
"iya ma, papa juga merasakan hal yang sama" kenang pria itu mengingat masa lalunya, dimana saat itu ia merasa berada dititik terendah dalam hidupnya. Saat itu istrinya sedang dirawat dirumah sakit karena DBD, karena posisinya saat itu mereka mempunyai seorang bayi perempuan berumur tiga bulan yang di beri nama Namira Utami. Beliaupun terpaksa menitipkan Namira pada orang tuanya. Dan disaat itu juga ibu pak Tama menyewa seorang baby sitter untuk menjaga namira, akan tetapi kabar buruk terjadi. Baby sitter tersebut membawa kabur bayi mereka. Kasus tersebut sudah dilaporkan pada pihak yang berwajib hingga keluarga Pratama menyebarkan berita kehilangan tersebut ke stasiun tv. Akan tetapi semua usaha tersebut gagal. Namira tak juga ditemukan, usai di usut dari pihak penyedia jasa baby sitter ternyata mereka belum mengirim tenaga kerja ke kediaman Pratama.
"mama kangen sama namira pa"
"sudahlah ma, kita berdoa saja mudah-mudahan keajaiban terjadi"
"iya pa"
"sekarang. sebaiknya kita istirahat saja, besok pagi papa juga ada rapat penting di kantor" ajak Pak Tama pada istri tercintanya itu.
"sebentar pa, mama ingin ke kamar Shella dulu"
"mau ngapain ma?"
"sebentar kok pa, kalau papa ngantuk.Papa tidur duluan saja nanti mama nyusul"
"baik lah" kemudian pria paruh baya itu beranjak pergi ke dalam kamar.
__ADS_1
Sementara itu bu Tari melangkah menuju kamar Shella, kamar yang bernuansa serba pink lengkap dengan furnitue pink tersebut terlihat sangat rapi dengan penataan yang demikian apik oleh Shella.
'Namira, mama kangen kamu nak... ya Tuhan kalau memang benar Shella itu anak aku. Berilah petunjukMu ya Tuhan" gumam bu Tari yang duduk di atas ranjang kamar itu.
Beliau menatap ke sebuah bingkai foto yang terletak di atas meja belajar.
'Shella... kamu anak yang baik, cantik juga pintar' ujar bu Tari hendak mengambil bingkai foto tersebut.Saat hendak bangkit dari duduknya,tiba-tiba ia melihat sebuah amplop biru di bawah bantal.
'surat apa ini?' dengan rasa penasaran beliau membuka lalu membaca isi surat tersebut.
Saat membaca surat tersebut betapa terkejutnya ia melihat alamat yang dituju dalam isi surat tersebut adalah alamat rumah ia dan suaminya yang sengaja di kosongkan karena ada masalah sejak kehilangan namira.
"pa.. papa... bangun pa..." seru bu Tari berusaha membangunkan suaminya yang ternyata sudah ketiduran.
"ada apa ma? papa ngantuk"
"pa..coba lihat deh, mama menemukan surat ini di kamar Shella..dan papa tau, ternyata Shella benar benar anak kita pa.. Shella otu namira"
__ADS_1
"ah mama.. jangan ngaco deh.."
"beneran pa, coba papa baca isi surat ini" ujar bu Tari menyodorkan sebuah surat pada suaminya.
Usai membaca surat tersebut, pasangan suami istri tersebut saling bertatapan. perasaan bahagian jelas terpancar dari mata keduanya.
"firasat seorang ibu itu tidak pernah salah pa, sejak bertemu dengan anak itu sewaktu di rumah Cathlin, mama merasa seperti melihat namira, ditambah waktu mama juga melihat ada tanda lahir di kaki Shella dan sekarang surar yang ditulis oleh perempuan yang selama ini merawat dan membesarkan anak kita pa" tutur bu Tari
"iya ma, papa juga merasa tak asing lagi saat melihat anak itu" ujar pak Tama
"pa, apa sebaiknya kita beritahu Shella sekarang pa? ayo kita jemput Shella ke kost temannya itu pa" pinta wanita itu.
"jangan dulu ma, kita tunggu waktu yang tepat. Karena papa rasa tidak mudah bagi anak seumuran Shella menerima semua ini" timpal pak Tama.
"sebaiknya sekarang kita istirahat dulu, sudah malam"
"baik pa... "
__ADS_1
Kemudian pasangan itu tidur, namun bu Tari sepertinya tak sabaran lagi ingin memberitahu Shella tentang apa yang ia rasakan saat ini. Setelah bertahun tahun ia mencari keberadaan anaknya yang hilang, ternyata anak itu adalah Shella, yang selama beberapa bulan belakangan ini telah tinggal bersamanya.