Romisa Kehidupan

Romisa Kehidupan
145


__ADS_3

Setelah terasa kenyang dengan menghabiskan setengah buah semangka dan melon. Kini Misa sedang berjalan untuk menuju kamar nya di iringi oleh bi ane dan egi yang mengikuti dari belakang misa.


Misa membalikkan badan nya. "Makasih bi ane. Egi..sudah mau temani saya makan buah di dapur," ucap Misa setelah dirinya berdiri di ambang pintu.


"Iya nona, itu sudah tugas saya," balas Bi Ane.


"Bu misa, Lain kali jika mau ke dapur bangunkan kakak atau ketuk pintu kamar egi. Kamar egi dekat dengan kamar bu misa," ucap Egi menunjuk pintu kamar nya yang bersebrangan tidak jauh dari pintu kamar misa.


Misa mengangguk paham. "Iya egi, terimakasih," balas Misa lalu tersenyum manis.


Membuat egi merona lalu memalingkan pandangan nya ke arah lain. "Baiklah, egi ke kamar dulu. Selamat malam bu misa," ucap Egi lalu berjalan ke arah pintu kamar nya yang beberapa meter dari pintu kamar misa.


Sepeninggalan egi. Misa menoleh pada bi ane yang masih berdiri. "Ya sudah saya masuk ya bi. Bi ane juga cepat istirahat sudah malam," ucap Misa yang di balas anggukan pelan oleh bi ane. Misa berbalik dan membuka pintu tunggal kamar nya.


Misa memasuki kamar dengan melewati pintu kembar nya. Keadaan kamar masih gelap temaram seperti sebelumnya saat misa keluar kamar. Misa membuka kerudungnya dan menyampirkan ke lengan sofa, lalu dengan langkah pelan misa mendekati ranjang nya.


Misa terkekeh melihat syila dan arga yang tidur saling berpelukan. "Seperti teletubis saja mereka tidur berpelukan...huh, perut kenyang langsung tidur lagi," gumam Misa pelan lalu menaiki ranjang dan membaringkan tubuh nya di samping syila. Lalu menyamping ke arah syila dan arga.


Misa menatap lekat wajah arga yang damai dalam tidur nya. Lama misa menatap wajah arga lalu dengan gerakan ke hati hatian misa mendekati wajah arga lalu mengecup lembut pelipis arga. "Tampan sekali..aku mencintaimu singa garangku," gumam Misa pelan setelah mencium pelipis arga.


"Hemm..." igau Arga sedikit terusik dalam tidur nya lalu Arga kembali damai dalam tidur nya.


Misa tersenyum dan kembali memandangi wajah arga. Dan setelah puas misa memandangi wajah arga. Misa kembali ke posisi nya lalu mulai memejamkan mata nya untuk menyusul kedua nya ke alam mimpi.


---------

__ADS_1


Pagi hari telah tiba, gema suara adzan subuh membangunkan arga dari tidur lelap nya.


Arga perlahan mengerjapkan mata nya. Hal pertama yang arga lihat dalam pandangan mata nya. Yaitu wajah lelap nya misa yang kebetulan misa tidur menyamping ke arah nya dan wajah misa sejajar dengan nya.


"Romisa.." ucap Arga parau karena baru terbangun dari tidur lalu memandangi wajah misa.


Saat arga menggerakkan lengannya arga merasakan diri nya sedang memeluk seseorang namun misa di sebrang nya. Alis arga berkerut heran. "Jika romisa tidur di situ. Lalu siapa yang aku peluk semalaman?" ucap Arga heran lalu menunduk melihat ke arah bawah yang ada syila dalam pelukan nya.


"Syila!" kaget Arga dengan suara cukup meninggi membuat syila mengerjapkan mata nya.


Arga masih melingkarkan tangan nya di tubuh syila lalu menatap bingung ke arah syila juga misa yang masih tertidur.


Sedang syila yang sudah terusik tidurnya mengucek mata nya lalu menggeliat menurunkan kaki nya yang menumpang di kaki arga. "Ada apa sih?" ucap Syila pelan lalu membuka mata nya lebar.


"Kakak..kenapa kakak peluk syila begitu. Ka arga mesum...aaa," teriak Syila membangunkan misa dari mimpi indah nya.


Syila mendudukkan diri nya sambil mengucek mata nya kembali. "Huhuhu... syila sudah ternodai oleh kakak mesum," ucap Syila di sela tangisan nya.


"Hey! Jaga ucapan mu syila. Kakak hanya memeluk mu bukan menodai mu," tegas Arga geram lalu mendudukkan diri nya di sisi ranjang.


Sedang misa yang sudah tersadar dari tidur nya. Bangkit mendudukan dirinya dan menatap ke arah kedua nya yang tampak saling bersitegang.


"Suamiku ada apa ini?" tanya Misa heran.


Arga menoleh pada misa. "Romisa... bagaimana bisa kau berubah jadi syila dalam pelukan ku?" tanya Arga dengan nada tegas.

__ADS_1


"Ah, itu..semalam aku terbangun dari tidur karena merasa lapar jadi nya aku ke dapur untuk makan buah buahan. Dan setelah kembali suamiku sudah tidur sambil memeluk syila," tutur Misa menjelaskan kejadian semalam.


Arga menghembuskan napasnya kasar lalu tanpa menoleh lagi ke misa arga berlalu menuju kamar mandi tanpa merespon ucapan misa atau bertanya.


Apa dia marah terhadap ku. melihat sikap nya seperti nya dia marah terhadapku. Baiklah, sekarang lebih baik aku menenangkan syila dulu deh.


"Kakak ipar... huhuhu... syila sudah ternodai... kak Arga mesum," ocehan Syila di sela tangisan nya.


Misa memeluk syila untuk menenangkan nya.


"Huuss syila... jangan bicara seperti itu. Tidak apa kakak mu memeluk mu di saat tidur, kan kalian beradik kakak syila," tutur Misa mencoba menenangkan syila namun syila masih menangis.


"Tapi..tapi...kata Bi Ane. Kalau kita di peluk peluk atau di pegang pegang cowok itu tanda nya kita sudah ternodai.." oceh Syila kembali.


Misa menangkup kedua sisi wajah syila dan mengusap lembut pipi nya yang sudah basah oleh air mata. "Cup..cup..syila sayang. Hal itu berlaku jika syila melakukan nya dengan pria yang bukan mahrom syila. Tp kan suami kakak itu mukhrim nya syila, kakak kandung syila jd tidak apa, bila memeluk syila. Asal jangan melakukan hal di batas sewajarnya. Tp bukan nya syila suka mencium pipi suami kakak jadi berpelukan juga tidak apa apa kan," tutur Misa dengan nada lembut.


Seketika tangisan syila berhenti lalu menatap misa sendu. "Itu kan cuma cium pipi saja kakak ipar. Tp syila masih suci kan kaka ipar?" tanya Syila polos.


Misa tersenyum lalu mencium kedua pipi gembil syila. "Tentu saja syila... tp ingat syila jangan sampai berpegang pegangan tangan, atau peluk pelukan, dengan pria lain selain kedua kaka dan Ayah syila yah.." ucap Misa sambil mencubit ujung hidung syila.


"Iya kakak ipar..syila akan ingat itu," balas Syila lalu memeluk misa.


"Ya sudah sekarang siap siap untuk shalat subuh gih. Kakak mau nyiapin pakaian suami kaka dulu," ucap Misa sambil melepaskan pelukan syila.


Syila mengangguk semangat. "Baiklah, syila balik kamar dulu kaka ipar," ucap Syila dan mengecup sebelah pipi misa lalu beranjak keluar kamar misa.

__ADS_1


Misa menghela napas panjang lalu menatap pintu kamar mandi. "Giliran membujuk s singa," gumam Misa lalu beranjak ke ruang ganti untuk menyiapkan pakaian kerja arga.


BERSAMBUNG...


__ADS_2