
Acara resepsi pernikahan Cici makin lama semakin meriah, semua para tamu dan undangan bersuka cita, ada yang tengah menikmati hidangan makanan yang sudah disediakan oleh pihak wedding organizer, ada juga beberapa orang tamu yang sengaja menyumbangkan beberapa alunan lagu.
sementara Shella dan Eren tengan menikmati makanan mereka, tiba-tiba Cici datang menghampiri mereka dan menarik tangan kedua sahabatnya itu untuk naik keatas pentas.
"oke hadirin semuanya, mari kita dengarkan sebuah lagu dari salah satu tamu pilihan pengantin kita kepada uni... siapa namanya?"tanya sang MC pada Shella
"Shella"
"kepada uni Shella yang cantik, waktu dan tempat dipersilahkan"
"adduuuhhh Ci, ini kerjaan kamu ya" bisik Shella pada Cici.
"iya, siapa lagi kalau bukan idenya dari ini" timpal Eren sambil menunjuk dirinya sendiri.
"ayolah Shel, plis jangan nolak, satu lagu aja" tambah Cici.
"tapi Ci"
"udahlah satu lagu aja, pelit banget" ujar Cici sambil mendorong pelan.
Mau atau tidak, gadis berambut sepinggang itu terpaksa naik ke atas pentas. Walaupun ia merasa ragu dengan kemampuan olah vokalnya saat ini karena terakhir kali ia bernyanyi sudah lama sekali, yaitu sewaktu masih kelas 3 SMA. Terlebih lagi di pentas sana juga ada penyanyi diva ranah minang, yang kemampuan bernyanyinya sudah tidak diragukan lagi.
Ia merasa canggung untuk menampilkan bakat yang sudah lama terpendam itu dihadapan publik, tapi demi memenuhi permintaan sahabatnya, apa boleh buat.
Kali ini ia tepah berdiri di atas panggung, pandangan semua mata yang ada diruangan itu tertuju padanya. tampak beberapa orang tengah berbisik, memuji kecantikan gadis berusia 23 tahun itu.
"silahkan uni Shella" kata si MC sambil memberikan microphone pada gadis berkulit putih langsat itu.
"terima kasih" jawab Shella sembari tersenyum
"maaf uni, mau bawain lagu apa?" tanya sang keyboardist yang sudah stay di belakang dengan alat musiknya"
"mm... lagu Alek Rang Mudo aja uda"
__ADS_1
Setelah beberapa saat pengambilan nada, akhirnya Shella mulai melantunkan suara emasnya.
Alunan musik mulai bergema di ruangan tersebut, semakin meriah dengan di ikuti tarian dari sebuah sanggar tari ternama dikota Padang.
*ALEK RANG MUDO
Alek rang mudo...
rang mudo dijaman kini
bamacam-macam ragamnyo
baitu caronyo kini
Aleknyo rami ...
yo rami urang nan tibo
baitu caronyo kini
Nan bagitar jo badendang
baralah angguak jo goyang
Nan manari bapasangan
sarato gadih jo bujang
Aleknyo sadari pagi sampai parak siang
baitu alek rang mudo jaman kamajuan*...
Riuh tepuk tangan dari para tamu dan undangan yang menyaksikan penampilan dari putri tunggal keluarga Pratama itu bergemuruh beriringan dengan berakhirnya lagu yang dinyanyikannya.
__ADS_1
Ada beberapa orang meminta ia untuk bernyanyi lagi, dan MC pun menawarkan Shella untuk berduet bersama salah satu laki-laki yang ada diruangan tersebut.
"wah.. suara anda merdu sekali seperti orangnya, mmm.. bagaimana kalau kita minta uni Shella bernyanyi sekali lagi, eits tapi duet sama... mmmm.... itu tu uda yang pakai baju batik, yang lagi senyam senyum berdiri di pojokan sana" tunjuk sang MC pada seorang pemuda yang tak lain ialah laki-laki yang dijumpai Shella di taman tadi.
'what? kenapa harus sama cowok rese ini sih?'
"mmm.. maaf kak, kayaknya Shella nggak bisa deh, cukup segitu aja" bisik Shella pada sang MC. Akan tetapi semua itu percuma saja, karena si pemuda tersebut sudah naik ke atas pentas dan para tamu juga turut bersorak meminta mereka segera bernyanyi.
Mau tak mau, terpaksa Shella harus mengikutinya,kali ini mereka membawakan sebuah lagu yang berjudul "kesempurnaan cinta" dari rizki febian.
***
.
.
.
.
.
.
.
.
hai readers... gimana nih? mau lanjut atau nggak ceritanya?
maaf ya reader semua novel ini lama banget up nya,karena kesibukan author didunia nyata 😁😁😁
berhubung karena besok mau lebaran, jadi.. minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin ya 😅😄🙏
__ADS_1