin tengah dalam perjalanan kemari tuan" tutur tang


"Baiklah, kalian keluarlah jangan membuat kamar ini menjadi pengap. Kasihan romisa" titah arga tegas


Ke empat orang tersebut menurut tanpa mampu berkata karena melihat raut wajah arga sedang dalam keadaan menegang jadi tidak ada yang berani membantah nya karena akan membuat keadaan semakin memburuk


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2