
Menapaki manisnya biduk rumah tangga, setelah sebelumnya menjalani kisah cinta yang tak mudah, hati seorang Zafirah tak henti-henti mengucap kata Syukur.
Meski kehadiran Andara sempat meniupkan angin kencang, namun perayu layar yang tengah dia naiki bersama Khair tak cukup terusik. Zafirah yang tenang namun lugas, tak serta-merta langsung menyalahkan Khair atas datangnya sang mantan istri yang masih mengharapkan dirinya, juga Enda.
Usai bersenang-senang bersama pasangan Jena dan Agam, malam itu suasana kediaman sederhana Khair dan Zafirah nampak sepi. Tentu saja sepi, sebab sang pembuat onar sedang bersenang-senang pula di kediaman sang kakek, pondok pesantren Al-jannah.
Malam merangkak naik, senandung nyanyian jangkring mulai terdengar di belakang kediaman mereka. Alih-alih merebahkan diri di tempat tidur, Khair menyalakan televisi dan menonton acara ragam hiburan dari negeri Korea, yang memang kerap tayang di jam hampir tengah malam.
Melihat sang suami masih terjaga di ruang tengah, Zafirah memilih ikut bergabung bersamanya di tempat itu.
"Mas mau cemilan? kita masih punya stok kue kering, aku akan membuatkan minuman hangat untukmu jika mau."
Khair menoleh kepada Zafirah"Tidak perlu, aku sudah sangat kenyang," ujarnya. Mengingat beberapa hidangan yang mereka nikmati di tepi sungai, bagaimana Khair tidak merasa kenyang. Lain halnya dengan Jena yang tidak bisa berhenti makan, Agam sampai khawatir, sebab sang istri seperti memiliki perut karet.
"Jika kau mau cemilan itu, aku yang akan membuatkan minuman hangatnya untukmu," meraih jemari Zafirah dan mengajaknya duduk bersama. Sikap itu mengukir senyum di wajah Zafirah, sungguh Khair adalah suami yang sangat baik.
Selain tinggi dan tampan, juga bertutur kata lembut, dia adalah pria yang perhatian dan tentu sangat bertanggung jawab terhadapnya.
"Aku pun sudah cukup kenyang, mas," ujarnya.
Hiruk-pikuk acara ragam di televisi tidak menyita perhatian Zafirah. Wanita itu justru fokus menatap jemarinya, yang masih dalam genggaman Khair.
Zafirah sungguh terharu dengan cincin pernikahan mereka,"Dengan apa aku harus membayar kebaikan mu, mas khair?."
Tutur wanita itu mengundang tanya seorang Khair. Dia pun mengalihkan atensi pada sang istri"Kebaikan apa?."
Menggerakan jemari manisnya, mengangkat jemari itu tepat di depan sang suami"Kebaikan untuk lambang cinta ini, dengan adanya ini semua orang akan tahu bahwa aku sudah ada yang memiliki."
Pria tampan itu kembali tersenyum, yang tentu saja membuat sang istri terpesona"Dengan hati dan cinta seumur hidup mu," tukas Khair mengusap lembut pipi Zafirah.
Akh!! Zafirah merasakan pipinya menghangat. Dan dia yakin pasti pipinya sedang merona, karena sentuhan lembut juga perlakuan lembut sang suami.
"Hentikan mas, jangan menggodaku," lirihnya menyembunyikan wajah di pundak Khair.
"Aku tidak sedang menggoda, aku benar-benar menginginkan hati dan cintamu, hanya untukku di sepanjang hidupmu."
Segera Zafirah mengangkat wajah, dan tatapan mereka seketika bertemu"Hal itu sudah menjadi milikmu, mas. Sekali menjadi milikmu maka selamanya hanya akan menjadi milikmu!."
__ADS_1
Khair menarik tengkuk sang istri dan menciumnya, Zafirah yang sangat menggemaskan ini sungguh menggoda iman seorang Khair.
...🍒🍒🍒🍒...
Pagi menjelang di kediaman pantai. Usai memastikan segala keperluan di cafe teratasi, Agam menghampiri sang istri di lantai atas. Pagi-pagi sekali Jena sudah menatap layar laptop, alih-alih olahraga jalan pagi untuk kesehatan janinnya. Dan betapa Jena merengek, saat Agam mengajaknya berjalan sebentar menyusuri tepi pantai.
"Aku lelahhh," lenguh nya. Wanita itu bahkan memasang wajah super duper sedih untuk meluluhkan hati sang suami, untuk berhenti mengajaknya berjalan pagi.
"Ingat kata dokter, tidak baik berdiam diri saja sayang, kau perlu olahraga ringan."
Menggelengkan kepala dengan kedua alis menurun, manik cantik Jena hampir meneteskan air mata. Padahal Agam tidak sangat memaksa, bahkan tidak jua menyakiti fisiknya, namun ada apa dengan bola mata berkaca-kaca itu?
Agam mengambil duduk di sofa, merangkul pundak Jena dan mengusap nya perlahan"Sayangku, jika kau lelah berhentilah mengetik naskah. Beristirahat saja, dan aku pun tidak akan mengajak mu berjalan pagi lagi."
"Tidak bisa, naskah ini harus segera ku kirim kepada Yoga," cicitnya pelan. Dia tahu Agam pasti akan protes.
"Ayolah," dan benar bukan? Agam langsung menarik laptop itu menjauh dari hadapan Jena.
"Mas!!," lirih Jena dengan tangan hendak menggapai benda tersebut.
Jari jempol dan jari telunjuk Jena terangkat tepat di depan wajah Agam"Sedikiiiiiittt lagi. Tinggal beberapa kata, bab itu akan segera selesai."
Dua bola mata sang istri berkedip-kedip, seperti bola mata boneka dari india. Akh! Agam sangat lemah dengan hal itu. Pria itu pun menyerahkan laptop kepada sang istri, dengan wajah memberengut"Aku akan menungguimu."
Jena terkekeh"Jadi kau akan menungguiku bekerja?, kau akan bosan."
Melangkah menuju nakas, Agam mengambil laptop miliknya"Aku akan bermain game, dan kau akan mengetik naskah. Jadi kita sama-sama memiliki kegiatan bukan?."
"Kau berisik ketika bermain game," keluh Jenaira.
Agam memperlihatkan earphone pada sang istri"Pakai ini dong, sayang."
Oke! Jena kalah. Agam memang sangat mengerti dengan dirinya, juga suasana ketika dirinya sedang mengetik naskah. Sembari login ke dunia game, Agam juga membuka akun Facebook untuk mengunggah foto kebersamaan dirinya bersama Jena, Khair dan Zafirah tadi malam.
Sang gawai di samping laptop berdering, Khair membutuhkan Agam untuk menerima stok minuman bersoda di cafe mereka.
__ADS_1
"Pelayanan yang cukup baik, pagi-pagi sekali mereka sudah mengantarkan pesanan ku tadi malam."
Jena melirik ke arah Agam"Minuman apa mas?."
"Tadi malam aku memesan minuman bersoda, untuk kita jual di cafe. Di jam segini pesanan itu telah datang," ujarnya menjelaskan.
"Bagus dong, berarti mereka gerak cepat saat bekerja," tukas Jena lagi.
Agam pun beranjak, hendak turun ke lantai bawah"Mas, aku mau kopi."
"Tidak untuk hari ini. Kemarin kau sudah meminum kopi juga," sahutnya di muara pintu.
Oh! wajah Jena terlihat sedih lagi dan tentu saja Agam tidak akan tega"Baiklah, tapi kopi itu miliku, jadi kau hanya boleh mencicipinya sedikit. Aku akan membawakan jus jeruk sebagai gantinya."
Mau tidak mau, Jena akhirnya pasrah menerima keputusan Agam.
Setelah sang suami turun ke lantai bawah, Jena melirik lama Facebook milik Agam. Terlihat ada sebuah notifikasi di sudut kanan.
"Hai Agam, selamat pagi."
Pesan itu datang dari sebuah akun milik seorang wanita"Felysia", ujar Jena menggumamkan nama sang pemilik akun. Terlihat Fely juga memberikan like pada banyak foto kebersamaan Jena dan Agam hari itu. Kemudian Fely juga memberikan like pada foto-foto mereka yang di unggah Agam pada hari-hari yang lalu. Sepertinya Fely sedang menjelajahi beranda Facebook milik Agam.
Jena tak membalas pesan itu, dia masih melihat beberapa like yang terus Fely berikan, yang muncul melalui notifikasi di bagian kanan.
"Ku kira kau tidak menyukai ikan, ternyata kau sangat menyukai nya," Fely menuliskan komentar pada sebuah foto, yang di unggah Agam beberapa bulan yang lalu, saat dirinya dan Gibran menikmati ikan bakar dengan rempah racikan Jena.
Dan Jena masih tak merespon tingkah laku Fely.
"Hei Agam, mengenai ikan bakar. Apa kau ingat waktu kita lembur di sekolah untuk mempersiapkan perlombaan cerdas-cermat? malam itu mama ku mengirmkan ikan bakar untuk menu makan malam kita. Kau menolak menu itu dengan alasan tidak bisa memakan ikan. Sepertinya kau berbohong," Fely kembali mengirimkan pesan melalui pada laman chatting.
"Apa kau ingat es cendol di depan sekolah? kau sangat menyukai minuman itu, bukan? apa kau merindukan es cendol paman Tejo itu? aku tahu di mana dia mangkal sekarang," Jena mencibir. Gencar sekali wanita ini ingin dekat dengan Agam, meski pesannya tidak di balas tadi dia terus saja mengirim pesan.
Selang beberapa menit Jena kembali mendapati sebuah notifikasi dari Fely"Kau membuka cafe? bolehkah aku mampir jika ada waktu?."
Tangan Jena gatal sekali ingin segera mengirim pesan balasan kepada Fely. Tapi hal itu dia urungkan, Jena masih ingin menonton tingkah laku wanita bernama Fely ini.
To be continued...
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya 🤗🤗🤗