
Mami Cathlin pun ikut bahagia melihat canda tawa anak-anaknya itu.
"Sudah... nanti saja lanjutkan ceritanya, sekarang kita nikmati dulu hidangan dari restoran ini" kata Mami Cathlin.
"o ya... tante ada kabar bagus lagi nih.. besok siang kita bakalan ngadain barberque party di halaman belakang apartement" ujar mama.
"horeeee.... pasti bakalan seru... mmmm tante gimana khusus buat besok, kita pakai tema costume yang sama?" usul Thalia yang kegirangan.
"boleh juga usul Thalia, gimana pa?" kata mama sambil melihat papa yang tengah asyik menikmati menu khusus restorant mewah itu.
"Terserah kalian saja, kalau papa sih oke oke aja" jawab papa.
"Tambahan usul dari mami, gimana kalau temanya white costume aja, sesuai sama warnanya putih itu suci. Jadi semoga segala macam urusan kita kelak akan lancar tanpa hambatan untuk kedepannya"
"iya ya ya... bagus juga usul mami.. papi setuju banget" timpal Pak Anton.
"Gimana Shella?" tanya mama padaku.
"Shella sih ikut aja ma.. asal... sahabat Shella yang satu ini juga boleh ikut"
"boleh sayang, Karina jangan lupa besok kamu datang ke acara barbeque kami ya" kata mama.
"Iya tante" ujar Karina sambil melirik ke arahku.
__ADS_1
Kebersamaan dan kebahagiaan yang aku rasakan saat ini memanglah hal yang selama ini aku impikan. Dimana aku mempunyai orang tua yang sangat menyayangiku.
ibu... seandainya ibu ada disini.
Usai menikmati makan malam di salah satu restoran mewah yang belakangan aku ketahui menjadi restoran favorit keluarga besar ini kalau berkunjung ke jakarta. Papa mengajak aku ke sebuah boutique langganan mama.
Sesampainya di beoutique tersebut, papa dan mama membelikanku beberapa baju untukku. Rasanya aku masih tidak percaya dengan apa yang aku jalani saat ini. Seakan-akan semuanya seperti mimpi.
"Karina... coba kamu cubit aku" bisikku pada sahabatku itu.
"kenapa?"
"coba kamu cubit aku, siapa tahu kalau aku lagi mimpi"
"issshh kamu Shella, nggak mau ah"
"ya sudah.. tapi jangan teriak ya"
Lalu Karina pun mulai mencubit aku pelan.
"Awww...." teriakku yang membuat mama segera menghampiriku.
"Kamu kenapa Shella?" tanya mama yang membawa beberapa goodie bag yang berisi pakaian dari boutique.
__ADS_1
"hehehe.. nggak ada apa-apa kok ma, cuma di gigit semut aja dikit" ujarku.
"semut? ada-ada saja kamu ini Shella.. sudah pukul sepuluh, sebaiknya kita balik ke apartement.. ayo pa" kata mama.
"mmm.. maaf tante, Karina pamit mau balik ke kosan aja ya tante"
"Karina, bukannya kamu tadi bilang malam ini tidur di kamar aku?" kataku saat kami hendak masuk ke dalam mobil.
"iya Karina, sebaiknya malam ini kamu tidurnya sama Shella aja" tambah mama.
"mmm.. lain kali saja tante, Shella.. soalnya besok pagi di kos ada tugas juga dari yang punya kos" jawab Karina.
"yyaaaaaacchh Karina, padahal aku udah berharap banget lho malam ini kita bisa tidur bareng, terus cerita-cerita lagi. oh iya, terus gimana sama acara besok Karina?" tanyaku saat teringat akan acara yang sebelumnya sudah kami rancang.
"InsyaAllah besok akan aku usahakan untuk datang" Kata Karina.
Tak berapa lama kemudian papa pun telah selesai melakukan pembayaran belanjaan kami di kasir.
"Ayo.. sekarang kita balik ke apartement, besok pagi papa mendadak juga ada rapat penting di kantor" kata Papa sambil menstarter mobil BMW seri terbaru itu.
"Pa, kita antar Karina ke kosan dulu ya pa" ujarku.
"lho.. bukannya Karina malam ini nginap di tempat kita nak" kata Papa mulai menjalankan mobil.
__ADS_1
"Karina besok pagi ada kegiatan dari pemilik kosnya pa" timpal mama menjelaskan.
Kemudian kami pun segera menuju kos Karina, setelah itu kami kembali ke apartement luxury.