Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
133


__ADS_3

Dokter kevin dan asisten nya keluar dari kamar arga yang langsung di sambut oleh empat orang yang sedari tadi memasang wajah khawatir menunggu nya di sofa ruangan luar kamar arga


"Ka kevin, gimana keadaan nya kakak ipar. Dia baik baik saja kan. Tidak ada racun dalam tubuh nya kan" celetuk syila menanyakan keadaan misa


"Cepat katakan ka kevin, apa yang di derita oleh bu misa" pinta egi tidak sabaran


Dokter kevin melirik ke empat orang di hadapan nya lalu menghembuskan napas nya kasar


sambil memijit pangkal hidung nya yang tidak pegal dokter kevin mulai membuka suara nya


"nona romisa baik baik saja. Tidak ada tanda keracunan dalam tubuh nya. Hanya kondisi nya lemah butuh nutrisi dan energi kembali setelah banyak memuntahkan makanan nya" tutur dokter kevin


Membuat ketiga orang yang memasang wajah khawatir bernapas lega namun tidak dengan egi


"Kau berkata dia tidak apa apa. Apa kau tidak lihat wajah pucat dan tubuh lemah nya hah. Cepat katakan yang jelas tentang keadaan nya" tegas egi dengan suara meninggi membuat semua orang menatap nya


"kakak..." syila memegang lengan egi agar emosi nya tidak tersulut namun tidak berhasil


Dokter kevin menatap egi dan menepuk pundak egi pelan


"aku berkata yang sebenar nya egi. Kaka ipar mu baik baik saja. Hanya saja... tp ini baru prediksi ku, besok pagi akan ada kebenaran yang sesungguh nya" jelas dokter kevin lagi membuat ke empat orang kembali menatap nya heran


"Maksud ka kevin apa. Tadi bilang kaka ipar baik baik saja. Kenapa sekarang berkata seakan kaka ipar sakit" seloroh syila bingung


Sedang egi yang tidak sabaran menarik kerah kevin dengan kesal dan itu membuat syila menahan lengan egi kembali. namun egi sudah terlanjur mencengkram kerah baju kevin


Kevin tersenyum miring


"Ternyata benar apa kata Tang, kau juga sama seperti dani. Menganggap nona romisa itu siapa" tutur kevin menatap egi dan tersenyum mengejek


"Tidak perlu campuri urusan orang. Cepat katakan apa yang di derita oleh misa" geram egi memperkuat cekalan tangan nya


Sedang bi ane dan sekertaris Tang hanya bisa menonton adegan tersebut dan memasang wajah datar nya


"Hey..hey.. sabar. Aku akan jelaskan semua nya pada kalian. Tp lepaskan dahulu cekalan tangan mu. Kau mau membunuhku dengan mencekik ku tuan egi yang terhormat" ucap kevin dengan kedua tangan nya di angkat


Egi mendengus kesal lalu akhirnya melepaskan cekalan tangan nya


"Cepat jelaskan dokter kevin, secara menyeluruh dan silahkan anda duduk dahulu di sofa agar lebih tenang kami mendengar nya" tutur Tang memecah ketegangan di antara nya


Dengan tarikan dari syila di lengan egi. Akhirnya egi mau di ajak duduk kembali ke sofa namun pandangan nya masih menatap tajam ke arah kevin


Sementara semua orang menurut apa yang di katakan sekertaris Tang, mereka duduk di sofa untuk mendengarkan kejelasan tentang keadaan misa dari dokter kevin


"Ekhem..." kevin berdehem untuk menetralkan tenggorokan nya yang kering karena di lihat tajam oleh semua pasang mata yang ada di ruangan itu

__ADS_1


"Kenapa kau diam saja, cepat katakan" pinta egi tidak sabaran


Ini anak kenapa sifat nya sama saja seperti kaka nya pikir kevin


"Baiklah, aku akan mengatakan yang sejelas jelas nya karena di dalam kamar tuan arga sudah tidak bisa di ajak bicara lagi bahkan mengabaikan ku. Mungkin karena saking syok nya. Jadi aku akan menjelaskan nya pada kalian yang telinga nya normal dan kesadaran nya masih ada" tutur dokter kevin gantung membuat mereka semakin menatap nya tajam dan bingung


"Kaka ipar tidak terkena sakit parah kan kak kevin...hiks..hiks.." celetuk syila sambil menangis karena mendengar penuturan kevin membuat nya salah paham


"Kau kevin...cepat katakan...ada apa dengan misa.." ucap egi menahan amarah dengan mengepalkan tangan nya kuat kuat


"Dokter kevin bisakah kau jangan membuat kami di sini bingung cepat katakan yang jelas" pinta Tang lagi


"Aku akan mengatakan nya yang jelas, jadi kalian jangan langsung mengambil kesimpulan dengan penuturan ku tadi" ucap kevin merasa senang menjahili egi dan syila


Kevin menghembuskan napas nya pelan lalu menatap ke empat nya dengan tatapan serius


"Baiklah, aku akan mengatakan yang sejelas jelas nya. Sebenarnya nona romisa kemungkinan besar sedang mengandung, namun itu baru prediksi ku saja. Jadi maka nya aku merekomendasikan dokter kandungan terbaik dari rumah sakit tuan arga, besok pagi akan datang kemari untuk memastikan nya jika prediksi ku itu benar atau tidak nya jika nona romisa sedang mengandung. Jadi tunggu sampai besok pagi kejelasan nya" jelas kevin


Seketika ke empat orang yang mendengar itu terbengong kaget dan tidak mampu berkata kata lagi


Sementara egi yang tadi nya menegang akibat emosi sekarang jadi lemas dan tatapan nya kosong. Dan syila yang sedari tadi menangis jadi terhenti dan tersenyum girang


"Benarkah itu ka kevin. Kalau sekarang di perut nya kakak ipar ada dede bayi nya" celoteh syila girang mendengar misa mengandung


"Yeay.. syila bakal jadi bibi, syila pengen lihat kaka ipar ah" girang syila hendak bangkit dari duduk nya namun sekertaris tang mencekal lengan nya sehingga duduk kembali


"Iiih sekertaris Tang kenapa syila di cegah sih" gerutu syila sebal


"Nona syila. Nona romisa mungkin butuh istirahat jadi jangan di ganggu dahulu waktu nya. Kan bisa nanti besok pagi. Mending sekarang nona syila pergi ke kamar untuk istirahat, ini sudah tengah malam" tegas Tang membuat syila melirik jam dinding yang ada di ruangan itu lalu menghembuskan napas nya kecewa


Sedang egi yang tidak mau lagi berada di sana. Egi berdiri dari duduk nya lalu melangkah gontai ke arah lorong untuk menuju tangga ke lantai bawah. Pikiran egi sudah kalut, pandangan nya kosong dan hati nya bergejolak sakit dan ketidak percayaan menyatu dalam hati dan pikiran nya.


Melihat egi berjalan hendak ke arah tangga syila ikut berdiri


"baiklah syila akan turun, tp inget sekertaris Tang. Kalau ada kabar tentang kakak ipar. Syila kabari juga oke..oke.." ucap syila yang di balas anggukkan kepala oleh sekertaris Tang


Syila berjalan mengikuti egi yang sudah berada di lorong


Sekertaris Tang dan bi ane kembali menatap dokter kevin yang dari tadi memperhatikan ke empat nya


"Ekhem..." deheman Tang membuyarkan semua kecanggungan di ruangan itu


"Jadi gimana tolong jelaskan lagi dokter kevin" titah Tang menatap serius pada kevin


Kevin menghela napas nya pelan

__ADS_1


"Tang kau tidak kasihan pada ku, sedari awal aku datang tidak di berikan minum seteguk pun. Aku haus tang" pinta kevin merajuk


"Baiklah. Bi ane tolong ambilkan minum untuk dokter kevin dan asisten nya" titah tang


"Baik sekertaris Tang" balas bi ane lalu beranjak dari duduk nya


"Bi ane. Aku jus leci yah. Haus pingin yang seger seger.." celoteh kevin yang di angguki oleh bi ane


"Cepat katakan dokter kevin jangan membuat saya kesal seperti tuan egi tadi" pinta Tang sama tidak sabaran nya


"Baiklah..baiklah tp kau jangan menatap ku tajam seperti itu seakan akan kau melahap ku Tang" ucap kevin lalu kembali menghela napas nya pelan dan menatap sekertaris Tang serius


"Seperti yang aku jelaskan tadi jika nona romisa kemungkinan sedang mengandung. Dan aku meminta mu berikan obat dan vitamin pada nona romisa, obat dan vitamin ini untuk menghilangkan rasa mual dan rasa ingin muntah kembali. Dan aku minta pada bi ane siapkan makanan yang bernutrisi tinggi karena nona romisa sudah banyak memuntahkan makanan dalam perut nya. jadi butuh asupan gizi lagi untuk menambah tenaga nya. Tadi nya aku ingin menginfus nona romisa hanya saja, kau tahu tuan mu itu jika melihat jarum yang akan menusuk kan ke tubuh nona pasti akan menegang. Jadi untuk sementara berikan dia obat dan vitamin nya, jangan lupa tang" tutur panjang kevin


tang mengangguk mengiyakan. lalu kembali menatap kevin


"aku sudah menjelaskan nya tang. kenapa kau masih menatap ku seperti itu" ucap kevin kesal karena masih di tatap tajam oleh tang


alis Tang berkerut menatap kevin


"haish... kenapa teman2 ku ini semua nya mempunyai tatapan aneh seperti itu" gerutu kevin kembali


Dan kebetulan tidak berselang lama bi ane datang dengan membawa nampan dengan tiga gelas minuman berbeda warna di atas nampan


"Silahkan minuman nya" ucap bi ane sambil meletakkan nampan di atas meja


"Hah... sudah haus nih dari tadi. Akhirnya datang juga" dokter kevin mengambil jus nya lalu menenggak nya


Asisten nya pun ikut mengambil minuman nya


sementara Tang masih menatap kevin dan sesekali melirik bi ane yang masih berdiri di samping sofa


"Claudia berikan obat dan vitamin nya pada Tang, aku ingin segera pulang sudah cape sekali ini tubuh, butuh istirahat. dan takut juga dari tadi di tatap oleh mu tang. lama lama kau jatuh cinta padaku jika kau menatap ku terus seperti itu" titah kevin pada asisten nya


"cih!! saya masih normal dokter kevin" balas Tang dan tersenyum miring


Claudia menurut mengambil botol vitamin lalu memberikan nya pada tang


Tang menatap dua botol dalam genggaman nya dan melirik kevin yang sedang minum


Seakan tahu apa yang di pikirkan tang dokter kevin kembali bersuara


"Tenang saja aku memberikan jenis obat dan vitamin yang aman jika memang nona romisa benar benar sedang mengandung" jelas Kevin lagi membuat Tang bernapas lega


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2