
Suara klakson mobil mengagetkan aku yang saat itu tengah beristirahat di kamar kost Karina.
"Kak Andrew, silahkan duduk dulu kak" ujar Karina yang saat itu tengah menyapu teras rumah.
"Andrew? bagaimana dia bisa tau kalau aku ada disini?" gumamku heran.
"Shel, ada yang nyariin kamu tu" seru Karina menghampiriku ke dalam kamar kostnya.
"siapa Rin?" tanyaku pura pura tidak tahu.
"Kak Andrew, senior kita Shel"
"Andrew? kenapa dia kesini? kamu memberi tahu dia Rin?" ujarku hendak bangkit dari kasur ukuran single tersebut.
"hati hati Shella, tidak aku tidak memberitahu dia" timpal Karina.
"terus?"
__ADS_1
"entah, cepatlah sekarang kamu temui dia... Shella beruntung banget ya kamu, dicintai oleh dua lelaki yang ganteng" seru sahabatku itu sambil menarik tanganku keluar kamar menuju teras depan.
"Kak Andrew" ujarku memanggil laki laki yang suka memakai stelan inner baju kaos, plus kemeja motif kotak dan celana jeans hitam itu.
"Eh Shella... maaf kedatangan aku kesini mengganggumu" kata Andrew.
"nggak apa apa kok kak, o iya kak Andrew tau dari mana kalau aku ada disini?" tanyaku.
"Tadi Ajeng memberitahu aku kalau ada mahasiswa baru yang mendadak pingsan saat menengarkan pengarahan di aula tadi.. setelah aku selidiki ternyata orang itu adalah kamu Shella, terus Ajeng bilang kamu saat ini sedang istirahat di kostnya teman kamu yang dari Riau. Langsung saja aku kesini, karena kebetulan rumah aku juga berdekatan dengan kost ini" kata Andrew.
"mmm.. tunggu sebentar" tambah laki laki itu berlari menuju mobil honda brionya yang terparkir di depan kost. Beberapa saat kemudian ia kembali ke teras rumah.
"apa ini kak?" tanyaku.
"itu cuma beberapa cemilan saja, kebetulan aku tadi lewat didepan sebuah cafe saat menuju kesini, jadi aku beli.. mudah mudahn kamu suka, makanlah selagi masih hangat" tambah Andrew.
"terima kasih kak" jawabku, lalu aku meminta sebuah wadah pada Karina dan meletakan cemilan berupa beberapa cup cake dan kwetiaw goreng.
__ADS_1
"wah kelihatannya enak banget nih, kak Andrew lain kali bawa kayak gini lagi ya" ujar Karina sambil melahap beberapa cup cake.
"hus.. Karina, kamu ini ada ada saja" bisikku.
"nggak apa apa Shella, namanya aja rejeki. ya kan kak Andrew"
"ehmm.. iya Karina, o iya Shel, apa kamu tidak pulang? soalnya hari sudah mulai gelap" kata Andrew.
"ya Ampun.. aku sampai lupa" gumamku sambil menepuk jidat. Cepat cepat aku melahap kwetiaw goreng, lalu aku bergegas menuju kamar dan meraih tas di atas meja belajar, lalu aku segera menuju teras rumah.
"Karina, aku pamit pulang dulu ya, takut keburu gelap. ntar bu Tari marah kalau aku pulang telat" ujarku pada Karina yang saat itu masih asyik mengunyah cup cake.
"biar aku antarkan, kondisi kamu belum stabil" timpal Andrew. Karena tidak ada pilihan lain, terpaksa aku menerima tawaran Andrew, kalau pun aku menolaknya dengan pulang menggunakan Gi Car, pasti waktu nunggunya lama sekali. Selama dalam perjalanan pulang, Andrew tak henti hentinya menanyakan bagaimana kehidupanku, orang tuaku, dan banyak hal lainyang membuatku merasa jengkel.
"maaf Kak Andrew, Shella berhenti disini saja" ujarku saat kami sampai di persimpangan menuju komplek apartement luxury.
"kenapa sampai disini Shela? lumayan jauh lo kalau kamu jalan kesana"
__ADS_1
"tidak apa-apa kak, Shella turun disini saja, Terima kasih banyak kak Andrew" kataku sambil bergegas keluar mobil dan berlari menuju Apartement. Aku khawatir jika pak Tama melihat Andrew yang mengantarkan aku pulang, pasti aku dimarahi habis habisan. Aku juga tidak ingin mengecewakan beliau yang sudah sangat baik padaku.