
Tak terasa hari sudah pagi, suasana pagi ini terasa berbeda bagiku. Sejenak aku termenung, aku teringat akan kejadian semalam. Rasanya seperti mimpi, berbagai pertanyaan masih membayang dalam pikiranku. 'Apakah benar bu Tari dan pak Tama itu orang tua kandungku?' oh Tuhan, masalah apa lagi yang harus aku hadapi? aku tak tau lagi harus berbuat apa' gumamku dalam hati.
TOK TOK TOK...
terdengar suara ketukan pintu.
" Shella apakah kamu sudah bangun nak?" seru bu Tari dari luar kamar.
"nak.. ayo bangun nak, mama mau berangkat kerja, nanti kalau ada apa-apa kamu beritahu mama ya nak" tambah wanita tersebut.
Rasanya aku masih enggan untuk menjawab pertanyaan dari bu Tari, dimana posisiku saat ini yang merasa serba salah dengan keadaan.
'ibu... Shella ingin ikut saja dengan ibu' rintihku memanggil ibu yang selama ini telah merawat dan membesarkanku itu.
Tiba tiba ponselku berbunyi. Segera ku raih ponsel iphone7 tersebut yang sengaja aku taruh di dalam tas yang terletak diatas kursi disamping ranjang.
Rupanya ada sebuah panggilan masuk dari kak Hendrick. segera aku menjawab panggilan tersebut.
"Hallo... " kataku
"selamat pagi cantik.. gimana tidurmu semalam? nyenyak banget ya sampai berkali kali aku menelponmu tak kamu jawab" ujar Hendrick.
"maaf kak, semalam Shella ketiduran" jawabku berusaha menutupi apa sebenarnya yang terjadi padaku semalam.
"*ya sudah, setengah jam lagi aku akan menjemputmu"
__ADS_1
"mau kemana kak?"
"ya ke kampus, hari ini jadwal kuliah junior hukum sudah dimulai*"
"ya ampun.. aku sampai lupa.. ya sudah kak, Shella siap-siap dulu" kataku segera mengakhiri panggilan tersebut. Kemudian aku segera bangkit dari tempat tidur lalu meraih handuk dari gantungan baju dibelakang pintu menuju kamar mandi.
Usai mandi dan bersiap-siap hendak pergi ke kampus, dengan mengenakan stelan baju kemeja biru dan celana hitam, tak lupa kacamata kesayanganku. Aku pun segera keluar dari apartement tersebut menuju halaman depan apartement luxury.
sesampainya di depan apartement, rupanya kak Hendrick sudah berdiri disamping mobil xenianya disana.
"hai... " sapa laki laki berwajah indo tersebut.
"hai juga kak, maaf kak Hendrick jadi kelamaan nunggunya" ujarku sambil menundukkan pandanganku dari Hendrick.
"terima kasih kak" jawab ku singkat.
Sesampainya di area parkiran jurusan hukum kampus universitas jakarta, tanpa banyak bicara aku segera turun dari mobil xenia itu dan langsung masuk ke ruang G7.
"hai Shella... tumben jam segini baru datang" sapa Karina padaku yang ternyata sudah menungguku.
"aku ketiduran rin.."
"what ketiduran? tapi tunggu dulu, mata kamu kok sembab gitu? kenapa? mmmm pasti habis berantem ya sama yayang hendrick " goda Karina.
"hus kamu ini...ada ada saja .. sudah nanti saja kita lanjurkan pembicaraannya, buk Trisna udah masuk tu" kataku mencoba mengalihkan pembicaraan kami pagi itu.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian, saat akan memulai mata kuliah pagi itu. Masuklah seorang perempuan yang tak asing lagi bagiku bersama wakil ketua jurusan Hukum.
TOK TOK TOK
Bu Trisna memasuki ruangan G7 bersamaan dengan perempuan yang mengenakan stelan baju kemeja putih dan celana jeans sambil menyandang sebuah tas kecil berwarna putih.
"maaf bu Trisna.. dan maaf saya mengentikan proses perkuliahan anda sejenak. Kebetulan hari ini kalian akan mendapatkan teman baru, mahasiswa pindahan dari universitas negeri Padang.. silahkan nak " ujar wakil ketua jurusan tersebut.
"terima kasih bu.. baiklah teman semuanya, perkenalkan nama saya vretya arshinta wijaya dan akrab di panggil Shinta"
dan bla bla bla, sontak seisi ruangan terdengar bising usai perempuan yang tak lain ialah Shinta, yang selama ini menganggap aku sebagai penghancur kehidupannya.
.
.
.
.
mohon maaf readers, author jarang up kelanjutan novelnya karena author sedang ada kegiatan lain.
semoga wabah covid-19 ini cepat berlalu
amiinn
__ADS_1