SON OF THE RULER (S 1 & 2 )

SON OF THE RULER (S 1 & 2 )
ULANG TAHUN


__ADS_3

Pukul 4 sore.


Revan dan Revin beserta Reana sudah tiba di pekarangan rumah mereka dan bersiap untuk masuk.


"Kami pulang!" ucap mereka serempak dan berjalan masuk ke rumah.


Ketiga anak Arian itu terkejut saat melihat bagian dalam rumah yang sudah di dekorasi untuk ulang tahun ibunda mereka yang akan di lakukan nanti malam tepat pukul 7 malam.


"Selamat datang, sayang," ucap Ana pada ketiga anaknya dan kemudian menghampiri mereka yang terdiam di ambang pintu.


"Kok diam gitu sih?" ucap Ana bingung dengan anak-anaknya yang terdiam.


Tiba-tiba Revan, Revin dan Reana berhambur ke pelukan sang ibu dan mengucapkan ucapan selamat ulang tahun untuk ibunda tercinta.


"Happy brithday, Mom," ucap mereka bertiga bersaman dan Ana dengan begitu erat.


"Terima kasih, sayang." ucap Ana begitu senang.


"Ya udah, kalian cepat pergi mandi, kemudian bersiap-siap, banyak orang yang akan datang," ucap Ana dan ketiga anak-anaknya itu segera berlari menaiki tangga untuk ke kamar mereka.


Revin segera masuk ke dalam kamarnya dan segera menutup pintu perlahan lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Tiba-tiba ponsel Revin berdering menandakan ada pesan yang masuk ke ponselnya.


Revin meraih ponselnya yang berada di saku celananya kemudian melihat pesan yang baru saja masuk.


"Hay," isi pesan yang masuk ke dalam nomor Revin.


Revin mengernyit bingung dan kemudian membalik badannya yang tadinya tengkurap menjadi terlentang.


Revin membalas pesan yang tidak tau dari siapa karna nomor baru.


"Siapa ya?" isi pesan Revin yang bertanya pada pemilik nomor yang mengirimkannya pesan yang menurutnya aneh.


"Masa ngga kenal sama aku sih, aku 'kan pacar kamu, ish," isi pesan balasan dari nomor tidak di kenal itu.


Revin membelalakkan matanya melihat nama Dila yaitu wanita yang tadi menyatakan perasaannya di sekolah pada Revin dan Revin tentu saja menerimanya.


"Oh maaf, yang. aku belum save nomor kamu, abis tadi buru-buru mau pulang," isi pesan Revin yang berbohong pada wanita yang sudah menjadi pacarnya.


"Iya ngga apa-apa kok, kamu udah sampai di rumah 'kan, Yang," isi pesan Dila yang begitu perhatian pada Revin.


Revin tersenyum melihat isi pesan Dila, bukan karna terharu atau terkesima, tapi karna wanita itu yang tengah berusaha untuk perhatian padannya padahalkan dia jelas-jelas punya pacar di belakang dan Revin tau itu.

__ADS_1


"Iya, Sayang. udab dari tadi kok, ya udah, aku mau mandi dulu ya, soalnya bau asem dan lagi mau pergi kerja juga," isi pesan Revin yang lagi-lagi berbohong pada Dila.


"Ya udah, bye. aku sayang kamu," isi pesan Dila yang membuat Revin menahan tawanya.


Revin melemparkan ponselnya di sampingnya tanpa berniat untuk membalas pesan dari wanita itu dan kemudian bangun dari tidurnya dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


* * *


Di kamar Revan.


Revan keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk dan dapat terlihat perut sixpacknya.


Revan mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kemudian berjalan ke arah lemari untuk memilih pakaian apa yang akan ia kenakan.


Revan membuka lemarinya dan segera mengambil pakaian yang ingin ia kenakan.


Dua puluh menit kemudian.


Revan, Revin dan Reana turun dari tangga dan berjalan mendekati sang ibu yang sudah begitu cantik dengan gaun yang ia kenakan dan juga sang ayah yang begitu menawan dengan jas yang melekat di tubuh atletisnya yang kini menurun pada 2 putranya.


"Mommy, Daddy," ucap Reana dan berhambur ke pelukan sang ibu..


Arian tersenyum melihat kedua putranya yang juga tersenyum padanya.


Pukul 6 malam.


Para tamu yang di undang sudah masuk ke dalam rumah, mereka tidak mengundang orang luar, hanya keluarga Li, Sia dan Sang saja dan tidak lupa dengan kedua kakek Arian.


"Selamat ulang tahun, Nana," ucap Daenji mengucapkan selamat pada Ana.


"Terima kasih karna kakek sudah datang jauh-jauh dari negara S," ucap Ana yang hanya membuat Daenji mengelengkan kepalanya.


"Itu sudah kewajibanku untuk datang," ucap Daenji kemudian mengelus kepala Ana membuat Arian menatap tajam sang kakek.


"Kamu itu, apakah akan selalu menatap tajam padaku," ucap Daenji membuat Arian menghembuskan nafasnya.


Dari kejauhan, Revan dan Revin menatap Daenji dengan sesekali menelan saliva mereka dengan susah payah.


"Grandpa Army benar-benar datang," ucap Revin kemudian menelan salivanya dengan susah payah.


Tiba-tiba seorang pria bersama denga istrinya masuk ke dalam rumah membuat Revin berteriak dan segera berlari menghampiri orang itu.


"Uncle!" ucap Revin setengah berteriak pada orang yang sudah ia anggap paman kesayangan baginya.

__ADS_1


Pria itu tersenyum kemudian mengacak rambut Revin yang rapi hingga berantakan.


"Halo, Rev ...," ucap pria itu yang masih bingung denga anak di hadapannya apakah Revan atau Revin.


Revin menghembuskan nafasnya, kesal karna pamannya itu masih belum juga bisa membedakannya dengan sang kakak.


"Revin, Uncle," ucap Revin malas membuat pria itu tertawa sedang sang istri mengelengkan kepalanya.


"Maaf ya, Revin. paman belum bisa terlalu membedakan kalian berdua," ucap pria itu merasah bersalah.


Revan berjalan mendekat dan kemudian menyapa pria itu.


"Selamay datang, paman Kimso," ucap Revan pada pria itu yang tidak lain adalah Kimso dan juga Fira yang berdiri di sampingnya.


Kimso tersenyum menangapi ucapan Revan.


"Selamat datang juga, Bibi Fira," ucap Revan pada Fira yang tersenyum manis padanya.


"Lihat, Uncle. bedakan!" ucap Revin dengan menujuk wajahnya dan wajah kakaknya yang hanya datar.


"Iya-iya," ucap Kimso dengan tersenyum pada Revin.


"Ayo uncle, Daddy dan Mommy ada di sana dan juga kakek dan nenek juga ada di sana," ucap Revin antusias menyebutkan kedua kakek dan neneknya.


Kimso pun berjalan mendekat pada semua orang di sana, dimana sudah ada Ryung dan Naina, Chilson dan Sunny, Irkan dan Navira, lalu tidak lupa dengan kedua kakek itu dan juga tuan rumah.


Sedang Reana, Vivian, Dion, Carlos dan Reon berada di sofa ruang tamu yang di siapkan khusus untuk mereka yang terpisah dengan ruang tamu tempat para orang tua.


"Halo, kakak," ucap Kimso saat sudah berada di dekat Arian dan Ana.


Arian memeluk Kimso begitu pun dengan Ana yang memeluk Fira.


"Selamat datang, oh iya, dimana anak kalian?" ucap Ana pada sepasang suami istri itu.


"Dia masih di luar sebentar lagi masuk," ucap Fira dan Ana hanya mengangguk mengerti.


"Kalau aku tidak salah, anak uncle Kimso perempuan 'kan," ucap Revin di telinga sang kakak dengan berbisik.


Revan hanya diam tidak berniat untuk menjawab pertanyaan sang adik, hingga tiba-tiba terdengar suara perempuan di belakang mereka lebih tepatnya di ambang pintu.


"Aduh ..," ucap seseorang gadis berusia 16 tahun sedikit mengaduh karna kakinya yang sedikit terkilir.


"Maaf, Ma, Pa. aku baru selesai nelfon," ucap gadis itu saat sudah berada di belakang Revan dan Revin dan tersenyum pada ayah dan ibunya yang menatapnya.

__ADS_1


Revan dan Revin menoleh dan terkejut saat melihat gadis berusia 16 tahun di belakang mereka dengan penampilan yang begitu imut dan elegan.


__ADS_2