Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
109


__ADS_3

Misa telah sampai di rumah dan ketika turun dari mobil misa langsung menuju ke kamar nya untuk membersihkan diri, juga menunaikan shalat magrib. sedang cesa dan egi menuju tempat nya masing masing.


Setelah misa shalat magrib dan mengaji misa ke lantai bawah untuk makan malam, sebab kata bi ane arga menyuruh misa untuk makan malam bersama kedua adik nya terlebih dahulu. Mungkin akan sedikit telat pulang arga hari ini, itu yang misa dengar dari bi ane.


Karena adzan isya telah menggema. Setelah makan malam misa langsung ke kamar nya kembali dan melaksanakan shalat isya.


Misa sudah selesai dengan shalat isya dan keluar dari ruangan ganti untuk bersiap siap menyambut kepulangan arga.


Namun lagi lagi misa di kejutkan dengan arga yang sudah duduk santai di sofa, dengan mata terpejam dan kepala menyender di senderan kursi begitu pun dengan sebelah tangan yang ikut menyender di senderan kursi.


Misa masih berdiri mematung di ambang pintu mengamati ekspresi arga


Apa dia tertidur. Kenapa kelihatan nya seperti kelelahan sekali.


Lalu misa mengambil sandal rumah dan melirik kaki arga untuk menggantikan nya dengan sandal rumahan.


Alis misa mengernyit.


Sejak kapan dia mengganti sepatu nya dengan sandal rumah, tanpa bantuan dari ku.


"Romisa," panggil arga yang sudah mengetahui jika misa sudah keluar dari ruang ganti.


"Kemarilah," titah arga dengan posisi yang masih sama.


Misa menurut menghampiri arga lalu duduk di samping nya.


Arga membuka mata nya lalu merangkul pundak misa agar lebih merapat dengan diri nya.


"Ke rumah sakit kau pergi dg siapa?" tanya arga dengan tatapan mengintimidasi.


Kenapa kau menatap ku seperti itu. Seakan kau mencurigai ku telah melakukan kesalahan besar.


"Dengan cesa suamiku," jawab misa jujur.


Arga mengangkat dagu misa dengan jemari dan mendongak kan wajah misa agar menatap nya.


"Pulang nya?" tanya arga lagi masih dengan tatapan mengintimidasi.


Ya jelas dg cesa. Kenapa kau masih bertanya.


"Cesa dan ketika di parkiran tiba tiba egi ikut menumpang, karena mobil nya sedang service" ucap misa.

__ADS_1


Arga mengusap lembut bibir misa dengan jemari nya.


"Kau tahu kesalahan mu," tegas arga dengan nada dingin.


Memang dimana kesalahan ku singaa. Wajar saja jika aku membolehkan egi menumpang. Toh dia adik mu.


"Kesal..ahan apa suamiku?" tanya misa terbata.


"Satu mobil dg laki laki lain selain suami mu, itu kesalahan mu," tegas arga lagi ada penekanan di kata terakhir nya.


Dengan ragu misa menatap kedua mata arga.


"Tapi dia kan..." ucap misa tergantung.


"Aku tidak suka kau menyela perintah ku romisa," ucap arga sedikit meninggikan suara nya satu oktaf.


Kau kenapa kembali lagi mengaung seperti singa setelah kemarin kau bilang mencintai ku. Hiks ....hiks.. apa cinta mu itu palsu.


Ada kilasan ketakutan di sorot mata misa dan hal itu di sadari oleh arga.


"Aku hanya tidak suka kau dekat dg laki laki lain selain aku suami mu romisa," ucap arga lalu memeluk misa ke dalam dekapan nya dan mengelus lembut rambut misa.


Seperti nya aku harus lebih berhati2 lagi sekarang karena s singa menyimpan mata2 di sekitar ku. Jika tidak bagaimana mungkin dia akan langsung bertanya apa yg ku lakukan jika setiap kali aku keluar rumah.


Arga melepaskan pelukan nya lalu mengangguk pelan.


"Baiklah aku menyiapkan air nya dahulu," ucap misa lalu beranjak dari duduk nya dan menuju kamar mandi meninggalkan arga sendiri yang menghembuskan napas pelan lalu kembali menyenderkan kepala.


-----------------------


Arga telah keluar dari ruang ganti dengan piama tidur dan rambut basah.


"Romisa, keringkan," pinta arga menyodorkan handuk kecil dari tangan nya ke hadapan misa.


Dengan sigap misa mengambil alih handuk kecil tersebut dari tangan arga lalu berdiri di samping arga yang sudah duduk di sofa.


Misa mulai mengeringkan rambut arga dengan mengusak rambut arga dengan gerakan pelan.


"Mulai besok kau tak perlu mengganti atau memakaikan sepatu ku lagi biar bi ane yang lakukan, dan selebih nya kau lakukan kewajiban mu sebagai istri ku, romisa," ucap arga.


Apa dia ini ingin menunjukkan bahwa aku adalah istri nya bukan pelayan nya lagi. Dan apa kata nya tadi kewajiban ku sebagai istri. Dia tidak bermaksud masalah di ranjang kan.

__ADS_1


"Kewajiban istri?" tanya misa ingin memastikan kewajiban istri yang mana yang di maksud nya.


Arga menghentikan gerakan tangan misa yang sedang mengusak rambut nya lalu menatap misa intens.


"Memberikan hak ku setiap hari," ucap arga dengan senyuman misterius.


Ya tuhan benar kan itu maksud dia. Harus bagaimana ini, apa tidak bisa tidak setiap hari singa.


"Sua...miku. bisakah jangan setiap..." lagi lagi ucapan misa terhenti karena arga menatap nya dengan tatapan tajam lagi.


Baiklah...baiklah singaa jangan menatap ku seperti itu.kau membuat ku merinding takut.


"Kau mencoba menyela perintah ku lagi romisa," tegas arga dengan nada dingin.


Kenapa kau sensitif sekali sih singa. Hanya ingin menyela sedikit saja kau langsung begini. Huh. Sabar...sabar.. kenapa bisa aku jatuh hati pada singa garang ini.


Arga Menatap misa yang terdiam dan tidak menunjukkan respon nya. arga kembali berkata,


"apa kau keberatan romisa?" tanya arga dengan memicingkan mata nya untuk menunggu respon dari misa.


Misa mengangguk kan kepala nya pelan seketika raut wajah arga berubah muram. melihat itu, misa seketika menggelengkan kepala nya dengan cepat. Membuat alis arga terangkat sebelah.


"Kenapa kepala mu mengangguk dan menggeleng, yg mana jawaban yang benar?" tanya arga dengan nada tegas.


Haduh kau singa apa tidak bisa mengartikan gerakan kepala ku. Padahal kau jago mengartikan tatapan nya s egi dan sekertaris kaku mu itu.


"Tidak suamiku. Aku akan memenuhi hak mu sebagai suamiku," ucap misa membuat raut wajah arga yang dingin berubah dengan ada nya kesenangan meskipun misa tidak bisa melihat nya.


Hey, mulut kenapa bisa berkata seperti itu seakan akan aku telah menjadi wanita penggoda nya. tp tak apalah itu sudah kewajiban ku sebagai istri nya.


Arga menarik lengan misa hingga misa terduduk di pangkuan nya.


"Benarkah romisa?" tanya arga yang sudah mulai menjalan kan aksi nya.


kau bertanya seakan memastikan 'iya' dari ku. tp bibir dan tangan mu itu bisakah diam singa jangan bergerak kemana mana.


Misa hanya mengangguk kaku sebagai jawaban iya.


"Baiklah aku mau sekarang romisa," ucap arga lalu membawa misa ke ranjang nya.


Dan terjadilah kembali peperangan di atas ranjang di malam itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2