Suara Air Mata

Suara Air Mata
Bunga


__ADS_3

Usai menghadiri acara pernikahan Cici, Shella dan Eren kembali pulang ke rumah mereka masing -masing.


Saat hendak menunggu taksi online di depan hotel, tiba-tiba datanglah pemuda yang berduet dengan Shella tadi.


"hei Shella... " ujar si pemuda tersebut.


"ya... maaf saya buru-buru, soalnya ada keperluan mendadak" jawab gadis itu segera meraih tangan sahabatnya untuk menjauh dari pemuda tersebut.


Tapi emang dasarnya Eren, orangnya rada kurang peka.


"Apaan sih Shel, tarik-tarik tangan aku? sakit tau"


"iiihhh ayo cepetan Ren, ntar kita keburu telat lho"


"keburu telat gimana Shel? taksinya aja belum nyampe"


"aduuuhhh.... iya ntar kita tunggu aja didepan sana ya" tambah Shella sambil memberi isyarat pada sahabatnya itu.


"apaan sih Shel, eh ini kan si abang ganteng yang waktu itu pernah datang ke galeri kita Shel" lanjut Eren melepaskan genggaman tangan Shella.


"maksud kamu?"


"iya waktu itu kamu lagi pergi sama mama papa kamu keluar, jadi pas kita mau tutup, si abang ini datang nyariin kamu"


Sementara itu si pemuda yang belakangan ia ketahui bernama azka itu memperkenalkan diri.


"hai Shella, kamu salah satu mahasiswi di Universitas jakarta dari fakultas hukum kan?" kata Azka.


" kamu tau dari mana kalau aku kuliah disana?"

__ADS_1


"kebetulan saya juga pernah kuliah ditempat yang sama, mungkin kamu tidak kenal saya, tapi saya sudah lama ingin berkenalan dengan kamu"


"huuhh nggak usah berbelit-belit gitu deh, jadi tujuan kamu itu apa waktu itu datang ke galery aku? dan dari mana kamu tau kalau aku disana?" kata Shella yang mulai risih dengan sikap Azka.


"dari...."


Belum selesai Azka menjawab pertanyaa Shella, tiba-tiba taksi online pesanan gadis itu sudah sampai di depan hotel.


Shella segera menarik tangan Eren yang sejak tadi melongo memperhatikan wajah tampan pemuda dihadapannya itu untuk segera masuk ke dalam mobil.


Tanpa banyak kata, ia meminta sang supir untuk segera melajukan kendaraannya.


Beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah bu Siti, rumah peninggalan almarhum wanita yang telah membesarkan Shella. Saat hendak masuk ke dalam rumah, seketika pandangan wanita cantik, berambut panjang, kulit putih pangsat, hidung bangir ,dan mengenakan gaun putih selutut itu tertuju pada sebuah bucket bunga yang sepertinya sengaja ditaruh oleh si pengirim di depan pintu.


"bunga? dari siapa?" gumam Shella sambil mengecek siapa pengirim bunga tersebut.


"nggak tau nih, nama pengirimnya juga nggak ada disini"


"mungkin itu dari ayang beb bule kali"


"entahlah, ayo masuk Ren.. aku mau mandi, badan udah berasa lengket banget"


"mmmm jadi pengen juga punya ayang beb yang romatis" tambah Eren sambil melenggok manja masuk kedalam rumah.


'mana mungkin ini dari kak Hendrick, kan dia lagi di bandung, terus ini bunga kiriman siapa dan buat siapa?' gumamku pelan.


"sudah, kalau nggak mau bunganya buat aku aja, dari pada penasaran terus, mending kamu tanyain gih sama orangnya" timpal Eren.


***

__ADS_1


Hari demi hari telah berlalu, semenjak Hendrick mengatakan kalau ia ke Bandung karena ada urusan pekerjaannya, sejak itu juga ia dan Shella kembali jarang berkomunikasi, sekalipun itu lewat pesan singkat.


Akan tetapi hal aneh mulai ia rasakan, kenapa hampir setiap hari ia mendapat kiriman bunga misterius, sementara ia coba menghubungi tunangannya itu, tetap saja nomor pria tersebut tidak aktif.


"Hendrick, kenapa kamu tidak seperti yang aku kenal dulu? sesibuk itukah? hati ini terasa dipermainkan, ditarik ulur, untuk apa kamu kirim bunga ini? sementara kamu tidak pernah lagi menghubungiku" ujar gadis itu hingga tanpa ia sadari butiran-butiran air membasahi pipinya.


TOK TOK TOK...


Terrdengar suara ketukan pintu yang membuat lamunan gadis itu buyar.


"Siapa?" tanya Shell segera bangkit dari kursi lalu melangkah menuju pintu depan.


*


*


*


*


*


*


hallo readers🤗


kalau author boleh tau, kalian dari daerah mana aja nih?


Me: Padang (Sumatera Barat)

__ADS_1


__ADS_2