
"Aduuuhhh mami ini.. kita itu nanya emang mami bilang apa sama kepala sekolah kemaren, kok Shella bisa dikasih kesempatan buat daoat bea siswa ke Jakarta lagi?" tanya Ardian.
"oh begitu... mmm jadi begini kemaren itu mami..." kemudian mami Cathlin mulai menceritakan hal yang ia lakukan disekolah kemarin.
_
*Flash back
Saat Shella tengah beristirahat di UKS, mami Cathlin dan Ardian menuju ke ruang kepala sekolah. ia menyuruh Ardian menunggu di luar ruangan itu. Sementara mami Cathlin menemui kepala sekolah yang bernama Pak Syam.
TOK TOK TOK
"silahkan masuk" seru pak Syam dari dalam ruangan. Lalu Cathlin segera masuk, tanpa basa basi ia langsung duduk di kursi depan meja kepala sekolah.
"langsung saja ya pak, maksud kedatangan saya kesini untuk menuntut hak beasiswa atas nama Shella Putri Amanda" seru Cathlin.
"maaf bu Cathlin, beasiswa atas nama anak itu sudah dicabut karena kasus yang sudah terlanjur beredar disekolah ini. dan kita juga harus mengikuti prosedur dan aturan yang telah ditetapkan bersama" jelas pak Syam.
__ADS_1
"tidak bisa begitu dong pak, jangan seenaknya saja membuat keputusan tanpa mencari tahu kejelasan terlebih dahulu.."
"maaf bu, itu sudah menjadi keputusan kami para guru disini"
"baiklah kalau bapak tidak mau memberikannya, mulai hari ini saya akan cabut semua bantuan dana dan perlengkapan untuk sekolah ini, saya akan ajukan kasus ini ke dinas pendidikan, karena telah mengabaikan hak siswa berprestasi dan selama ini telah mengharumkan nama sekolah.. jadi otomatis nama sekolah ini akan tercemar"
"tapi bu Cathlin..."
"saya tidak butuh kata tapi, silahkan anda pilih mengembalikan hak anak itu atau siap siap saja nama sekolah ini akan tercemar.. dan satu lagi yang harus bapak ketahui, Shella itu adalah calon menantu saya"
"tu tunggu sebentar bu Cathlin, saya akan bicarakan dengan wakil kesiswaan terlebih dahulu"
"baik bu" kemudian pak Syam keluar ruangan dan memanggil wakil kesiswaan lalu mereka berunding beberapa saat, hingga mereka kembali ke ruang kepala sekolah dimana Cathlin tengah menunggu disana.
"bagaimana pak?" tanya Cathlin.
"Baik lah bu, sesuai dengan kesepakatan kami... beasiswa khusus untuk Shella akan kami berikan.. tapi mohon maaf untuk mess/tempat tinggal dari pihak kampus sudah full jadi yang tinggal hanya untuk calon mahasiswa laki-laki saja. jadi Shella terpaksa harus cari tempat tinggal/kost lain" tutur pak Syam.
__ADS_1
"oh begitu ya pak, tidak apa-apa. urusan tempat tinggal biar kami yang menanggulanginya. terima kasih atas kebaikan hati pihak sekolah, saya pamit dulu" kemudian Cathlin melangkah keluar ruangan itu. Kemudian diikuti oleh kepala sekolah serta beberapa guru lainnya menuju ruang UKS dimana Shella tengah beristirahat disana.
*Flash back end
-
"begitulah ceritanya..." kata mami Cathlin.
"wah.. terima kasih mami" ujar Thalia dan Ardian.
"oh iya mi.. ngomong ngomong kenapa mami bilang kalau Shella itu calon menantu mami?" tanya Ardian.
"Entahlah, mami asal bicara aja hehehe" ujar mami cathlin sembari tersenyum.
"kak Ardian udah ngarep tu mi, supaya mami bilang kalau kak Shella ntar nikahnya sama dia " timpal Thalia seolah olah membaca pikiran Ardian.
"Thalia" teriak Ardian jadi salah tingkah.
__ADS_1
"Sudah - sudah, siapapun dari kedua anak mami baik itu Ardian atau Hendrick yang jelas mami pengen punya menantu seperti Shella, sekarang mami mau lanjut nonton sinetron kesukaan mami.. jangan diganggu lagi ya Ardian" kata mami Cathlin.
Kemudian Ardian bangkit dari duduknya dan melangkah menuju kamar. Sementara itu Thalia dan Mami Cathlin lanjut menonton sinetron.