
"Jadi, kau benar-benar tidak berniat menikahi Zafirah?", tanya Akhtar, pria itu sengaja memanggil sang putra untuk berbicara dari hati ke hati, berdua saja, tanpa kehadiran bunda Arabella di antara mereka.
"Tentu tidak ayah, sedikitpun Agam tidak memilik perasaan istimewa terhadap Zafirah, bagaimana Agam akan membahagiakan gadis itu jika mencari kebahagiaan Agam saja tidak bisa"
"Lantas, kepada siapa kau melabuhkan perasaan istimewa itu, Agam?" semakin menelisik, Akhtar sebenarnya sudah mendapat bocoran tentang wanita idalam sang putra.
"Dia___" mata sang putra berlarian, sangat jelas terlihat ada sebuah keraguan di sana.
"Kenapa kau ragu? ayah perlu tahu siapa wanita itu bukan? sebab, kau hanya akan menikah dengannya bukan?".
"Bukan sebuah keharusan ayah, hanya saja Agam akan sangat bersyukur jika ayah dan bunda memberikan restu kepada Agam. Restu dari kalian berdua akan menjadi bekal Agam untuk menaklukkan hati wanita itu"
"Hahahaha, yang benar saja anakku!, kau tidak sedang akan berangkat untuk berperang. Untuk apa harus menunggu restu kami, jika hatimu sedari awal hanya tertuju kepadanya"
Agam merasa tertampar, bunda pasti sudah bercerita kepada ayah tentang cintanya kepada Jena. Tentang betapa tidak bisanya dirinya jika harus menikahi Zafirah, juga tentang ego-nya yang tidak ingin mengalah untuk sekedar lebih mengenal gadis yang di sukai kedua orang tuanya.
"Bisakah kau bawa wanita itu untuk bertemu dengan ayah?", pertanyaan itu membuat Agam mengangkat wajah, bertemu tatap dengan sang ayah namun terlihat keraguan kembali ada pada sorot kedua matanya.
"Kenapa? apa kau tidak mampu melakukan hal itu?"
"Masalahnya, bukan hanya tidak mengetahui perasaan Agam kepadanya, wanita itu juga tengah kehilangan kepercayaan pada sesama manusia. Membuatnya selalu menjaga jarak dengan manusia lain ayah, Agam tidak tahu harus melakukan apa untuk sekedar mendekatkan diri"
"Apakah dia juga tengah menjadi perbincangan saat ini? sepertinya ayah melihat beritanya di laman hiburan beberapa saat yang lalu"
Dua lesung pipit di wajah rupawan Agam tercetak jelas, pria itu tertawa lebar dengan dua mata membentuk bulan sabit.
"Ayah sedang menggodaku"
Seketika Akhtar tertawa, lengannya terulur dan mendarat di pundak sang putra "Setahu ayah, wanita itu memang sangat sulit untuk di dekati. Bahkan ayahnya sendiri pernah berkata kepada ayah bahwa tidak mudah untuk sekedar bertanya kabar kepadanya"
__ADS_1
Riak keingin tahuan kini menghiasi wajah Agam"Ayah pernah menanyakan dia kepada ayahnya??"
"Tentu saja, tapi itu sudah lama. Saat pak Abian baru mengetahui bahwa putrinya seorang penulis terkenal"
*
*
*
*
Kemampuan menulis Tiara semakin menurun, rasa percaya diri tiba-tiba menghilang dari dalam dirinya. Sudah beberapa kali notifikasi dari admin laman menulisnya mengingatkan untuk segera menyerahkan naskah, namun hingga detik ini ide-ide menarik tidak pernah singgah dalam otaknya.
Beruntung Tiara menyandang status penulis hanya lewat laman menulis itu, saat dia mangkir dari tugasnya tidak ada sosok editor yang langsung menagih naskah padanya, berbeda dengan Jena yang bergabung langsung dengan perusahaan penerbit Will, sebagai salah satu penulis terkeren dan terbeken, sang editor pasti akan langsung memburunya jika tidak segera menyerahkan naskah.
Kicauan para pembaca mulai memenuhi beranda Tiara di akun menulis, wanita itu memilih menutup mata dari hal itu. Otaknya hampa, tidak sebaris katapun terbesit dalam pikiran. Berkali-kali mencoba menulis,namun akhirnya di hapus karena tidak puas dengan hasil tulisan itu. Jempolnya terasa lelah, setelah menghabiskan setengah hari mengetik naskah, namun hasilnya nihil.
Pemeriksaan kehamilan pun terlaksana, namun suatu hal mendebarkan terjadi. Dewa, pria itu menolak untuk menunggu di luar ruangan seperti biasa. Sudah lama Dewa ingin menemani Tiara menghadap dokter, seperti pasangan lain lakukan pada layaknya. Namun dengan berbagai alasan Tiara menolak untuk di temani saat melakukan pemeriksaan.
Kegigihan Tiara menolak niat baik Dewa perlahan mengundang tanya dalam benak pria itu, apakah ada sesuatu yang di sembunyikan Tiara darinya? apakah telah terjadi hal yang tidak di inginkan pada anak mereka? pikiran itu menari-nari dan memaksa Dewa untuk harus bertemu dokter. Anak itu sangat berharga untukmu.
Tanpa persiapan, Tiara akhirnya menerima kebaikan Dewa"Semoga saja dia tidak banyak bertanya"
Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang, doa seorang Tiara kali ini tidak terkabulkan. Dewa begitu banyak mengajukan pertanyaan kepada dokter yang memeriksa Tiara, termasuk sebuah pertanyaan yang sangat Tiara takutkan.
"Usia kehamilannya sudah berapa bulan dokter?"
Jantung berdetak kencang, napas Tiara tertahan. Dirinya bagai berdiri di tepian jurang, sedikit saja bergerak maka tubuhnya akan jatuh ke dasar jurang.
__ADS_1
"Sudah memasuki usia 4 bulan pak"
Sekejap Dewa terdiam, lamunannya terhenti saat dokter kembali berucap.
"Nanti saat memasuki usai 4 bulan, kelaminnya sudah dapat terlihat"
Demi Neptunus,demi mars, bahkan demi semua planet yang berada di luar angkasa sana, Tiara sangat ingin segera pergi dari ruangan ini. Wajah bingung Dewa membuat tubuhnya lemas, apakah ini akhir dari sandiwara seorang Tiara.
Usai berkonsultasi, pasangan suami istri itu segera meninggalkan klinik. Berkata sedang kelaparan, Tiara mencoba memancing perhatian Dewa kembali. Pria itu lebih banyak diam, tidak seperti biasanya yang banyak mengoceh meski saat berkendara.
"Aku mau makan es serut, bisakah kita mencarinya sambil berkeliling"
"Aku pernah melihatnya di taman kota, tapi aku tidak yakin kau bersedia ku bawa ke tempat itu" tukas Dewa tetap menatap lurus ke depan.
"Kenapa?"
"Es serut itu di jual di sebuah stan pinggir jalan"
"Ah, tidak mau!" tolak Tiara spontan.
"Sudah ku duga, baiklah. Kita akan mencarinya sambil berkeliling kota"
Tiara tertawa manis, menatap Dewa dengan penuh cinta. Meski tidak pernah mengucapkan cinta dengan sendirinya, Dewa selalu memberikan apa yang Tiara minta. Meski mudah terpancing emosi, adakalanya Dewa bersikap lemah dan lembut kepadanya.
Di lain sisi, sebuah pertanyaan tengah mengusik batin Dewa saat itu.
"Bagaimana usia kandungannya sudah menjalani 4 bulan? hubungan itu terjadi baru 2 bulan yang lalu"
To be continued....
__ADS_1
Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya 🤗🤗🤗🤗