Suara Air Mata

Suara Air Mata
back to jakarta


__ADS_3

Libur magang telah usai, akhirnya tibalah saatnya Shella kembali ke Jakarta. Begitu berat rasanya bagi gadis cantik itu untuk meninggalkan rumah mendiang bu Siti yang telah diwariskan pada dirinya. Meskipun begitu, rasanya masih ada hal yang masih tertinggal di kota tempat ia dibesarkan tersebut.


Ya, Ayu... adik yang selama ini ia cari, akan tetapi ia tak menemukan keberadaan gadis itu. Terakhir ia mendapat kabar kalau Ayu dan bu Monic telah pindah ke kawasan Andalas, karena keterbatasan waktu membuat ia tidak bisa menemuinya.


Pukul 10.30WIB, Shella telah sampai dibandara Sorkaeno Hatta. Ia dijemput oleh papanya yang sudah menunggu sejak satu jam yang lalu.


"papa" ujar Shella sambil menyalami orang tuanya itu.


"anak papa, welcome to Jakarta lagi sayang" jawab pria tersebut segera memeluk putri semata wayangnya itu.


Kedua orang tua Shella sengaja memberi kelonggaran pada putrinya itu agar bisa bebas menentukan jalan hidupnya, walaupun mereka terkesan agak cuek karena kesibukan mereka masing-masing, tapi mereka tetap mengontrol gadis itu.


Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh lima menit dari bandara, serta melewati kemacetan jalanan ibu kota yang mulai terasa panas. Akhirnya sampailah mereka di Apartement Luxury.


Disana ia disambut dengan pelukan hangat dari mama Mentari, serta hidangan makanan kesukaan Shella, yaitu seblak buatan bi Siska, dan beberapa menu masakan lainnya.


"Nak, mama kangen banget sama kamu" kata mama tari memeluk Shella putri satu-satunya itu saat mereka telah selesai menikmati makan siang.


"Shella juga kangen sama mama"


"maafin mama sama papa ya nak"

__ADS_1


"maaf? maaf buat apa ma?"


"mmm sebenarnya kami sudah merencanakan acara pernikahan kamu sama Hendrick, karena umur kami tidak muda lagi, mama pengen sekali menimang seorang cucu"


uhuk uhuk uhuk.. (Shella tersedak)


"kamu kenapa nak?" tanya papa tama


"nggak kenapa napa kok pa, cuma beberapa hari yang lalu mami juga bahas ini sama Shella"


"terus,gimana kamu setuju kan sama rencana kami?" tanya mama tari


"mmm... kasih Shella waktu dulu ya pa,ma"


"ba.. ba.. baik ko pa ma, oh iya Shella masuk kamar dulu ya pa ma, badan Shella berasa capek banget"


"baik lah kalau begitu, kamu mandi dulu habis itu istirahat ya nak" lanjut mama tari.


"iya ma.." jawab gadis itu segera masuk ke dalam kamarnya.


Entah kenapa setiap kali teringat akan hubungannya dengan Hendrick, batinnya seakan menolak. Ia merasa hubungan yang sudah lama ia jalin terasa tidak sehat lagi, perasaannya terhadap tunanggannya itu perlahan-lahan mulai memudar.

__ADS_1


Bahkan saking tak ingin lagi terlalu dalam memikirkan hubungan tersebut, semenjak kedatangan mami Cathlin ke rumahnya di padang, ia tidak pernah lagi menyentuh ponsel pemberian Hendrick. Saat ini ia hanya ingin fokus pada karir dan masa depannya, tapi bagaimana dengan ucapan mami dan mama tari? apa yang harus ia lakukan?


dreeett... dreeetttt


terdengar suara getaran ponsel yang ia taruh di dalam tas, tapi ia tak menghiraukannya, karena sumber getaran tersebut berasal dari ponsel iphone 7 pemberian hendrick.


Kemudian Shella mengambil ponsel keluaran terbaru yang sengaja ia beli dari hasil keuntungan dari penjualan di galery miliknya di kota Padang, lalu gadis itu menyetel beberapa lagu. Hingga tak lama kemudian akhirnya ia terlelap.


dreeetttt... dreetttt....


(ponsel kembali bergetar)


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2