Suara Air Mata

Suara Air Mata
Kesal


__ADS_3

Air mata sudah tak dapat lagi ku bendung, aku pun segera meninggalkan cafe tersebut lalu bergegas menuju rumah.


Sesampainya dirumah, tanpa bicara sepatah katapun aku segera masuk kedalam kamar dan menguncinya. Kuhempaskan tubuhku di atas kasur usang itu, lalu aku menangis sejadi-jadinya. Yang terbayang dalam pikiranku jika pihak sekolah mengetahui berita yang disebarkan Shinta, otomatis beasiswaku untuk melanjutkan pendidikan di universitas jakarta lenyap begitu saja. Aku tak bisa membayangkan betapa kecewanya almarhumah ibu yang selama ini merawat dan membesarkanku, meskipun aku ini bukanlah anak kandungnya. Dan jika semua itu terjadi, harapanku untuk bisa mencari keberadaan orang tua kandungku pupus sudah.


Sementara diluar kamar Cici dan Eren,juga bu Salomah terlihat panik mendengar tangisanku.


"Nak.. buka pintunya nak... " seru Bu Salomah


"Shel.. plis buka pintunya, aku takut kamu kenapa kenapa Shella" tambah Cici.


"Shella... jangan bikin kami khawatir.. kami tau Shinta itu orang jahat. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya Shel" ujar Eren sambil terus menggedor pintu kamarku.


*** Di rumah mami Cathlin


Saat itu mami Cathlin tengah sibuk berbicara lewat telepon dengan sahabatnya yaitu Bu Tari. Sementara Thalia tengah sibuk bermain ponsel di kamarnya. Dan Ardian juga sibuk bermain play station di ruang keluarga.


Tiba-tiba saja Thalia berteriak


"Aaaawwww... Oh My God... tidak mungkin... Mami.... mami.." teriak Thalia memanggil mami Cathlin.


"tunggu sebentar ya tar, iya Lia.. mama disini lagi nelpon sama temen mami.. ada apa?" kata wanita itu.


"Mi... coba lihat ini deh mi.." Ujar Thalia sambil memperlihatkan Status yang disebarkan oleh Shinta.


"Apa? Shella dengan Hendrick?" ujar mami Cathlin heran.

__ADS_1


"Bagaimana bisa? Vretya Arshinta Wijaya? kamu kenal dengan anak ini Lia?" tambahnya.


"itu lho ma, kak Shinta.. yang dulu sering datang kesini barengan sama kak Ardian" kata Thalia.


"Tidak bisa dibiarkan ini, mana Ardian, coba kamu panggil dia kesini" perintah Mami Cathlin.


"Baik mi" jawab Gadis 14 tahun itu.


"Kak... kak Ardian" teriak Thalia, memanggil Ardian yang masih sibuk memainkan sebuah game di Play Stationnya.


"mmmm.... ada apa?ganggu orang lagi sibuk aja"


"iiihhh kak Ardian, nanti saja lanjutkan gamenya.. mami manggil tuh"


"pokoknya kakak pergi aja ke tempat mami, nanti kakak juga bakalan tau" seru Thalia.


"cepetan kak... gawat ini kak.. gawat" tambahnya hendak menarik tangan kakaknya itu.


"iya iya.. bawel banget sih.. " Ujar Ardian, kemudian laki-laki berusia 18 tahun itu bangkit dari tempat duduknya lalu menghampiri Mami Cathlin.


"Ada apa mam?" tanya Ardian


"Coba kamu lihat ini" seru mami Cathlin sambil memperlihatkan postingan status di facebook shinta.


"Apa? kurang ajar sekali perempuan itu" teriak Ardian yang terkejut melihat foto Shella dan seorang laki-laki yang setelah di perhatikannya ternyata kak Hendrick.

__ADS_1


"ini tidak bisa dibiarkan" seru Ardian geram melihat postingan tersebut. Kemudian dia segera pergi dan sgera meninggalkan rumah.


"Ardian, kamu mau kemana nak?"


"Mau ketempat Shinta mi, biar aku yang akan menyelesaikan semua ini" teriak Ardian. Lalu pemuda itu masuk ke dalam mobil, dan melaju kan mobil tersebut dengan kecepatan penuh.


'dasar wanita kurang ajar, belum apa apa sudah bengini kelakuannya.' gerutunya kesal.


Sesampainya di cafe dekat SMA 1, ia bertemu dengan Shinta yang kebetulan tengah bersama anggota gengnya disana.


"hey, babe.. kenapa kamu kesini? kangen ya " ujar Shinta


"Shinta, ini maksud postingan kamu apa?"ujar Ardian kesal sambil memperlihatkan postingan di ponsel pintarnya. Shinta hanya bisa diam melihat kemarahan Ardian.


"Cepat kamu hapus postingan ini!" teriak Ardian.


"ba.. baik ian.. ta ta tapi.." kata Shinta terbata-bata.


"tidak usah banyak alasan, cepat kamu hapus.. kalau tidak, aku tidak akan pernah memaafkanmu" ancam Ardian pada Shinta.


"Ba ba baik" kemudian Shinta mengambil ponselnya lalu menghapus postingan di facebooknya.


"Bagus..." kata Ardian sambil memandang sinis pada perempuan berlesung pipi dihadapannya itu, Lalu tanpa bicara sepatah katapun ia meninggalkan tempat itu.


"Ardian... tunggu" seru Shinta. akan tetapi Laki-laki itu tak menghiraukan panggilannya.

__ADS_1


__ADS_2