SON OF THE RULER (S 1 & 2 )

SON OF THE RULER (S 1 & 2 )
MULAI


__ADS_3

Dua puluh menit kemudian.


Revan dan Revin tiba dimarkas Dragon night, mereka segera turun dari motor mereka dan segera berjalan memasuki markas dragon night setelah membuka helm mereka.


Anggota Dragon night yang melihat mereka, sedikit membungkukkan badan mereka pada dua bos mereka itu.


Revan dan Revin memasuki ruangan tempat mereka sering melakukan perbincangan rahasia.


Desta menoleh saat mendengar suara pintu yang terbuka, ia segera membungkukkan badannya pada dua remaja yang berjalan mendekat kearahnya.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Revan too the point.


"Semuanya berjalan sesuatu rencana, mereka sama sekali tidak menyadari jika kita mengawasi mereka, dan ada beberapa hal penting yang baru saja aku temukan," ucap Desta dengan raut wajah serius.


Revan dan Revin yang melihat hal itu merubah raut wajah mereka, tiba-tiba menjadi serius seperti tengah berhadapan dengan kertas ujian semestar.


"Bukan hanya satu perusahaan yang memerintahkan kelompok mafia itu, Ada 5 perusahaan yang mendukung mereka, bahkan sudah berkali-kali melakukan penyeludupan senjata tanpa sepengetahuan pihak berwajib," penjelasan Desta mengingat informasi yang diberikan oleh orang yang mengawasi pergerakan kelompok mafia itu.


Revan dan Revin menelan saliva mereka dengan susah payah, ini pertama kalinya mereka mendengar kelompok mafia yang dipinpim oleh 5 perusahaan sekaligus.


"Lanjutkan," Desta kembali melanjutkan ucapannya saat mendengar Revan berbicara dengan nada memerintah.


"Saat ini mereka menginginkan wilayah kekuasaan ketiga keluarga besar, informasi yang aku dapatkan, mereka belum mengetahui jika Dragon night memiliki hubungan dengan tiga keluarga besar. mereka merencanakan pembunuhan sekaligus penculikan pada pewaris keluarga, saat ini semua pewaris keluarga besar sedang dalam bahaya, dan lagi ..." Desta mengantung ucapannya membuat Revan dan Revin mengernyit bingung.


"Salah satu diantara mereka, adalah orang yang cukup berkuasa dinegara S," ucap Desta yang membuat Revan dan Revin terkejut.


"Maksudnya ... salah satu pemimpin mereka, adalah orang berpengaruh di negara S?" ucap Revan dengan nada suara sedikit bertanya.


Desta menganggukkan kepalanya, menginyakan ucapan tuannya, Revan dan Revin yang melihat hal itu, lagi-lagi terkejut.


"Tapi saat ini, hanya ada 4 orang pemimpin yang berada dimarkas mereka, satu orang itu, masih rahasia, dia jarang datang kesana, jadi hal itu yang membuat informasinya terhambat, dan hanya ada beberapa informasi penting, dan hal itu sama sekali tidak bisa membuat kami tahu, siapa orang berpengaruh itu," Jelas Desta dengan menghembuskan nafas gusar.

__ADS_1


"Katakan ... apa saja nama perusahaan itu?" tanya Revin yang mulai menstabilkan raut wajahnya.


Revan dan Desta menatap Revin dengan tatapan tanda tanya.


"Akan lebih baik, jika kita menyingkirkan yang 4 itu lebih dulu, soal satu itu, belakangan saja," ucap Revin dengan senyum percaya diri.


Revan hanya menganggukkan kepalanya menginyakan ide Revin yang memang sedikit benar.


"Perusahaan QT Group, FW Group, DY Group dan XQ Group, mereka adalah 4 perusahaan yang mendukung Blue Dragon dari belakang, sehingga membuat transaksi ilegal mereka berjalan sempurna," ucap Desta menjelaskan.


"Tunggu ... XQ Group itu, bukannya orang yang sempat mengajukan kontrak pada perusahaan Daddy," ucap Revin dengan mengingat beberapa berkas yang diberikan oleh sang ibu, untuk ia kerjakan.


"Mereka ingin bekerja sama, dan menaih keuntungan, tapi mereka sudah berurusan dengan orang yang salah," ucap Revan dengan tersenyum devil membuat Desta merinding, ditambah Revin yang juga tersenyum persis seperti Revan hingga bulu kuduk Desta meremang.


"Uncle Desta, aku ingin laptop, aku akan menyelesaikannya dalam kurung waktu 1 jam, dan 4 perusahaan itu, akan bangkrut." ucap Revin dan Desta segera berjalan mengambil laptop untuk bosnya yang satu itu.


Revin mulai melakukan hal yang ingin ia lakukan, sedang Revan nampak berfikir dengan apa yang dikatakan oleh Desta.


'Orang berpengaruh di Negara S, siapa? orang ini pasti sangat sulit untuk dimusnahkan, tapi apapun itu, aku akan membuatnya menyesal, karena sudah menganggu ketenangan 3 keluarga besar,' ucap Revan dalam hati dengan wajah seriusnya.


"Paman, beri perintah, untuk segera menyerang pada mereka semua, aku akan segera sampai dan membantu mereka," ucap Revan berbalik dan siap melangkah keluar dari ruangan itu.


"Brother, jangan terlalu memaksakan diri, kau masih terluka," ucap Revin tanpa menoleh pada Revan.


"Aku akan baik-baik saja," ucap Revan santay kemudian keluar dari ruangan itu meninggalkan Revin yang berkutak dengan laptop sedang Desta, tengah menelfon anggota Dargon night yang sudah berada tidak jauh dari markas Blue Dragon, tentu saja dengan menyamar.


"Dia benar-benar kakakmu 'kan?" tanya Desta tiba-tiba membuat Revin terhenti sejenak kemudian kembali memainkan jari-jarinya dengan lihai diatas tombol keyboard laptop untuk segera menyelesaikan tugasnya agar bisa segera menyusul kakaknya pergi bersenang-senang.


"Iya ... dia sepertinya sedang dalam mood yang baik," ucap Revin tanpa menoleh kesamping.


* * *

__ADS_1


Revan melajukan motornya dengan kecepat tinggi menuju ketempat tujuannya untuk segera menyelesaikan masalah yang benar-benar membuatnya repot.


Revan menghentikan motornya cukup jauh dari markas Blue Dragon, dimana Anggora Dragon night tengah bertarung, tentu saja dengan pakaian samaran mereka, karena mereka tidak akan mengumbar indentitas yang sebenarnya.


Revan membuka helmnya kemudian membuka jaketnya lalu membaliknya yang diluar berada didalam dan yang didalam kini berada diluar, Revan memakai topeng yang akan menutup sebagian wajahnya, topeng yang ia ambil dari markas tadi, tidak lupa dengan pistol yang sudah ia isi peluru.


Revan segera berlari mendekat dan kemudian membidik satu persatu musuh-musuhnya.


DOR


DOR


DOR


DOR


Empat tembakan yang tepat mengenai para musuh-musuhnya, membuat Revan tersenyum iblis dibalik topeng dengan iris mata yang sudah berubah warna.


Anggota Dragon night menyingkir dan segera membuka jalan untuk Revan masuk dengan menyingkirkan anggota Blue Dragon yang menjadi penghalang.


Revan terus menembak dan tidak terasa peluru didalam pistolnya sudah habis, padahal ia sudah setengah jalan memasuki markas Blue Dragon.


Revan mendesis dan menundukkan kepalanya saat musuh ingin menebasnya mengunak pedang, Revan menendang pria itu hingga terpental cukup jauh dan kemudian mengambil pedang pria itu, yang terjatuh ke lantai, dan mulailah Revan menebas semua musuhnya dengan sadis.


Tubuh Revan kini berlumuran darah, darah segar yang membuatnya tersenyum devil dibalik topeng, Revan berjalan melewati mayat-mayat yang tergeletak dengan anggota tubuh yang terbisa dari tubuh mereka.


Revan berjalan mendekat kearah pintu tempat keempat orang yang dimaksud sebagai ketua tengah bersembunyi.


Revan mengayunkan pedangnya kebelakang hingga tepat mengenai perut musuhnya yang berniat untuk memukulnya. Darah pria itu mengenai wajah Revan yang semakin membuat darah iblis Revan berdesir meminta lebih.


Jika saja Revan tidak mengunakan topeng yang menutup mukut hingga pangkal hidungnya, mungkin darah sudah mengenai bibirnya.

__ADS_1


Revan bersiap memengang knock pintu, tapi tiba-tiba ia menghentikan tangannya dan tersenyum miring dibalik topeng dan kemudian menoleh kebelakang, pada mayat pria yang sudah tak bernyawa dengan luka menganga diperutnya akibat tebasan Revan.


Revan mendekat pada mayat pria itu kemudian mengangkatnya dengan tangan kirinya lalu membuangnya kearah pintu hingga membuat pintu itu terbuka lebar dan sedetik kemudian terdengar suara tembakan berkali-kali.


__ADS_2