
Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan pun telah berganti. Tidak terasa sebentar lagi mahasiswa seangkatan denganku akan mengikuti kegiatan praktek lapangan kerja. Segala persiapan pun telah kami lakukan.
Disamping itu aku juga mulai mengembangkan usaha rumahan yang pernah aku rintis sewaktu masih tinggal di kota Padang. Sungguh Tuhan itu maha pemberi rezeki pada umatnya yang bersungguh-sungguh. Tak disangka-sangka ternyata hasil karya bunga plastik sederhana yang dulu aku buat, ternyata sampai kini ada peminatnya. itu semua berkat bantuan mami Cathline yang ternyata masih sering mempromosikan hasil karyaku.
Sementara itu kak Hendrick saat ini juga telah bekerja di salah satu perusahaan milik papanya di daerah bekasi. Karena kesibukan itu, jadinya kami jarang berkomunikasi.
"Hei.. wanita karir.. ngelamun aja" kata Karina membuyarkan lamunanku, disaat aku tengah menikmati segelas jus jeruk di kantin kampus.
"eh.. Karina, siapa juga yang ngelamun.. aku itu lagi mikir" kataku.
"mikirin apa sih wanita karir yang satu ini, hidup kamu sekarang udah berubah Shella, aku salut sama kamu"
"Karina.... makasih, semua ini juga berkat dukungan kamu" kataku sembari memeluk sahabatku itu.
"oh iya Shel,kamu udah lihat belum pengumuman lokasi praktek besok?"
"belum Kar, memangnya pengumuman itu udah keluar apa?"
"sudah Shel, coba kamu lihat di papan pengumuman jurusan" kata Karina sambil tersenyum.
"kamu kenapa sih? kayaknya lagi happy banget ya"
__ADS_1
" yap.. betul benget Shel, hari ini aku happy banget"
"happy kenapa Kar?"
"mmm ... sebaiknya kamu cepetan lihat deh didepan kantor jurusan" kata Karina sembari tersenyum bahagia.
Akupun segera melangkah menuju kantor jurusan Hukum, setelah melihat papan pengumuman didepan jurusan itu, alangkah terkejutnya aku ternyata aku mendapatkan kesempatan magang di kantor pengadilan negeri kota padang. Sementara Karina juga mendapatkan tempat magang di lokasi yang sama dengan aku.
"Alhamdulillah, akhirnya aku bisa balik lagi ke padang" gumamku usai melihat pengumuman tersebut. Segera aku ambil ponsel dari saku celana dan menghubungi sahabatku Cici dan Eren untuk memberitahukan kabar baik tersebut.
*apartement Luxury
"iya ma... oh iya kabarnya beberapa hari lagi mahasiswa se angkatan dengan Shella akan mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapangan ma" kata Pak tama sambil memperlihatkan info pengumuman mahasiswa magang yang ia dapatkan dari Grub Whats App.
"benar pa, kira-kira anak kita bakalan magang dimana ya pa? mama nggak mau berpisah dengan anak kita lagi pa" tutur Wanita berbaju kemeja coklat itu menunjukkan wajah kekhawatiran.
"tenang saja ma, paling Shella magangnya masih di daerah jakarta ini" kata pak Tama berusaha menghilangkan kelahawatiran istri tercintanya itu.
Tak berapa waktu kemudian Shella pun datang.
"Sore ma, pa.. i love you" Ujarku dengan gaya centil sambil mencium pipi kedua orang tua yang aku sayangi itu.
__ADS_1
"hmmm.. anak mama, kelihatannya lagi bahagia banget.. ada apa?" tanya mama padaku
"ada deh.. nanti saja Shella ceritain, sekarang Shella mau mandi dulu"
"ya sudah, nanti habis mandi jangan lupa ceritain ke mama"
"siap nyonya..." kataku sambil melangkah masuk ke dalam kamar.
Usai membersihkan badan dan mengganti pakaian, aku hendak keluar menemui kedua orang tua ku.
Tiba-tiba ponselku berbunyi, segera aku mengambil ponsel yang sengaja aku taruh di atas meja. Belakangan ini aku tidak terlalu sering memegang ponsel tersebut. Entah kenapa sejak Kak Hendrick bekerja di luar kota, ia jarang sekali menghubungiku. ya.. walaupun sesekali pernah menelpon, itu pun paling cuma beberapa menit, lalu ia mengakhiri panggilan dan selalu berkata kalau ada meeting.
Sebenarnya hatiku merasa sedih, kenapa setelah kami bertunangan, hubungan ini malah jadi terasa hambar. Akan tetapi aku tidak mau berpikiran negatif, mungkin saja kak Hendrick lagi banyak kerjaan, maklumlah saat ini dia juga sudah dipercaya untuk mengelola salah satu perusahaan milik orang tuanya.
Kulihat di layar ponselku ada sebuah panggilan masuk dari nomor baru yang tak ku ketahui.
"Assalamualaikum" kata ku saat menjawab panggilan itu.
"waalaikumsalam wanita menjengkelkanku yang cantik" Jawab si penelpon yang suaranya sudah lama tak kudengar.
"Kak Hendrick.." seruku berteriak kegirangan sambil merebahkan tubuhku ke atas kasur.
__ADS_1