
"Shinta, kamu kesini sebentar" kata Hendrick pada perempuan yang tengah duduk di dekat Adiknya itu. Lalu Shinta bangkit dan menghampiri Hendrick yang menunggu di depan rumah.
"ada apa kak Hendrick?" tanya Shinta.
"kamu kan yang mengajak Ardian untuk berkumpul dengan geng berandal itu?" ujar Hendrick dengan nada kesal.
"bu..bu.. bukan kak"
"kalau bukan kamu terus siapa lagi? belum puas kamu menghancurkan kehidupan kami?"
"bu.. bu.. bukan begitu kak Hendrick.. Tadi aku lagi dijalan ketemu sama Ardian dan keadaannya sudah penuh dengan luka. lalu aku membawanya ke rumah sakit kak" jawab Shinta.
"arrrrggghhh omong kosong, kamu sengaja kan menyuruh orang untuk menabrak Ardian supaya adik saya bisa jatuh cinta sama kamu"
"tidak kak, aku tidak pernah berniat sejahat itu terlebih sama Ardian"
"kamu memang ular berkepala dua, sebaiknya kamu tinggalkan rumah ini.. atau aku yang akan melemparmu kejalanan sana. dasar Wanita Iblis"
__ADS_1
Mendengar ancaman dari Hendrick, Shintapun lari menuju mobilnya dan segera pergi meninggalkan rumah mewah itu.
"Sial... awas saja ya kamu Hendrick, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan Ardian. tunggu saja pembalasanku" gumam Shinta dengan wajah sinisnya.
Sementara itu Hendrick masuk ke dalam rumahnya.
"Shinta mana kak?"tanya Ardian
"dia sudah pergi" jawab Hendrick
"baguslah kalau begitu, mami juga tidak suka dengan kehadiran anak itu" timpal mami Cathlin.
"Baik mi, tapi... kaki Ardian masih sakit mi" ujar Ardian memelas.
"Biar kakakmu saja yang mengantarkan kamu ke kamar, Hendrick antarkan adikmu ke kamarnya" perintah Papi Antoni.
"baik pi" kemudian Hendrick memapah Adiknya itu menuju kamar yang terletak di lantai atas. Sesampainya di kamar
__ADS_1
"Kak, sebenarnya Shinta kemana?"
"entahlah, dia cuma bilang ada urusan penting"
"kakak nggak bicara macem macem kan sama Shinta?"
"kakak cuma bilang, kalau harus hati hati dengan Playboy ingusan satu ini" ujar Hendrick sambil menunjuk ke arah Ardian yang tengah duduk di atas ranjangnya.
"playboy... hmmh.. itu harus, siapa coba cewek yang tidak mau dengan Ardian cowok ganteng putra dari bapak Antoni yang terkenal dan kaya raya"
"kamu ini bocah ingusan, ngertinya cuma cinta tapi otaknya ... zonk, sekolah dulu yang tinggi baru cinta"
"ye.. kak Hendrick macam tak pernah jatuh cinta saja" ledek Ardian pada kakaknya itu yang pergi meninggalkan ia sendiri di kamar.
Tiba- tiba saja Hendrick teringat akan Shella, perempuan yang kini selalu membayangi hari-harinya. Selama ini ia belum pernah merasakan jatuh cinta yang teramat meisterius baginya. Di jakarta, tepatnya di Universitas Jakarta.ia mengambil jurusan Arsitektur. Ia merupakan salah satu cowok idaman dikampus itu. Bagaimana tidak, wajahnya yang terlihat maskulin, bertubuh kekar dan berwajah tampan itu mampu mengikat hati setiap cewek yang melihatnya.
Kecuali Shella, sejak pertama bertemu ia merasakan ada hal yang berbeda dari wanita itu. Entah kenapa setiap bertemu dengan dia, hati pemuda itu selalu berdebar, tak seperti saat ia bertemu dengan perempuan lainnya. Bahkan yang lebih menariknya lagi, Shella mampu menarik hati keluarganya, termasuk para asisten rumah tangganya.
__ADS_1
Akan tetapi sejak kepergian Shella ke Jakarta, suasana rumah itu kembali terasa sunyi, sepi. Thalia juga saat ini kelihatan lebih sering mengunci diri di dalam kamarnya. begitu juga dengan kedua orang tuanya yang kembali disibukkan dengan urusan masing - masing.
"Shella, tunggu aku di jakarta" gumam Hendrick yang tengah merebahkan badannya ke atas ranjang, lalu ia memejamkan matanya. hingga akhirnya laki-laki itu tertidur pulas.