
Selama dalam penerbangan menuju kota Padang, Karina tak henti- hentinya bertanya padaku tentang bagaimana masa kecilku di kota Padang. Akan tetapi aku merasa tak bersemangat untuk menjawab pertanyaan dari sahabatku itu.
"Shell... hei Shella" ujar Karina membuyarkan lamunanku.
"hmm.. iya Karina, ada apa?" tanyaku.
"kenapa jadi begong gitu sih? kamu mikirin apa Shel?" tambah gadis asal Riau tersebut.
"Entahlah Kar, aku merasa kurang bersemangat aja" jawabku.
"why?"
"aku kepikiran sama kedua orang tua ku Kar, meskipun sibuk tapi kenapa mereka sampai melupakan aku Kar"
"yang sabar ya Shel, kamu nggak usah mikir yang macem-macem.. mana tau mama sama papa kamu mau ngasih kejutan buat kamu Shel" Kata Karina.
"kejutan? ah... kejutan apanya?" gerutuku merasa sedikit kesal.
***
Sementara itu, didalam perjalanan menuju apartement Luxury.
"den Hendrick" kata bi Siska
"ada apa bi Siska?" tanya Hendrick yang tengah fokus mengemudi mobil.
"mmm.. bibi mau bilang kalau aksi den Hendrick pagi ini TOP BGT den"
__ADS_1
"hahaha.. bibi bisa aja"
"iya bener den... bibi aja sampai nggak tau kalau yang nyetir mobil ke bandara tadi itu den Hendrick" tutur bi Siska dengan polosnya.
Kemudian Hendrickpun tertawa terbahak-bahak mendengar menuturan dari asisten rumah tangga keluarga pratama itu.
"oh iya den, bibi minta satu hal, den Hendrick jangan kecewain non Shella ya den"
"kenapa bi?"
"ya.. soalnya bibi perhatiin semenjak aden kerja diluar kota, non Shella sering terlihat murung kalau udah dikamar. bibi minta den Hendrick bisa jaga hati untuk non Shella, karena dia juga sudah bibi anggap seperti saudara sendiri... mmm.. maaf bibi ngomong begini den, bibi cuma tidak ingin lihat non Shella sedih lagi"
"bibi tenang aja bi, walaupun terpisah oleh jarak dan waktu sekalipun. Shella akan selalu dihati ini.. " kata Hendrick sambil menghentikan laju mobilnya sesaat setelah sampai di depan apartement luxury.
"terima kasih atas tumpangannya den" ujar bi Siska segera turun dari mobil xenia tersebut.
"oh iya bi, om sama tante kemana bi? perasaan dari tadi aku nggak lihat mereka" tanya Hendrick.
"apa? kenapa gitu bi?"
"sebab non Shella tidak ingin merepotkan orang tuanya, terlebih lagi sudah beberapa hari ini tuan sama nyonya sibuk sama kerjaan mereka, jadi ibaratnya semua serba mepet den..."
Mendengar penuturan dari bi Siska, tanpa bicara sepatah katapun Hendrick segera masuk ke dalam mobilnya lalu pergi begitu saja.
"lho kok malah pergi gitu aja ya? apa aku salah ngomong? hmmm yo wes lah " gumam bi Siska heran, kemudian ia segera melangkah masuk ke dalam apartement.
***
__ADS_1
Usai mengambil barang bawaan di bagasi Bandara Internasional Minangkabau. Tampaklah Cici dan Eren tengah menungguku di lobi, aku dan Karina segera menghampiri kedua sahabatku itu.
"Hei.... Cici.. eren.." sapaku.
"Shella?" tanya Cici yang tampaknya heran melihat penampilanku saat ini.
"iya.. ini aku Shella" ujarku sembari menghadiahkan sebuah senyuman.
"serius ini kamu Shella?"
"emmm.. kalau bukan shella, terus aku siapa?"
"sumpah, kamu beda banget sekarang Shel.. makin cantik" seru Cici memelukku erat, kemudian diikuti dengan Eren.
"serius Shel, penampilan kamu sekarang juga beda banget dari yang dulu.. aku aja pangling lihatnya" tambah Eren.
"ah kalian bisa aja" ujarku kembali memeluk erat kedua sahabatku itu.
"oh iya, kenalin ini Karina... sahabatku yang paling best di kampus" ujarku.
"hai Karina... kenalin aku Cici" tutur Cici.
"aku Eren" tambah Eren
Lalu mereka saling berjabat tangan sebagai tanda perkenalan.
Tak berapa lama kemudian datanglah sebuah mobil honda jazz berwarna merah menjemput kami.
__ADS_1
Tin Tiin...
"nah itu dia udah datang, ayo Shel, Karina.." seru Cici sambil menunjuk ke arah mobil tersebut. Dari dalam mobil itu terlihatlah seorang pemuda yang wajahnya tak asing lagi bagiku.