
Hari ini adalah hari pertama aku menduduki bangku perkuliahan, rasanya aku itu happy sekali. bangunan kampus universitas jakarta yang tinggi dan di bangun di area yang luas.
Terlihat disana ada beberapa orang mahasiswa yang tengah asyik duduk di pendopo kampus, dan ada juga yang tengah sibuk mengetik di laptopnya di bawah sebuah pohon yang rindang. Karena masih belum terbiasa dengan suasana kampus, kali ini aku ditemani oleh bu Tari menemui pihak kampus untuk mengurus segala urusan administrasi dan keperluan kuliahku. Sengaja aku memilih jurusan Hukum karena aku ingin mewujudkan cita-cita bu Siti, yang selama ini telah merawat dan membesarkan aku dengan penuh kasih sayang.
Setelah mengurus segala sesuatu yang di perlukan, bu Tari mengajakku untuk berkeliling kampus. Disaat kami hendak melihat-lihat ruangan di fakultas hukum tiba-tiba...
"Awwwww... sakit" teriakku saat seseorang menabrakku ketika sedang berjalan di depan fakultas hukum.
"ma..maaf... saya tidak sengaja" ujar laki-laki berkulit sawo matang, hidung mancung, bibir tipis dan mengenakan stelang kemeja merah kotak kotak, inner baju kaos putih, celana jeans hitam dan membawa sebuah ransel hitam ditangan kanannya.
"hei... anak muda, kalau jalan itu hati hati.." seru bu Tari pada pemuda itu.
"kamu tidak apa-apa Shella?" Tambah bu Tari sambil menolongku bangkit.
"tidak apa-apa bu, cuma lecet sedikit saja" ujarku sambil mengusap tanganku yang tergores kena aspal di jalanan.
"maafkan saya, saya tidak sengaja... " kata pemuda itu.
"iya" jawabku singkat karena tanganku masih terasa perih.
__ADS_1
"tanganmu terluka kalau begitu, baiknya saya bawa kamu ke rumah sakit saja"
"tidak usah, saya baik-baik saja" jawabku.
"kamu baik-baik saja kan Shella?" tanya bu Tari memastikan keadaanku.
"iya bu, Shella baik-baik saja, paling dikasih obat merah dikit sembuh" jawabku.
"Shella... kamu Shella putri amanda yang dari SMA 1 Padang itu kan?" tanya laki-laki itu.
"iya betul, kok kamu tau?" tanyaku balik.
"Andrew?" ujarku sambil mengerinyitkan dahi.
"iya, aku Andrew yang pernah menelponmu beberapa waktu lalu"
"apa? dari mana Kak Andrew tau nomor ponsel saya?"
"kalau soal itu suatu saat kamu pasti akan tahu"
__ADS_1
"sudah nak Shella, ayo kita pergi dari sini" kata bu Tari yang kurang suka dengan sikap Andrew.
"Baik bu, maaf kak Andrew, Shella pamit dulu" ujarku melangkah meninggalkan laki-laki itu.
"Sampai ketemu besok Shella" teriak Andrew dari kejauhan.
Sesampainya kami di sebuah pendopo yang letaknya tak jauh dari fakultas Hukum, kami melepas lelah sejenak sambil meminum segelas jus jeruk yang dijual pedagang di sekitar pendopo tersebut.
"Shella, kamu jangan membeli mimuman begitu, nanti kamu sakit"
"tidak apa-apa kok bu, minuman ini enak.. ya.. itung- itung bantu bapak yang jualan itu untuk membiayai keluarganya"
"Shella, sungguh mulianya hatimu nak.. " ujar bu Tari memberikan sebuah senyuman manis padaku. Kemudian beliau mengambil ponsel yang sengaja di taruh di dalam tas yang ia bawa. Lalu menelpon pak Darmo yang merupakan supir pribadi bu Tari. Tak berapa lama kemudian mobil yang di kemudikan oleh Pak Darmo pun tiba.
"Ayo Shella" ajak bu Tari.
"baik bu" jawabku, Lalu kami menaiki mobil honda jazz putih itu.
Hari itu bu Tari mengajakku berkeliling kota jakarta, Suasana kota yang begitu ramai, dan padat dengan kendaraan. beliau juga mengajakku ke kota tua, monumen nasional, TMII dan sorenya kami menikmati keindahan pantai ancol.
__ADS_1