SON OF THE RULER (S 1 & 2 )

SON OF THE RULER (S 1 & 2 )
SELAMAT


__ADS_3

Reon dan Carlos duduk di kursi sambil menunggu kedua orang itu dengan memainkan ponsel mereka.


"Yey, akhirnya aku menang," ucap Carlos sedikit berteriak membuat pengunjung cafe menatapnya.


Reon melirik sekilas pada Carlos yang berhasil memenangkan game yang ia mainkan.


"Aku rasa, Revin sudah memenangkan hal itu bahkan levelnya sudah jauh," ucap Reon pada Carlos kemudian kembali fokus pada ponselnya.


"Apa kamu tau, kamu seperti seseorang yang sedang chatan sama pacar, padahal aslinya jomblo," sindir Carlos yang berhasil membuat Reon meliriknya tajam.


"Dion yang sedang chat denganku dan juga pacarku," ucap Reon membuat Carlos tersedak dengan jus yang ia minum.


"Hah, sejak kapan kamu punya pacar?" tanya Carlos dengan tatapan tidak percaya.


"Sudah 3 bulan, LDRan," ucap Reon santay membuat Carlos membelalakkan matanya.


"Apa kamu tau, yang dekat aja bisa boong, apalagi yang jauh," ucap Carlos pada sahabatnya itu yang masih asyik pada ponselnya.


"Aku percaya kalau dia setia, lagi pula, jika orang LDR itu yang harus di lakukan adalah saling percaya satu sama lain, jangan curiga terus," ucap Reon santay membuat Carlos terdiam.


"Sejak kapan kamu pandai ceramahin orang," ucap Carlos sedikit ngegas.


"Baru aja," ucap Reon santay tanpa menatap Carlos.


'Sia**n,' umpat Carlos dalam hati yang sedikit kesal dengan temannya itu.


"Terus Dion chat kamu buat apa?" tanya Carlos yang mulai kepo.


"Dia nanya katanya, gimana caranya biar bisa dekat dengan Reana tanpa di ketahui oleh kedua kakaknya," ucap Reon membuat Carlos lagi-lagi terdiam.


"Aku sarankan adikmu itu mundur deh, dua iblis itu tidak akan membiarkan pria mendekati adiknya, apalagi adikmu yang notabennya seorang playboy," ucap Carlos panjang kali lebar membuat Reon terdiam dan menoleh padanya.


"Benar juga, mereka bedua 'kan posesif dengan Reana," ucap Reon yang di angguki oleh Carlos.


"Sama sepertimu," sambung Reon membuat Carlos lagi-lagi tersedak jus yang ia minum.

__ADS_1


"Bisa-bisa kau membuatku mati tersedak! aku posesif pada Vivian itu wajar, dia adikku satu-satunya dan aku harus menjaganya dengan baik dan aku rasa, Revan dan Revin juga begitu," ucap Carlos panjang lebar menjelaskan pada Reon.


Reon mengangguk setuju, Reon pun juga begitu, dia menjaga Dion agar selalu aman, terhindar dari bahaya dengan meminta seseorang untuk menjaganya.


Tiba-tiba terdengar suara yang membuat Carlos refleks memuncratkan jus yang ia minum hingga mengenai wajah Reon yang mendadak datar.


"Siapa yang kalian bicarakan," ucap Revin tiba-tiba saat berada di belakang kedua orang itu.


Carlos membelalakkan matanya dan refleks mengambil tisu saat tidak sengaja menyemburkan jus yang ia minum ke wajah Reon yang mendadak datar.


"Maaf, maaf tidak sengaja," ucap Carlos segera menyodorkan tisu pada Reon.


Reon menyita tisu itu dari tangan Carlos kemudian mengumpat kesal.


"Sia**n," umpat Reon yang ia lontarkan untuk Carlos.


"Sepertinya kalian sedang asyik ya," ucap Revin menahan tawanya dan kemudian duduk di hadapan kedua orang itu di ikuti oleh Revan yang duduk di sampingnya.


"Kamb**g," umpat Carlos yang berhasil membuat Revin tertawa.


"Hahaha, jangan sebut dia terus, nanti bersin-bersin tuh kamb**g," ucap Revin di sela-sela tawanya membalas perkataan Carlos tadi siang.


"Sepertinya suasana hatimu sedang baik," ucap Reon di sela-sela kegiatannya membersihkan wajahnya dari jus.


"Tau aja, tadi aku lihat pasangan berciuman di parkiran di tempat gelap, tapi aku dapat melihatnya dengan jelas," ucap Revin dengan senyum di wajahnya.


Revan yang mendengar hal itu tersedak ludahnya sendiri dan kemudian menatap tajam sang adik.


Revin tersenyum mendapat tatapan tajam dari sang kakak.


"Aku tidak berniat melakukannya, aku hanya akan ...," ucap Revin terhenti karna Carlos sudah melanjutkan kata-kata yang ingin ia ucapkan.


"Melakukan hal itu dengan wanita yang aku cintai sepenuh hati, karna bibirku yang masih perawan ini hanya untuk wanita yang akan menjadi istriku nanti," ucap Carlos panjang lebar melanjutkan kata-kata yang ingin di ucapkan oleh Revin.


Revin mengacungkan kedua jempolnya pada Carlos yang juga membalasnya dengan mengacungkan kedua jempolnya.

__ADS_1


Revin terdiam saat melihat seorang wanita yang tadi ia lihat masuk ke dalam cafe dengan di bergandengan tangan dengan pria yang berciuman dengannya.


Senyum licik terbit di bibir Revin membuat Carlos, Reon dan Revan menatap aneh padanya.


Tempat duduk mereka berada di pojok dan cukup jauh dari pintu masuk tapi mereka dapat melihat dengan jelas orang-orang yang keluar masuk di cafe.


"Reon ...," ucap Revin membuat Reon menatapnya.


"Panggil salah satu pelayan pria di cafemu ini, aku ingin melakukan sesuatu," ucap Revin pada Reon membuat Reon terdiam sejenak kemudian menatap pada pelayan di cafe miliknya atau lebih tepatnya milik sang ibu.


Reon memanggil pelayan pria di cafe itu mengunakan isyarat.


"Iya, Tuan Reon. ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan pria itu saat sudah berada di depan meja Ke empat pria itu.


"Buka topimu dan juga celemek pelayanmu itu," ucap Revin membuat pelayan pria itu sedikit terkejut kemudian menatap sang bos muda.


Reon mengangguk pada pelayan pria itu kemudian memberikan celemek dan topi yang ia pakai pada Revin.


Revin segera membuka jaketnya kemudian memakai celemek khusus pelayan dan juga topi itu dan segera mengambil buku menu yang tadi di bawa oleh pelayan pria itu kemudian berjalan menjauh dari meja tempatnya.


Pelayan pria itu terdiam dan kemudian mendapat isyarat dari Reon untuk kembali bekerja dan pelayan pria itu pun mengangguk dan pergi.


Carlos menoleh ke belakang ke arah Revin berjalan dan kemudian mengangguk membuat Revan dan Reon menatanya aneh.


"Ada apa?" tanya Reon yang penasaran dengan apa yang membuat Carlos mengangguk aneh.


Carlos menunjuk ke arah Revin yang mendekat ke arah meja yang di duduki oleh seorang pria dan wanita yang tadi Reon lihat di sekolah Revin.


"Itu 'kan pacarnya Revin," ucap Reon membuat Revan ikut melihat ke arah pandang Reon dan Carlos.


"Bukan pacar, tapi mantan pacar!" ucap Carlos membuat Reon terkejut.


"Hah, kapan putus?" tanya Reon sedang Revan hanya menatap datar kemudian kembali fokus pada ponselnya yang mendadak berdering tanda pesan masuk.


"Tidak lama lagi," ucap Carlos santay kemudian tersenyum dan bersiap melihat aksi sahabatnya itu.

__ADS_1


Revin berjalan mendekati meja di mana pacaranya, ralat mantan pacarnya yang tidak lama lagi akan ia putuskan sedang duduk bersama dengan seorang pria yang berumur sekitar 25 tahun.


"Permisi," ucap Revin membuat pasangan yang sedang mesra-mesraan itu menoleh padanya


__ADS_2