
Pagi ini ku langkahkan kakiku dengan penuh semangat menuju sekolah, jarak sekolah memang terbilang cukup jauh dari rumahku. Sengaja pagi-pagi sekali aku beranjak dari rumah, hmmmm udara di pagi hari memang terasa begitu segar. Melewati area persawahan dan kebun milik warga sekitaran 5 menit hingga sampailah dijalan depan komplek perumahan Jati luhur, tampak disana ada beberapa orang ibu-ibu tengah membeli sayur pada tukang sayur yang biasa menjajakan dagangannya ke komplek tersebut, juga terlihat ibu-ibu tengah menjemur pakaian, ada juga beberapa orang murid SD berlarian hendak menuju sekolahnya. Terlepas dari semua beban hidupku, hal seperti ini sudah cukup membuatku merasa bahagia.
Sesaat setelah melewati komplek perumahan tersebut, aku pun berhenti sejenak sambil melepas lelah. Ku buka tas ransel pemberian terakhir dari ibu semasa aku SMP dulu.
'syukurlah.. aku tidak lupa membawanya' ku lihat secarik kertas berwarna pink yang bertuliskan alamat pada surat yang pernah ditulis ibu.
"hei Shella..." sapa seseorang menyadarkan aku dari lamunanku.
"eh... Ardian... tumben kamu lewat sini? biasanya kamu juga pake motor kesekolah" tanya ku pada orang tersebut yang tak lain tak bukan adalah Ardian, teman sekolahku. Kalian pasti juga sudah tau kalau Ardian itu sangat baik. Entah apa yang membuat dia begitu sejak kami SMP, padahal satu sekolah juga sudah tau kalau dia itu termasuk murid yang bandel disekolah, temannya juga banyak, anak orang kaya, ditambah parasnya juga mampu memikat hati setiap gadis yang melihatnya. oh iya, meskipun begitu Ardian juga termasuk cowok yang susah ditakhlukkan hatinya. termasuk Shinta, entah apa sebabnya sampai-sampai dia malah memusuhiku.
"kebetulan aku habis dari rumah bu de, mau ke sekolah .. eh tiba -tiba ban motorku kempes.. dan kebetulan lagi aku lihat kamu jalan sendirian. ya sudah aku kesini, kita ke sekolahnya barengannya aja ya" ujar Ardian.
"oke, tapi apa kamu kuat? soalnya sekolah kita masih jauh lho.."
"biarpun jauh asal barengan sama kamu aku rela kok, lagian kamu itu cewek, aku cowok..masa seorang Ardian cowok paling top disekolah kalah sama kamu" tambah pemuda itu sambil tersenyum manis kearahku.
"ah kamu bisa aja ian, ya sudah kita kesekolahnya barengan aja... okey" balasku sambil mempercepat langkah menuju sekolah.
Dua puluh menit kemudian sampailah kami disekolah, kebetulah Bel tanda pelajaran dimulai telah berbunyi. Aku segera menuju ruang kelas 2A, sementara Ardian kelas 2B.
__ADS_1
*di SMP N Bakti Nusa
Ayu yang saat ini sudah menduduki bangku kelas 3 SMP ditunjuk oleh pihak sekolah sebagai perwakilan dalam lomba karya seni. Didalam ruang guru terlihat Ayu dan beberapa orang guru tengah berdiskusi.
"Ayu...untuk lomba kali ini ibu minta kamu harus bisa menampilkan hasil karya seni yang unik ya"
"Baik bu"
"sebaiknya kamu cari ide karya seni semacam kerajinan dari barang bekas"
"Baik bu, Ayu akan berusaha memberikan yang terbaik untuk sekolah kita"
"Baik bu" Ayu pun segera meninggalkan ruang guru dan beranjak menuju kelas 9A.
Beberapa jam kemudian jam pelajaran pada hari itu telah usai, Ayu pun segera membereskan buku pelajarannya kemudian pulang. Digerbang sekolah tampaklah Pak Bambang, supir Bu Monic tengah menunggu Ayu
"Neng Ayu.. mari pulang" kata pak bambang mengajak Ayu masuk ke dalam mobil.
" maaf pak, Ayu hari ini tida pulang ke rumah Bu Monic, soalnya masih ada tugas yang harus Ayu selesaikan"
__ADS_1
"tapi neng... "
"Pak Bambang balik aja dulu, tolong sampaikan pada Bu Monic kalau hari ini Ayu nginap di rumah ibu Ayu saja, rasanya sudah lama Ayu tidak kesana" pinta Ayu pada laki laki berumur 40tahun itu.
"Baiklah neng nanti bapak sampaikan.." jawab pak bambang sambil masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan Ayu.
.
.
.
.
.
Author : Bagi like dan komennya dong readers 🙄 Author sudah mulai kehilangan semangat menulis nih...
Reader : No.. No.. No....
__ADS_1
Author : ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ (Auto mewek sambil guling-guling diatas kasur)