
Seperti biasa hari ini aku ada jadwal mengajar les privat Thalia, kebetulan hari ini sekolah Thalia juga diliburkan karena ada rapat guru disekolah. Jadi pagi-pagi sekali aku sudah dijemput oleh Ardian ke rumah.
Sebenarnya aku masih kesal dengan laki-laki itu, tapi apa boleh buat karena keluarganya sangat baik padaku. Aku coba untuk bersikap seperti biasanya pada Ardian. Kami berjalan melewati gang sempit yang hanya bisa dilewati oleh satu buah motor ke jalan utama dimana laki-laki itu memarkir mobil pajero sport miliknya.
Selama dalam perjalanan aku hanya diam dan berharap agar cepat sampai di rumah Mami Cathlin, sementara Ardian sesekali terlihat senyum-senyum padaku. Lalu ia memberhentikan mobilnya di depan sebuah restoran.
"kenapa berhenti disini ian?"kataku pada Ardian.
"Sudah.. jangan banyak tanya, ayo turun.. kita sarapan dulu" seru laki-laki itu turun dari mobil lalu membuka pintu untukku.
Sesampainya didalam restoran itu, rupanya sudah ada Mami Cathlin, Thalia dan kak Hendrick dan seorang pelayan restoran yang sudah menunggu disana.
"Kak Shella... ayo sini" teriak Thalia memanggilku. Aku pun segera menghampiri mereka.
__ADS_1
"Thalia bukannya sekarang jadwal kamu les private?" tanyaku.
"nanti saja dibahas itu Shella, sekarang kita sarapan dulu.. ayo nak Shella, kamu mau pesan apa?" ujar Mami Cathlin. Lalu si pelayan restoran menyodorkan sebuah buku menu padaku.
"Silahkan dipilih menunya nona" kata sipelayan dengan ramah.
"terserah aja mba, yang penting hangat dan mengenyangkan" jawabku keki. karena ini kali pertama aku makan direstoran mewah, jadi aku belum mengerti dengan menu yang disajikan direstoran ini.
"What? kok kak hendrick dan kak Ardian bisa. samaan gitu pesanannya?" Kata Thalia pada kedua saudaranya itu. Karena yang ia ketahui sejak dulu mereka tidak pernah mau disamakan, baik itu dalam segi pakaian atau selera makan.
Ardian penampilannya lebih cenderung acak-acakan dan selera makannya pun tergolong biasa, apa adanya saja. Berbeda dengan Hendrick yang selalu memperhatikan penampilannya agar terlihat perfect,rapi dan selera makannya pun lebih memilih, ia lebih memilih dalam hal makanan dan harus terjamin higienisnya.
"tak usah berdebat, sebaiknya kita sarapan dulu.. " kata Mami Cathlin.
__ADS_1
Selama makan, tak henti-hentinya canda tawa yang terjadi di antara kami. ah... rasanya sudah lama sekali aku merindukan hal ini. Kecuali dengan kak Hendrick yang dari tadi hanya diam dan fokus dengan makanannya.
"oh iya... berhubung karena hari ini adalah hari spesial, jadi ada yang ingin mami sampaikan sama kamu Shella" kata Mami Cathlin setelah kami selesai sarapan.
"apa itu mami? oh iya mam, Shella sampai lupa.. Shella sebenarnya mau ngucapin terima kasih atas pemberian mami kemarin".
"Pemberian? pemberian apa maksud nak Shella?" tanya Mami Cathlin heran.
"itu lho mam.. makanan yang mami kasih kemarin sama kak Hendrick, makasih banget ya mam, pemberian mami sangat bermanfaat sekali buat Shella, dan kwetiaw yang kemarin mami belikan enak banget, rasanya persis seperti buatan ibu Shella" jelasku.
"Pemberian? kwetiaw... tapi perasaan mami tidak pernah tuh nyuruh Hendrick ngasih berupa pemberian sama kamu" kata Mami Cathlin semakin heran.
"itu lho mami.. masa mami lupa.. mami ini... pake acara pura-pura lupa ya hehe" tambahku.
__ADS_1