
Pagi ini aku sengaja membantu bi Siska (Asisten Rumah Tangga bu Tari). Menyiapkan sarapan dan masakan untuk hari ini.
"tidak usah neng, biar bibi aja. sebaiknya neng Shella bersiap-siap ke kampus saja" kata bi Siska padaku yang saat itu hendak menolongnya mencuci piring bekas makan semalam.
"tidak apa-apa bi, Shella hari ini jadwal kuliahnya kebetulan cuma ada satu, itupun masuknya jam dua siang.."
"tapi neng, nanti..."
"tidak apa-apa bi, Shella dulu sudah biasa melakukan perkejaan ini. Lebih dari ini malah" tuturku. Akhirnya bi Siska mau menuruti kehendakku.
Memang sejak pindah ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga 2T (Tama&Tari), Berat Badanku sekarang sudah bertambah. yang dulunya cuma 45Kg, sekarang 50Kg. Dan sejak tinggal disini, bu Tari selalu memanjakan, dan memenuhi kebutuhanku. Termasuk melarangku melakukan pekerjaan rumah, karena disini sudah ada pembantu.
Usai mencuci piring, aku pun hendak memasak makanan yang selama ini ingin sekali aku buat dan belum pernah aku jumpai di Jakarta.
"ya ampunn... sudah neng, biar bibi saja yang masak..nanti nyonya besar marah sama bibi"
"nggak bakalan marah kok bi, Shella ingin masak sesuatu yang jadi ciri khas masakan kampung halaman Shella bi"
"neng Shella mau masak apa?"
__ADS_1
"aku mau masak gulai kalio ayam, apa bibi tau cara membuatnya?"
"kalau gulai sih bibi pernah bikinnya, tapi nyonya besar marah karena bibi masaknya pake gula merah.. kemanisan soalnya non.. hehe"
"ye.. bibi ada-ada saja, sebaiknya bibi kerjakan yang lain. urusan masak memasak hati ini biar Shella yang membuatnya"
"tapi neng,,"
"tidak pakai tapi tapi, sekarang bibi santai aja dulu atau kerjakan hal yang lain. biar Shella yang urus dapur pagi ini.okey"
"baik lah neng, tapi ini neng Shella yang maksa ya"
Kemudian bi Siska meninggalkanku di dapur sendirian. Aku pun mulai beraksi memilih dan memilah bahan bahan yang dipergunakan dalam menu masakan kali ini.
Sekitar satu jam kemudian, aku pun telah selesai memasak. Kebetulan hari itu bu Tari dan Pak Tama berangkat pagi pagi sekali ke perusahaan milik pak Tama. Jadi ini kesempatan bagiku untuk menyalurkan keinginanku untuk memasak.
"Tadaaa.... gulai kalio ayam minangkabau sudah siap"
"mmmmm... baunya enak sekali neng Shella"
__ADS_1
"iya dong bi, nanti kita makan sama sama ya"
"baik non, tapi kali ini biarkan bibi yang membereskan dapurnya, kalau neng Shella yang membersihkannya, nanti bibi yang dimarahi nyonya besar"
"oke bi... Shella ke kamar dulu ya bi" kataku sambil melangkah menuju kamarku.
Sesampainya dikamar, aku kembali merebahkan badanku di atas ranjang. Lalu meraih ponsel yang sengaja aku taruh di atas meja kecil warna pink flower yang terletak disamping ranjang. Dilayar tertulis ada 8 panggilan tak terjawab, dan ternyata itu semua dari kak Hendrick.
tut.. tut..
'kak Hendrick, ada apa ya dia menelponku pagi pagi begini' gumamku bertanya-tanya.
"halo kak Hendrick" kataku mengangkat telpon tersebut.
"hey wanita menyebalkan. kemana saja kamu? sejak tadi aku telfon kenapa tak di angkat?"
ujar Hendrick dengan nada yang ditinggikan.
"mmm.. maaf kak, tadi Shella lagi masak di dapur terus hp ketinggalan dalam kamar"
__ADS_1
"masak? memangnya kamu bisa masak?"