
Aku segera menuju fakultas Hukum dan masuk ke ruangan A dimana perkuliahanku hari ini dimulai.
"hai Shella, kamu kemana aja? dicariin ke apartement, kata bibinya kamu sudah pergi dari tadi sama cowok.. Siapa tu? Kak Hendrick yang ganteng kemarin itu ya, kalian udah jadian ya" goda Karina.
"ishh.. kamu ini ada - ada saja, mana mungkin aku jadian sama manusia aneh itu. Kalau kamu mau, kamu aja gih yang jadian sama dia"
"siapa sih cewek yang nggak mau sama cowok seganteng dan setajir kak Hendrick itu, *** sayangnya dia setau aku nih, selalu cuek dengan yang namanya perempuan" tutur Karina.
" entahlah Rin, aku lagi malas bahas soal itu. Sekarang mending kita belajar dulu biar bisa dapat ilmu dan pekerjaan yang bagus" jawabku mengakhiri pembahasan yang menurutku tidak berbobot itu, karena kebetulan Pak Arta dosen mata kuliah Hukum tata negara sudah datang.
*pendopo kampus
Terlihat Hendrick dan kedua sahabatnya tengah asyik bersenda gurau di pendopo kampus.
"Kalau diperhatikan akhir akhir ini ada beda dengan elo Ndrick" kata David.
__ADS_1
"beda apanya David? gue masih sama seperti sebelumnya, nggak ada yang beda" balas Hendrick.
"Memang dari penampilan sih .. mmmm masih sama, terlalu kaku dengan gaya rambut yang formal, tapi dari tingkah laku elo, gue predikni nih ya, sepertinya teman kita yang satu ini lagi jatuh cinta.. iya nggak Ndrew" tambah David melirik ke arah Andrew yang sejak tadi memainkan game online, duduk disamping Hendrick.
"yoi bro" seru Andrew seolah olah membenarkan perkataan david.
"ayolah Ndrick, apa kami boleh tau cewek mana yang mampu meluluhkan dinginnya hati elo, cerita dong ke kita -kita" tambah David.
"oke oke, gue bakal ceritain yang sebenarnya.. tapi sebelumnya elo pada harus beliin gue makanan dan minum apa gitu, soalnya tenggorokan gue udah kering nih. Perut gue juga laper" jawab Hendrick.
"iya nih, gimana kalau kita ke cafe itu saja" ajak Andrew dengan penuh semangat.
Kemudian tiga sahabat itu berjalan menuju cafe yang letaknya tidak jauh dari pendopo, tempat tongkrongan mereka di univ.Jakarta.
Sesampainya di cafe, seperti biasa David memesan Bakso aci dan batagor plus ice tea
__ADS_1
yang makanan kesukaan mereka bertiga sejak pertama kali masuk ke universitas itu.
Usai menikmati makanan yang disediakan cafe tersebut, David kembali menanyakan perntanyaan yang tadi belum sempat dijawab oleh Hendrick.
"Ndrick, jadi siapa perempuan yang sudah berhasil meluluhkan hatimu itu?" tanya David.
"Dia masih anak kampus sini Dav, " jawab Hendrick.
"siapa Ndrick? mahasiswa baru kah? jurusan apa?" tanya Andrew yang juga ikut penasaran dengan nama cewek itu, secara ia saat ini juga tengah mengincar seorang cewek cantik, mahasiswa baru yang tak lain ialah Shella.
"nanti kalian akan mengetahuinya sendiri" jawab Hendrick sambil menyeruputi ice tea nya
'ah.. mana mungkin dia' gumam Andrew pelan.
"Dia siapa Ndrew?" tanya Hendrick yang mendengar ucapan sahabatnya itu.
__ADS_1
"gue sebenarnya juga lagi incar salah satu mahasiswa baru disini, dia itu cantik pintar dan pokoknya tajir, gue harap itu cewek bukan incaran elo juga ndrick" tutur Andrew.
"memangnya elo pikir cewek cuma satu aja di kampus ini, banyak kali" Timpal Hendrick yang kemudian beranjak pergi dari cafe tersebut, lalu diikuti oleh kedua sahabatnya.