Suara Air Mata

Suara Air Mata
perkataan dari Hendrick


__ADS_3

"Kak Hendrick tau dari mana?" Kataku sambil beranjak duduk disamping laki-laki itu.


"Shella, sebaiknya kamu coba untuk menerima semua kenyataan ini"


"maksud kak Hendrick?"


"maksud aku, sebaiknya kamu pulang ke rumah orang tuanmu di apartement Luxury" kata Hendrick.


Seketika aku kaget mendengar ucapan dari pria itu.


"kenapa Shella? kamu pasti kaget mendengar perkataan ku. Begini Shella, sebenarnya aku sudah lama mengetahui kalau kamu itu anak kandungnya bu Tari dan Pak Tama yang dulu pernah hilang"


"apa? maksud kak Hendrick? kak Hendrick tau darimana?"


Kemudian Hendrick menceritakan padaku kejadian tahun lalu dimana saat itu aku masih berstatus sebagai seorang tamatan SMA.


"Shella, apa kamu masih ingat waktu pertama kali aku kerumahmu?" tanya Hendrick.

__ADS_1


"masih"


"apa kamu tidak merasa heran kenapa aku bisa tau alamat rumah kamu?"


"enggak kak, kan mami yang ngasih tau sama kak Hendrick dan lagian Ardian juga tau alamat rumahku"


"hmmm... dasar ya kamu" kata Hendrick sambil mengusap rambutku.


"tapi benerkan yang aku bilang" ujarku dengan polosnya.


"kamu salah, sebenarnya aku sudah lama sekali mengincarmu, aku sudah lama mencari tahu keberadaanmu, bagaimana keseharianmu. Termasuk aku juga sudah pernah berbicara dengan bu Siti, seorang ibu baik hati yang selama ini merawat dan membersarkanmu" tutur Hendrick yang mebuatku kaget.


"sayang, apa kamu tidak tahu kalau aku ini pernah menjadi kakak kelasmu sewaktu kita masih sekolah dasar, aku waktu itu kelas 2 SMA sementara kamu kelas 1 SMP"


Aku pun menggelengkan kepala menandakan bahwa aku tidak terlalu mengingat hal itu sama sekali, dan aku juga tidak pernah berfikir kalau kami pernah satu sekolah, apalagi itu sewaktu aku kelas 1 SMP.


"mungkin kamu tidak ingat, aku dulu sering memperhatikanmu. aku juga sering mendengar cerrita bagaimana prestasi kamu sewaktu SMP. Awalnya aku hany sekedar tertarik mendengarnya, tapi lama kelamaan ku jadi penasaran, hingga aku beranikan diri untuk membuntutimu sewaktu pulang sekolah. Dan suatu hari sewaktu pulang aku menanyakan kamu pada bu Siti, lalu entah kenapa beliau berpesan padaku untuk selalu menjaga kamu. Karena beliau sudah menanggap kamus sebagai anak kandungnya. mmm.. oh iya satu lagi aku lupa bilang kalau surat yang pernah ditulis oleh bu siti itu kebetulan amplopnya aku yang kasih".

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari pemuda itu, seketika air mataku berlinang. Aku kembali teringat akan ibu yang sudah lama meninggalkanku.


'Kenapa semua ini harus terjadi? kenapa semuanya terasa seperti mimpi?' pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul dibenakku.


Tak terasa hari sudah semakin gelap, angin di pantai ancol pun berhembus makin kencang. Sinar dari lampu jalanan pinggir pantai pun ikut menambah suasana romantis di area cafe segarra.


"tidak mungkin" ucapku seakan tak percaya dengan apa yang telah dikatakan pemuda yang saat ini tengah duduk disampingku.


"percaya atau tidak, yang jelas itu hal yang sudah aku lakukan. oh iya, satu lagi.. sebenarnya waktu itu aku sengaja tak memberitahumu tentang keberadaan Shinta yang sengaja mengambil foto disaat kita sedang dirumahmu, dan aku serta mami sengaja membuat skenario pertemuan antara kamu dengan bu Tari. Ini semua adalah permintaan dari bu Siti, yang dulu telah berjasa bagi keluarga kami" tutur Hendrick.


"apa? jadi.. Mami sebenarnya juga mengetahui semua ini?" ujarku.


"iya sayang, maaf selama ini aku telah merahasiakan hal ini dari kamu" ujar Hendrick sambil memelukku erat.


" tenanglah sayang, aku akan selalu terus menjagamu" tambahnya sembari memberikan sebuh kecupan di dahiku.


Tak berapa lama kemudian terdengar suara beberapa orang tengah berteriak memanggil kami.

__ADS_1


"sayang, ayo sekarang kita balik ke segarra" ajak Hendrick.


__ADS_2