
"cerita apa nak? sebenarnya apa yang telah terjadi nak?" tambah mama Tari mulai merasa kasihan dengan konsisi putrinya itu.
"ma... sebenarnya... "
TOK TOK TOKKKK...
belum sempat ia bicara tiba- tiba masuklah seorang perawat membawa beberapa obat dan makanan yang akan dikonsumsi Shella pagi ini.
"permisi selamat pagi nona Shella" kata suster tersebut tersenyum pada dua orang wanita dihadapannya itu.
"ya selamat pagi sus" jawab Shella
"sebentar ya bu, saya cek dulu kondisi nona Shella"
"baik sus, ngomong-ngomong dokter Rudi kemana sus? kok nggak dia yang periksa?"
"dokter Rudi pagi tadi ijin pulang bu, jadi saya ditugaskan untuk memeriksa nona ini, dan alhamdulillah kondisi nona Shella sudah mulai membaik, lalu ini obatnya untuk pagi ini dan jangan lupa diminum setelah makan ya bu" papar suster tersebut kemudian memberikan beberapa obat pada mama Tari.
"kalau begitu saya permisi dulu bu" lanjut suster itu kemudian beranjak pergi dari ruangan itu.
Tidak berapa lama kemudian, datanglah mami Cathlin dan Thalia.
__ADS_1
"assalamualaikum" kata mami Cathlin
"waalaikumsalam" jawab Shella dan mama Tari bersamaan.
"Shella, anak mami... bagaimana keadaan kamu sekarang nak? maafin mami semalam tidak bisa temani kamu, soalnya ini si centil satu ini baru sampai di Jakarta" tutur mami Cathlin sambil memeluk erat tubuh calon menantunya itu.
"nggak apa-apa kok mam, oh iya Thalia... kamu makin cantik aja" kata Shella.
"ah.. biasa aja kok kak, masih cantikkan kak Shella" jawab Thalia.
Suasana diruangan itu yang semulanya sunyi tiba-tiba berubah jadi ceria dengan ocehan Thalia serta mami Cathlin yang membuat Shella bisa sedikit melupakan masalah yang tengah ia hadapi.
***
Hampir setiap hari Amel mendatangi kantor yang dikelola oleh Hendrick, dan semakin lama hal itu membuat CEO perusahaan Anthony Group itu menjadi lalai, dan bahkan sering mengabaikan tugasnya. Bahkan sering kali ia menunda dan membatalkan acara pertemuan penting dengan client perusahaan, akibatnya kinerja perusahaan semakin merosot dan keuangan perusahaan juga semakin menipis, karena ia gunakan untuk foya-foya dengan kekasihnya itu.
Sesil selaku sekretaris pribadi Hendrick juga ikut pusing melihat kelakuan atasannya yang lebih mementingkan wanitanya dibandingkan perusahaan. Bahkan setiap kali bertemu dengan Amel membuat ia merasa ingin sekali mencakar wajah wanita itu.
Mendengar hal itu membuat Anthony selaku pimpinan pusat perusahaan Anthony Group menjadi naik darah. Pagi-pagi sekali ia berniat untuk datang secara diam-diam ke perusahaan cabang yang dikelola oleh anak sulungnya itu.
"selamat pagi tuan" sapa beberapa karyawan saat Pria paruh baya itu memasuki area perusahaan.
__ADS_1
"ya selamat pagi, silahkan bekerja kembali" jawab Anthony dengan gaya bijaknya.
Ia segera menuju ruangan Hendrick, dalam lift ia bertemu dengan seorang wanita yang penampilannya serba terbuka, sehingga membuat ia merasa jijik melihatnya.
"hei pak tua, kenapa kamu memandang saya seperti itu? apa kamu tertarik dengan saya? oh tidak, maaf saya ini sudah punya kekasih, sebentar lagi saya akan jadi nyonya besar pemilik perusahaan ini" kata Amel dengan sombongnya, karena ia tidak tahu dengan siapa ia bicara.
Sesampainya diruangan Hendrick, beliau disambut ramah oleh Sesil yang kebetulan sudah mengetahui kalau Anthony merupakan ayah dari atasannya, itu berarti pria dihadapannya itu merupakan pimpinan pusat perusahaan tempat ia bekerja, namun ia terkejut melihat Amel juga datang bersamaan dengan pria itu.
"selamat pagi tuan" ucap Sesil.
"pagi Sesil, kamu kenal dengan wanita ini?" kata Anthony sambil menunjuk ke arah Amel.
"hei pak Tua, jangan seenaknya begitu menunjuk kearah saya, kamu belum tau siapa saya, saya ini calon istri pemilik perusahaan ini" timpal Amel.
"Sesil suruh dia keluar sekarang juga" perintah Anthony merasa geram dengan wanita yang tidak tau sopan santun dihadapannya itu.
"hei.. anda siapa seenaknya saja mengusir saya, yang ada anda seharusnya keluar dari sini pak tua, anda ganteng sih, tapi maaf ya saya tidak tertarik dengan anda pak tua bangka"
Sesil mendengar hal itu menjadi semakin yakin kalau Amel belum mengenal keluarga Hendrick, ia pun merasa geram dengan sikap wanita itu.
"heh Amel, sebaiknya kamu pergi dari sini" timpal Sesil.
__ADS_1
"apa? ini juga babu pakai usir gue segala, yang ada elo out dari sini, atau elo mau gue laporin sama Hendrick kalau elo ternyata ada hubungan sama pria tua ini"
Mendengar ada keributan dari luar, membuat Hendrick merasa terganggu. ia segera keluar ruangan dan betapa terkejutnya ia melihat papi Anthony dan Amel berada disana.