Senja Di Pelupuk Mata

Senja Di Pelupuk Mata
Pria pilihan abi


__ADS_3

Malam merangkak naik, suara jangkrik berubah menjadi nyanyian kodok yang saling bersahutan, hujan turun di malam itu. Namun, alarm alami yang telah tersetel sejak lama di tubuh Zafirah, membangunkan gadis itu untuk mendirikan sholat malam.


Pergerakan Zafirah mengusik ketenangan seorang Khair. Pria yang selalu waspada itu membuka mata, dan nampaklah Zafirah tanpa kerudung panjangnya"Masya Allah! sungguh indah ciptaanmu," gumam hati kecilnya.


Spontan Khair yang berada di ujung ranjang mengambil duduk, mengusap kedua matanya.


"Mas, apa aku membangunkan mas Khair?," ujar suara lembut Zafirah. Gadis itu tengah melipat mukena yang usai dia kenakan.


Mengulum bibir, canggung"Tidak, tentu tidak, hem....kau...usai melaksanakan sholat malam?," sebuah tanya yang terdengar sedikit aneh, namun Zafirah dapat memahami keadaan itu. Mereka, masih sama-sama canggung dan belum terbiasa dengan satu sama lain.


"Hemm, iya mas," sahut wanita itu.


Khair mengangguk, tanpa berkata-kata lagi. Ingin kembali tidur, tapi terlanjur telah bangun, ingin juga melaksanakan sholat malam, tapi Khair belum pernah mendirikan sholat itu barang sekali dalam hidupnya. Lantas, dirinya pun bangkit menuju kamar mandi saja.


Sementara Zafirah, wanita itu baru menyadari rambutnya yang tergerai, tanpa penutup kepala. Dirinya merasa terkejut dan spontan menutup kepalanya dengan sajadah yang belum dia lipat, tapi....untuk apa dia melakukan hal itu? toh sekarang Khair telah berhak melihat dirinya tanpa kerudung, bahkan....tanpa sehelai benang sekalipun.


Teringat segala hak dan kewajiban yang telah boleh mereka lakukan, bahkan akan menjadi ladang pahala jika di lakukan, pipi mulus Zafirah di buat merona"Astaghfirullah," gumamnya lirih. Otaknya baru saja berpikiran yang tidak-tidak. Ah! tidak-tidak?? hei ayolah! pria itu sudah sah menjadi suaminya.


Berbekal rasa penasaran, juga teringat pahala yang berlipat ganda, Zafirah memberanikan diri untuk melayani Khair di penghujung malam itu.


Pria yang baru saja membasuh wajahnya di kamar mandi, di buat terkejut"Hah?," ujarnya dengan kedua mata berkedip cepat.


Terlihat memelintir ujung baju kurungnya, Zafirah berucap"Ini adalah malam pengantin kita, jika mas ingin mengambil hak mas, aku bersedia memberikannya," nampak, wajah cantik nan ayu itu menunduk, malu.


Sebuah tawaran yang membuat Khair menelan ludah, katakan saja dirinya seekor kucing hitam yang telah lama kelaparan. Di suguhkan ikan panggang nan besar, bagaimana air liurnya tidak jatuh begitu deras bak air hujan. Namun, sejenak dirinya menoleh keatas ranjang pengantin mereka, ada bocah tampan yang sedang tertidur pulas di sana.


Enda, oh Enda! memang seharusnya kau di titipkan kepada Jena dan Agam saja. Sekarang, kau menjadi penghalang di malam pertama kedua orang tuamu.


Baiklah, biarkan si kucing hitam menahan lapar malam ini. Khair akhirnya mengajak Zafirah untuk berbincang saja, bersama mereka duduk di sepasang kursi sederhana yang terletak di sudut ruangan kamar mereka.


"Ustadzah, karena pernikahan kilat kita, bolehkah aku bertanya?," ujarnya memulai pembicaraan.

__ADS_1


Zafirah melirik Khair sekilas, kemudian kembali menatap lurus kedepan"Tentu saja boleh, tapi sebelum itu bisakah mas Khair jangan memanggilku dengan sebutan ustadzah? aku sekarang istrimu mas, bukan lagi seorang ustadzah yang mengajari putramu."


Ada perasaan hangat mendengar Zafirah mengucapkan kata-kata itu, seolah menjadi celah untuk membuka lebih lebar pintu hati wanita itu. Ah! Khair menjadi lebih berharap kepada wanita lembut ini.


"Begitukah? baiklah jika kau memintanya. Maka, dengan sebutan apa seharusnya aku memanggilmu?," tanyanya begitu sopan. Perbincangan ini terdengar bukan seperti obrolan sepasang suami istri, tetapi seperti awal perkenalan dua insan asing.


Khair melihat senyuman kecil di bibir wanita itu, memancing rasa penasaran hingga dirinya menatap Zafirah lekat-lekat"Mimpi apa aku kemarin malam? hingga malam ini menyandang status suami dari bidadari lembut nan cantik ini," gumam sang hati.


"Terserah mas Khair saja, jika ingin memanggilku dengan sebutan Zafirah saja, tidak mengapa."


"Kau memanggilku dengan sebutan mas, setidaknya aku harus memiliki sebutan juga saat memanggilmu," ucapnya.


Zafirah nampak memiringkan kepalanya, seperti sedang berpikir. Tingkah wanita itu menambah rasa penasaran Khair terhadapnya, sungguh dia wanita yang telah menerobos masuk ke dalam hatinya begitu cepat.


Merasa bingung harus memanggil dengan sebutan apa kepada sang istri, Khair spontan berkata"Jika kau memanggilku mas, apakah aku harus memanggilmu,....mbak?."


Zafirah langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan. Wanita itu tertawa kecil, kedua matanya terlihat menyipit memandangi Khair.


Ucapan Khair membuat tawa Zafirah mereda, istriku....sebuah kata yang membuat taman di hatinya berbunga kembali, setelah sekian lama layu dan hampir mati.


Sungguh, menikmati senyuman seorang Zafirah hampir membuat Khair lupa dengan sebuah tanya di dalam dada. Lantas, setelah memastikan keadaan kembali tenang, diapun melontarkan pertanyaan itu.


"Zafirah, bolehkah aku bertanya?," ujarnya lagi.


"Tentu saja, katakan mas, apa yang ingin kau tanyakan."


"Aku....hanya pria biasa. Aku hanya seorang koki yang bahkan belum resmi bekerja di cafe milik Agam dan Gibran," perlahan, pria itu kembali mengungkapkan keadan dirinya.


"Maksud mas, apa aku bisa menarima hal itu?."


Khair mengangguk"Kau seorang putri kesayangannya Kiyai besar, aku yakin hidupmu tak pernah kekurangan suatu apapun. Bersama diriku, apakah kau yakin akan merasa nyaman? bahkan penghasilan ku belum dapat aku pastikan."

__ADS_1


Di pandanginya laki-laki itu begitu dalam, sejatinya benar apa yang di katanya ayahnya"Dia pria yang jujur, tak berbeda dengan ayahnya yang tak pernah berdusta dalam berkata-kata, tak pernah marah jika di hina, tak pernah sombong jika di puja"Insa Allah, abi yakin dia pria yang baik untukmu, putriku Zafirah," ujar Kiyai Bahi sebelum benar-benar menikahkan Zafirah dan Khair.


"Aku tidak memandang harta, mas. Cukup kau sayangi aku, maka itu sudah cukup bagiku," ujarnya lembut.


Ada sedikit kelegaan di dalam dada, Khair kembali berucap"Dan kediamanku tidak besar, hanya rumah usang yang telah lama menaungi kami dari panas dan hujan."


"Aku yakin, pasti kediaman itu sangat hangat," sahut Zafirah lagi.


Khair kembali menarik napas"Dan satu lagi...apa aku cukup berkenan di hatimu?."


Pertanyaan itu membuat Zafriah menunduk, wanita itu terlihat memainkan jemari-jemarinya.


"Zafirah....," panggil Khair perlahan, dengan hati yang ketar-ketir.


Mengangkat pandangannya, Zafirah kembali bertemu pandang dengan suaminya"Mas, bagaimana bisa aku menawarkan kehormatan ku jika kau tidak berkenan di dalam hatiku."


Sungguh, rasa haru mengharu biru di dalam hati kecil seorang Khair. Begitu baiknya sang pencipta mengirimkan wanita pengganti Andara yang gila harta.


Perlahan, Khair memberanikan diri meraih jemari Zafirah yang sedang duduk di kursi itu, sementara dirinya berdiri dengan tumpuan lututnya di hadapan sang istri"Terimakasih, kau sungguh wanita yang sangat baik. Aku berjanji akan lebih memperbaiki diri, akan lebih mendekatkan diri dengan sang maha pencipta, yang menghadirkan engkau untuk menemani sisa hidupku."


"Mas, bangunlah," ujar Zafiah meminta Khair untuk tak berjongkok di hadapannya.


Namun Khair menolak, sedikit mendongak dirinya memandangi wajah Zafirah lekat-lekat"Kau bukan hanya baik, santun dan lembut, kau sangat cantik, istriku."


Debar di dada semakin menjadi, wajah Zafirah sukses di buat merah merona hingga menjalar ke daun telinga. Perasaan bahagia kini tengah memeluk mereka, pasangan yang telah halal itu.


"Kau juga baik dan tampan, mas Khair," ucap Zafirah dengan senyuman.


Perlahan, Khair memberanikan diri untuk lebih maju, dan mencium dalam kening istri yang telah di cintainya. Zafirah, memejamkan mata dengan perasaan haru, tangannya menggenggam erat jemari hangat pria pilihan sang abi"Oh ya Allah, jadi beginikah indahnya bersambut kasih," gumam hati Zafiah.


To be continued...

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya 🤗🤗🤗


__ADS_2