
Saat kedua kakak beradik yang tak bertali darah itu tengah asik berbincang-bincang, datanglah seorang wanita berumur sekitar empat puluh tahun memukul meja dihadapan mereka.
PRAAKKK
"Ada apa ini?" kata Shella terkejut melihat hal tersebut.
"heh anak pungut, kembalikan semua aset milik kakak saya" teriak wanita itu pada Ayu.
"wait..wait... apa anak pungut? ibu ini siapa? bisakah anda bicara dengan sopan ibu?" jawab Shella.
"kamu siapa? saya tidak ada urusan dengan kamu, saya berurusan dengan pencuri ini, kembalikan aset milik kakak saya" tambah wanita itu sambil menunjuk ke arah Ayu.
"Maaf ibu, mulai sekarang urusan dia itu berarti urusan saya" tegas Shella yang mulai geram dengan kelakuan ibu tersebut.
"Ayu, kamu kenal dengan ibu ini?" tanya Shella pada adiknya.
Akan tetapi Ayu hanya diam saja karena ia tidak ingin membuat keributan di cafe tersebut. Ayu juga merasa heran kenapa Bu Ningsih bisa tau keberadaan dia saat ini? padahal selama ini dia memang sudah lost contact dengan keluarga pengkhianat itu.
"Oh tidak bisa, kamu tidak ada hubungannya dengan keluarga saya. Saya hanya ingin minta kembali hak keluarga kami yang telah diambil oleh anak pungut ini" papar wanita itu dengan nada suara yang keras sehingga pengunjung cafe yang lain melihat kearah mereka.
Shella masih berusaha untuk tetap tenang dan mengendalikan situasi, setelah berbincang panjang lebar, akhirnya mereka sepakat untuk menyelesaikan masalah ini di kediaman Ayu saat ini.
"Kak, bantu Ayu ya kak" ucap Ayu saat mereka tengah dalam perjalanan menuju rumah peninggalan bu Monic yang saat ini ditempatinya.
__ADS_1
"Kamu tenang saja Yu, selama kakak masih hidup, tidak akan kakak biarkan seorangpun menyakiti kamu" jawab Shella sambil terus menyetir mobilnya menelusuri jalanan di alun - alun Jogja.
"terima kasih kak"
"emmmm... "
Beberapa menit kemudian sampailah mereka di sebuah rumah yang bernuansa tradisional, suasana pekarangan terasa begitu segar dan asri. Di halaman depan terdapat sebuat pendopo lesehan yang berada di tengah- tengah taman kecil.
Tiba-tiba ia teringat akan seorang pemuda yang pernah ia jumpai saat menghadiri acara pesta pernikahan sahabatnya di kota Padang.
"ah sudah lah Shel, jangan mikirin cowok, jangan percaya sama ucapan laki-laki, semuanya bullshit" tegas Shella pada dirinya sendiri.
"kak, kak Shella... hellooowww" ujar Ayu sambil melambaikan tangannya di depan wajah Shella.
"kalau begitu mari masuk dulu kak, Ayu sebenarnya pengen cerita banyak sama kakak"
"terima kasih dik" kata Shella segera melangkah memasuki ruang depan rumah tersebut.
Sementara Ayu menyiapkan minuman di dapur, Shella pun melemparkan pandangannya ke kesitar ruangan yang berukuran lumayan besar itu. Disana tersusun beberapa kursi, meja,lemari pajang,serta terdapat beberapa lukisan. Seketika ia melihat sebuah foto keluarga.
"bapak,ibu" gumam Shella segera mendekati foto itu. Ia pun mengambil dan memeluknya. Walaupun sudah bertahun-tahun berlalu, namun kenangan masa kecilnya tak bisa ia lupakan bersama keluarga bu Siti yang telah ikhlas dan banyak berkorban untuk membesarkan dirinya dan Ayu. Walaupun setelah kepergian beliau, satu persatu identitas asli dirinya dan Ayu terbongkar. ia harus dihadapi dengan kenyataan kalau adik yang ia anggap keluarga satu-satunya setelah kepergian ibu dan bapak angkat mereka, ternyata merupakan anak kandung dari bu Monic yang kebetulan menjadi guru sewaktu ia sekolah dasar. Setelah beberapa tahun tinggal sendirian, barulah akhirnya ia bertemu dengan orang tua kandungnya di Jakarta.
Begitu banyak cobaan dan ujian kehidupan yang ia lalui, menjadikan Shella sebagai wanita yang kuat, walau terkadang air mata tak dapat ia bendung karena menahan kesedihan yang begitu mendalam. Terlebih lagi setelah ia menerima pengkhianatan dari Hendrick yang merupakan mantan tunangannya dulu. Sejak saat itu Shella bertekad untuk menutup pintu hatinya rapat-rapat pada laki-laki mana pun. Apalagi sekarang ia telah menjadi seorang pengacara wanita yang banyak disukai masyarakat.
__ADS_1
"Kak Shella, silahkan diminum dulu tehnya kak" kata Ayu sambil menaruh secangkir minuman di atas meja.
"terima kasih dik" ujar Shella kemudian meletakkan foto yang tengah ia pegang ke tempat semula.
"oh iya Yu, jadi bagaimana dengan ibu yang kita jumpai di cafe tadi?" lanjut Shella.
"itu lah kak, Ayu juga bingung mau jelasinnya gimana"
"lho.. kenapa bingung.? kamu ceritakan saja sama kakak"
"tunggu sebentar kak" kemudian Ayu bangkit dari tempat duduknya lalu pergi menuju sebuah ruangan untuk mengambil beberapa berkas.
"ini kak" tambah Ayu sambil meletakkan berkas tersebut di atas meja yang ada dih hadapan Shella.
Lalu Shella mengamati isi berkas tersebut.
"Dalam surat ini sudah jelas tertulis kalau semua aset milik bu Monic itu sudah dialihkan atas nama kamu Yu"
"justru itu kak, saudara ibu ayu tidak setuju, dan mereka malah menuduh Ayu telah mempengaruhi ibu, mereka juga bilang kalau Ayu ini pencuri"
"yang sabar ya Yu, kakak pasti akan menolong kamu"
"terima kasih kak"
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian datanglah ibu - ibu yang mereka jumpai di cafe tadi bersama dua orang laki-laki.